Inilah bukti nyata rodja adalah halabiyyun bukan salafiyyun

Pada tanggal 16 juli 2017 kemarin TV Rodja menyiarkan kajian Ali Hasan Al Halaby. Tahukah kalian kalau Ali Hasan Al Halaby sudah ditahdzir dan divonis ahlul bid’ah oleh banyak ulama kibar, ini buktinya :

Ucapan para ulama tentang Ali Hasan Al Halabi

️Berkata Al Lajnah Ad Da-imah : (Ia pemilik pemikiran dan metode yang tercela dalam mentahrif ucapan para ulama’).

️Berkata Al ‘Allamah Sholih Al Fauzan حفظه اللّٰه : (Ia telah membuat kekacauan di tengah-tengah manusia dengan pemikiran-pemikirannya, kejahilannya dan kebohongan-kebohongannya).

Berkata Al ‘Allamah Ahmad Bin Yahya An Najmy رحمه اللّٰه : (Ia memiliki beberapa kesalahan dan aku tidak mampu untuk mengatakan bahwa ia pantas untuk diambil ilmu darinya).

Berkata Al ‘Allamah ‘Ubaid Al Jabiry حفظه الله : (Ia seorang yang rusak dan dungu ), ( Mubtadi’ yang merusak negeri-negeri dan merusak hamba-hamba Allah).

️Berkata Al ‘Allamah Abdullah Al Ghudayyan رحمه اللّٰه : (Tinggalkanlah dia dikarenakan ia merupakan orang yang memimpin madzhab Murjiah di Kerajaan Saudi Arabia).

Berkata Al ‘Allamah Hasan Bin Abdil Wahhab Al Banna حفظه اللّٰه : (Allah telah menyingkap hakikat dia sebenarnya).

Berkata Al ‘Allamah Robi’ Al Madkholy حفظه اللّٰه : (Ia termasuk Ahlul Bida’).

Berkata Al ‘Allamah Muhammad Bin Hadi حفظه اللّٰه : (Ia memiliki kejelekan-kejelekan).

Sumber : Channel telegram syaikh Fawwaz Bin Ali Al Madkholy حفظه اللّٰه.
telegram.me/fawaz_almadkali

Katanya rodja itu ahlus sunnah kok bisa menayangkan kajian ahlul bid’ah???

INILAH BUKTI NYATA KALAU RODJA ADALAH HALABIYYUN BUKAN SALAFIYYUN

Kalian jangan tertipu dan jangan mau dibodohi oleh dai-dai rodja, segera tinggalkan rodja karena mereka bukan ahlus sunnah atau salafiyyun

Bagi kalian yang ingin komentar fitnah atau ghibah silahkan tabayun sendiri di fanpage Rodja TV

Iklan

4 pemikiran pada “Inilah bukti nyata rodja adalah halabiyyun bukan salafiyyun

    1. Tidak boleh karena seorang ahlus sunnah tidak boleh mengambil ilmu dari ahlul bid’ah atau dari orang yang tidak jelas manhajnya, silahkan baca :

      MENGAMBIL ILMU DARI AHLUSSUNNAH

      Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda,

      سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي أُنَاسٌ يُحَدِّثُونَكُمْ مَا لَمْ تَسْمَعُوا أَنْتُمْ، وَلَا آبَاؤُكُمْ، فَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاهُمْ

      “Akan muncul pada akhir jaman sekelompok manusia yang akan menceritakan hadits kepada kalian dengan sesuatu yang tidak pernah kalian mendengarnya demikian juga bapak-bapak kalian. Maka berhati-hatilah kalian dari mereka.” (HR. Muslim no.6)

      Al-Imam Al-Baghawi Rahimahullah menyebutkan kesepakatan ulama salaf dalam memboikot ahlul bid’ah, beliau berkata,

      وَقَدْ مَضَتِ الصَّحَابَةُ وَالتَّابِعُونَ وَأَتْبَاعُهُمْ، وَعُلَمَاءُ السُّنَّةِ عَلَى هَذَا مُجْمِعِينَ مُتَّفِقِينَ عَلَى مُعَادَاةِ أَهْلِ الْبِدْعَةِ، وَمُهَاجَرَتِهِمْ

      “dan telah berlalu para shahabat, tabi’in, dan pengikut mereka, serta ulama sunnah atas perkara ini, yaitu mereka bersepakat untuk memusuhi ahlul bid’ah dan memboikot mereka.” (Syarhus Sunnah 1/227)

      Al-Imam Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah berkata,

      “Tiga (jenis manusia) yang tidak diambil (ilmunya) dari mereka, yaitu:

      1. Orang yang tertuduh melakukan kedustaan
      2. Pelaku kebid’ahan yang menyeruh kepada bid’ahnya
      3. Dan seseorang yang cenderung keliru dan salah

      Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata,

      “Semoga Allah menghinakan al-Karobisi, tidak boleh dijadikan teman duduk, tidak boleh diajak bicara, tidak boleh disalin kitab-kitabnya, dan kami tidak duduk bersama orang yang duduk dengannya.”

      Abdul Wahhab Al-Khaffaf rahimahullah berkata,

      “Aku melewati Amr bin Ubaid (tokoh mu’tazilah,pen) sedang duduk sendirian.

      Maka aku bertanya kepadanya, ‘apa yang terjadi denganmu sehingga manusia meninggalkanmu?’
      Ia menjawab, ‘Ibnu ‘Aun (ulama sunnah,pen) telah melarang manusia dariku, maka mereka pun pergi (meninggalkanku).” (Mizanul I’tidal 3/274)

      Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata,

      “Barangsiapa mendengar dari ahli bid’ah, maka Allah tidak akan memberi manfaat dengan apa yang ia dengar. dan barangsiapa berjabatan tangan dengannya, maka sungguh ia telah melepas Islam seutas demi seutas.” (Al-Jami’ Li AKhlaqi Ar-Rawi 1/138 hal.163)

      Al-Qahthani rahimahullah berkata dalam bait syar’irnya,

      Tidaklah berteman dengan ahli bid’ah kecuali orang yang sepertinya …

      di bawah asap ada api yang berkobar..

      Oleh karena itu, janganlah mengambil ilmu dari ahli bid’ah dan orang-orang yang menyimpang atau memiliki penyakit di dalam hatinya. Karena mengambil ilmu dari mereka akan mewariskan penyimpangan dari al-haq baik disadari ataupun tidak.

      Bundar Ibnul Husein rahimahullah berkata, “Berteman dengan ahli bid’ah akan mewariskan berpalingnya dari kebenaran.” (As-Siyar 16/106)

      Sehingga, jangan pedulikan orang yang mengatakan “aku akan mengambil ilmu dari siapa pun” atau “aku akan mengambil yang baiknya saja, adapun yang jelek aku tinggalkan”

      Sebenarnya, mereka sedang mempertaruhkan hidayah yang telah Allah berikan kepada mereka.. Allahul musta’an

      Semoga bermanfaat
      Referensi: An-Nubadz fi Adabi Thalabil ilmi (hal.24-28)
      Oleh: Tim Warisan Salaf
      ———–
      Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
      Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
      Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s