Menghadiahkan bacaan Al Qur’an untuk si mayit

Imam Syafi’i rahimahullah berpendapat bahwasanya pahala bacaan al Qur’an tidak bisa sampai kepada mayit. Beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala

وأن ليس للإنسان إلا ما سعى

“Dan bahwasanya seorang manusia tidaklah mendapatkan melainkan apa yang telah diusahakannya.” ( QS. An Najm:39 )

Dan dengan hadits,

إِذَا مات بن آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, terputuslah seluruh amalannya kecuali dari tiga perkara, sedekah Jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak yang shalih yang mendo’akannya.” ( HR. Muslim no.1631 )

Imam Nawawi menjelaskan, “Yang masyhur menurut madzhab kami -yaitu madzhab Syafi’i- ialah, bahwa pahala bacaan al Qur’an tidak bisa sampai kepada mayit.”

Beliau melanjutkan, “Adapun shalat dan seluruh amal ketaatan menurut (madzhab) kami dan jumhur (mayoritas ulama) juga tidak sampai (pahalanya kepada mayit).” ( Syarah Muslim 7/90 )

Imam Nawawi menerangkan bahwa ada sebagian Ulama’ dari Madzhab Syafi’i yang berpendapat sampainya pahala bacaan al-Qur’an kepada mayit, namun dengan tegas beliau mengatakan,

وَكُلُّ هَذِهِ الْمَذَاهِبِ ضَعِيفَةٌ

Bahwasanya pendapat tersebut adalah lemah

Mereka mengqiyaskan dengan doa, sedekah, dan haji yang pahalanya bisa sampai kepada mayit. Tentu saja ini qiyas yang tidak tepat, karena ibadah-ibadah tersebut secara tegas ada dalil yang menopangnya. Adapun bacaan al Qur’an sama sekali tidak ada.
( Lihat Syarah Muslim 1/90 )

Imam Nawawi juga mengatakan,

“Dalam Kitab Syarhul Minhaj karya Ibnu an Nahwi (dikatakan), ‘Pahala bacaan (al Qur’an) tidak sampai kepada mayit menurut pendapat yang masyhur dalam madzhab kami.”

Al ‘Izz bin Abdus Salam (ulama’ besar madzhab Syafi’i) ditanya tentang pahala bacaan al Qur’an yang dihadiahkan kepada mayit, apakah bisa sampai kepadanya atau tidak?

Beliau menjawab, ‘Pahala bacaan (al Qur’an) hanya sebatas bagi pembacanya saja, tidak bisa sampai kepada yang lainnya.”

Sumber:

1. Syarahu An Nawawi ‘ala Muslim
2. Hukmu Qiro’ati Al Qur’an lil Mauta Syaikh Ruslan

Oleh: Tim Warisan Salaf

Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s