Jenis-jenis Ibadah

SERI AQIDAH SALAF (6)

CAKUPAN IBADAH

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahulloh berkata :

” (IBADAH) adalah nama yang mencakup semua perkara yang dicintai dan diridhoi oleh Alloh (ta’ala) baik berupa ucapan maupun perbuatan, baik yang batin (tersembunyi) maupun yang lahir (nampak).

Maka termasuk ibadah adalah : sholat, zakat, puasa, haji, ucapan yang jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada orangtua, silaturrohim, menepati janji, amar ma’ruf nahi mungkar, berjihad melawan orang kafir dan munafiqin, berbuat ihsan kepada : tetangga, anak yatim, ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal di jalan), budak dan binatang yang dimiliki.

Dan (termasuk ibadah pula, amalan lisan) seperti : berdo’a, dzikir, membaca Al-Qur’an dan amalan lainnya yang semisal itu.

Termasuk ibadah pula (amalan hati) seperti : mencintai Alloh dan Rosul-Nya, khosy-yah (takut) kepada Alloh, inabah (kembali) kepada-Nya, mengikhlaskan seluruh agama bagi-Nya, sabar menjalani hukum-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, ridho dengan ketentuan-Nya, bertawakal kepada-Nya, berharap rahmat-Nya, takut adzab-Nya, dan yang semisalnya, semuanya termasuk ibadah untuk Alloh.

Sesungguhnya, ibadah kepada Alloh adalah perkara puncak yang dicintai dan diridhoi oleh Alloh, yang karenanya Alloh menciptakan makhluk. Sebagaimana yang telah Alloh ta’ala firmankan (yang artinya) : “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah hanya kepada-Ku” (Surat Adz-Dzaariyaat : 56)

Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan -hafidhohulloh berkata :

“Semua bentuk amalan lahir (maupun yang batin) yang disebutkan oleh Syaikhul Islam (di atas) hanyalah contoh diantara bentuk-bentuk ibadah, yang tentunya, jumlah sebenarnya sangatlah banyak. Seluruhnya adalah ibadah untuk Alloh subhaanahu wata’ala, akan tetapi dengan syarat yang telah disebutkan yaitu : bahwa amalan tersebut DICINTAI dan DIRIDHOI oleh Alloh ta’ala.

Dan pertanda suatu amalan tersebut (dicintai dan diridhoi Alloh) adalah : amalan tersebut DISYARI’ATKAN oleh Alloh dan DIPERINTAHKAN agar dikerjakan. Maka Alloh ta’ala tidak boleh diibadahi kecuali dengan yang telah disyari’atkan.”

( Sumber : “Risaalah Al-‘Ubuudiyyah” lisyaikhil Islaam Ibni Taimiyyah, syarah : Syaikh Sholih Al-Fauzan, hal. 11-12 )

Ustadz Syamsu Muhajir حفظه الله

Website : http://darulhijrahalhaq.salafymedia.com/

JOIN Channel Telegram : https://telegram.me/KEUTAMAANILMU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s