Petaka Akhir Zaman

Dari Ziyad bin Labid radhiallahu ‘anhu beliau berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan sesuatu (tentang fitnah,pen), lalu beliau bersabda,

ذَاكَ عِنْدَ أَوَانِ ذهَابِ الْعِلْمِ

‘Hal tersebut terjadi ketika hilangnya ilmu.’

Aku berkata: ‘wahai rasulullah, bagaimana ilmu itu akan hilang padahal kami membaca al Qur’an dan kami bacakan kepada anak-anak kami, dan anak-anak kami membacakannya kepada anak-anak mereka sampai hari kiamat.?’

Beliau bersabda:

ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ زِيَادُ إِنْ كُنْتُ لَأَرَاكَ مِنْ أَفْقَهِ رَجُلٍ بِالْمَدِينَةِ، أَوَلَيْسَ هَذِهِ الْيَهُودُ، وَالنَّصَارَى، يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ، وَالْإِنْجِيلَ لَا يَعْمَلُونَ بِشَيْءٍ مِمَّا فِيهِمَا؟

“Kasihan ibumu kehilangan dirimu wahai Ziyad, aku memandangmu termasuk orang yang paling faqih dari penduduk madinah, bukankah orang-orang yahudi dan nasrani mereka membaca taurat dan injil, tapi mereka tidak beramal sedikitpun dengan apa yang ada pada keduanya?!” (HR. Ahmad no.17473, dan Ibnu Majah no.4048, hadits ini dishahihkan oleh Asy Syaikh al Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
………………………………..

Asy Syaikh Shalih al Fauzan hafizhahullah berkata,

“Hadits ini juga menjelaskan bagaimana ilmu itu dicabut, dan bahwasanya ia dicabut yg pertama dengan diwafatkannya para ulama, dan kedua dengan meninggalkan amalan (terhadap ilmu tersebut,pent),

Apabila manusia meninggalkan amalan maka ilmu itu dicabut, karena ilmu itu akan menjadi banyak dan bertambah dan diberkahi bersama dengan adanya amalan, bukan dengan sekadar menghafalnya tanpa mengamalkannya, dan di karenakan apabila salah satunya hilang maka yang lainnya juga hilang (yakni jika ilmu hilang, maka hilang pula amalan, dan jika amalan hilang, ilmu pun ikut hilang,pent),

Dan inilah yg di jelaskan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ziyad radhiyallahu ‘anhu dalam hadits ini, karena Ziyad ketika berkata kepada nabi:

“Bagaimana ilmu itu akan hilang padahal kami membaca alqur’an,dan kami membacakannya kepada anak-anak kami,dan anak-anak kami membacakannya kpd anak-anak mereka sampai hari kiamat?”

️Beliau (Ziyad) radhiyallahu ‘anhu menyangka bahwa sekedar membaca al Quran, mempelajarinya dan menghafalnya akan melanggengkan ilmu, dan beliau tidak tahu bahwa ilmu tidak akan bertahan (tidak akan langgeng) jika tidak diiringi dengan amalan, maka akan hilang barokahnya, cahanya dan bertambahnya dengan sebab meninggalkan amalan dari ilmu tersebut.

Kemudian nabi menyebutkan permisalan tentang Bani Israil bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki ilmu terhadap Taurat dan Injil. Mereka mempelajarinya dan mengajarkannya, akan tetapi tidak mengamalkannya, maka hilanglah ilmu itu dari mereka, karena kelanggengan ilmu tidak terbatas pada keberadaannya dalam ingatan, akan tetapi kelanggengannya ada pada sisi amalan, dan karena itulah ia turun, dan ilmu itu adalah wasilah (perantara), sedangkan amalan adalah ghayah(tujuan), dan dialah yang dituntut, maka apabila hilang tujuan, maka wasilah tidak berguna.

Sumber: Syarhu Ushuli al-Iman Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (hadits no.123), karya Asy Syaikh Shalih al Fauzan, Diterjemahkan oleh: al Ustadz Abu Ja’far hafizhahullah

Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s