SERI AQIDAH SALAF (12)

KEUTAMAAN IKHLAS DALAM BERIBADAH

SYAITHON TIDAK KUASA MENGALAHKAN AHLI TAUHID

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahulloh- berkata :

Ketika syaithon berkata :

(قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ

فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ)

“Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu YANG IKHLAS di antara mereka”. (Al-Hijr : 39-40)

Maka Alloh ta’ala berfirman :

(إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ

إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ)

“Sesungguhnya HAMBA-HAMBA-KU tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat.” (Al-Hijr : 42)

Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan -rohimahulloh- berkata:

️Alloh ta’ala MELAKNAT Iblis, yaitu: Alloh menjauhkan Iblis dari rahmat-Nya karena dia menentang dan menyombongkan diri terhadap perintah Alloh ketika Alloh memerintahkannya agar bersujud kepada Adam. Iblis berkata : “Wahai Robb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat” dan tidak mengatakan : “Sesungguhnya AKU SESAT, maka ampunilah aku”. Dalam hal ini Iblis menjadikan takdir sebagai hujjah (pembenar) kemaksiatannya dan tidak mau bertobat dari dosanya. Berbeda dengan Adam -‘alaihissalaam- dia bertobat dan mengakui kesalahannya.

️Selanjutnya Iblis berkata (yang artinya) :

“Pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.”

️Iblis mengancam untuk mengalahkan bani Adam. Namun dia mengecualikan sebagian manusia dengan ucapannya (yang artinya) :
“… kecuali hamba-hamba-Mu yang IKHLAS di antara mereka”.

Maka Alloh -jalla wa’ala- berfirman (yang artinya) :

“Ini adalah jalan yang lurus, kewajibanKu-lah (menjaganya). Sesungguhnya HAMBA-HAMBA-KU tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.” (Al-Hijr : 41-42)

️Maka orang-orang yang bersandar dan mencari perlindungan hanya kepada Alloh, syaithon tidak kuasa menyesatkan mereka, karena Alloh telah menjaga mereka ketika mereka MENG-IKHLAS-KAN IBADAH HANYA KEPADA ALLOH ta’ala semata.”

(Sumber: Syarhu risaalah al-‘ubuudiyyah lisyaikhil-islaam Ibni Taymiyyah, karya Syaikh Sholih Al-Fauzan, hal. 19-20)

Ustadz Syamsu Muhajir حفظه الله

Join Channel Telegram : http://tlgrm.me/seriaqidahsalaf