Fenomena istri selingkuh semakin banyak setiap tahun. Banyak faktor penyebab istri selingkuh dari yang kurang perhatian, suami bersikap kasar, suami terlalu egois dan lain sebagainya. Tapi bukan itu penyebab utamanya, kesalahan terbesar ada di pihak suami yang melupakan kewajiban utamanya yaitu, Allah berfirman :

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: Ayat 6)

Inilah penyebab utama istri selingkuh yaitu suami melalaikan kewajiban utamanya ini. Mereka meninggalkan agamanya dan tidak peduli dengan kewajiban utamanya yaitu menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka. Mereka terlalu sibuk dengan dunianya dan tidak mau mempelajari agama dan mengajarkan kepada keluarganya terutama istrinya.

Selain itu para suami melalaikan bahkan tidak tahu hak-hak istri dalam islam akibat enggannya mereka mempelajari ilmu agama. Dan juga kebanyakan suami zaman sekarang adalah dayyuts, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tiga golongan yang Allah subhanahu wa ta’ala haramkan mereka dari (memasuki) surga: orang yang kecanduan khamr, orang yang durhaka (kepada orang tuanya), dan ad-dayyuts, yaitu yang membiarkan istrinya berbuat zina.” (HR. Ahmad dalam Musnad dari Ibnu Umar dan dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami no. 3052)

Dayyuts adalah seorang suami yang membiarkan istrinya bermaksiat kepada Allah dan tidak punya rasa cemburu. Istrinya keluar rumah tanpa hijab syar’i dibiarkan, istrinya melakukan pergaulan lawan jenis yang bukan mahram tidak marah bahkan istrinya berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram dipersilahkan.

Dan kelak di hari kiamat para suami akan ditanya tentang tanggung jawabnya terhadap keluarganya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap kalian adalah penanggung jawab dan akan ditanya tentang tanggung jawabnya. Seorang penguasa adalah penanggung jawab dan kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya, dan seorang lelaki adalah penanggung jawab terhadap keluarganya dan ia akan ditanyai tentang tugasnya.” (HR. Ahmad, al-Bukhari, dan Muslim dari Ibnu Umar)

Jika istri selingkuh maka yang pertama ditanya adalah suaminya, apakah dia sudah menjalankan kewajibannya yaitu menjaga dirinya dan keluarganya dari dosa, memerintahkan istri untuk memakai hijab syar’i, melarang istri melakukan pergaulan yang diharamkan yaitu pergaulan lawan jenis yang bukan mahram dll.

Apa jawaban kalian jika hal ini ditanyakan kepada kalian di hari kiamat nanti wahai para suami?

Jika agama ditinggalkan maka rumah tangga pasti akan menjadi berantakan

Wallahu’alam