Apa yang dimaksud berpuasa dengan iman dan ihtisab?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.” (متّفقٌ عليه)

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan iimaanan (karena iman) dan ihtisaaban (berharap pahala) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [Muttafaqun ‘Alaih]

Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah:

المُرَادُ بِالإِيمَانِ : الاِعْتِقَادُ بِفَرْضِيَّةِ صَوْمِهِ
وَبِالاِحْتِسَابِ: طَلَبُ الثَّوابِ مِنَ اللهِ تَعَالَى.

“Yang dimaksud dengan ‘karena iman adalah yakin akan kewajiban puasa tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan ihtisaab (mengharap pahala) adalah meminta pahala dari Allah subhanahu wata’ala.”

Dan berkata al-Khaththabi rahimahullah:

“احْتِسَابًا” أَيْ : عَزِيمَةً، وَهُوَ أَنْ يَصُومَهُ عَلَى مَعْنَى الرَّغْبَةِ فِي ثَوَابِهِ، طَيِّبَةً نَفْسُهُ بِذَلِكَ، غَيْرَ مُسْتَثْقِلٍ لِصِيَامِهِ، وَلَا مُسْتَطِيلٍ لِأَيَّامِهِ”

“Ihtisaaban adalah tekad yang bulat yaitu dia berpuasa (Ramadhan) dalam keadaan cinta dan berharap pahalanya, dan dalam keadaan baik jiwanya dengan puasa tersebut, tanpa merasa berat untuk melaksanakan puasanya dan tidak merasa lama dalam menjalani hari-hari puasanya tersebut.”

[Fathul Bari juz 4 halaman 115]

Sumber: t.me/nasiha131

Channel Telegram || t.me/salafymajalengka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s