Kebid’ahan lebih jelek daripada kemaksiatan

HIKAYAT DARI SALAFUS SHOLIH YANG MENGANDUNG FIQH DI ATAS

Seorang laki-laki datang kepada Yunus Bin Ubaid -salah seorang imam salafus sholih- lalu berkata : “Wahai Abu Abdillah, engkau melarang kami dari bermajlis dengan ‘Amr -yakni Ibnu ‘Ubaid seorang berpemikiran mu’tazilah sesat- padahal anakmu masuk menemuinya”.

Yunus berkata : “Anakku?”. Ia menjawab : “Na’am”.

Maka syaikhpun marah hingga datang putranya lalu ia berkata : “Wahai anakku engkau telah mengetahui pendapatku tentang ‘Amr kemudian engkau masuk menemuinya ?”.

Putranya berkata : Aku ditemani oleh si Fulan.

Maka iapun mulai meminta udzur.

Lalu Yunus berkata : “Aku melarangmu dari zina, mencuri dan meminum khomr dan engkau bertemu Allah dalam keadaan melakukan perkara-perkara tersebut itu lebih aku cintai daripada engkau bertemu denganNya dalam keadaan memiliki pemikiran ‘Amr dan para pengikut ‘Amr “.

Sikap Yunus رحمه اللّٰه diatas bukan menunjukkan sikap meremehkan kemaksiatan, tidak, bahkan semua kemaksiatan merupakan bencana dan kejelekan, tetapi yang dimaksud ialah penjelasan tentang bahaya bid’ah dan bahwa kebid’ahan lebih jelek daripada kemaksiatan. Maka wajib waspada darinya dengan kewaspadaan yang lebih daripada kewaspadaan terhadap maksiat.

Sumber artikel : Khutbah tertulis syaikh ‘Ali Bin Yahya Al Haddady حفظه اللّٰه yang berjudul “Nashihah Lil Abna’ Wal Banat ‘An Khotoril Intima’ Li Daa’isy Wat Tanzhimat Al Irhabiyyah”.

http://www.haddady.com/نصيحة-للأبناء-والبنات-عن-خطر-الانتماء/

Sumber : telegram.me/dinulqoyyim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s