Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah ta’ala- berkata :

“Pendapat ini tidak benar ! Yaitu bahwa asal-usul manusia dari kera. Akan tetapi justru orang yang berpendapat seperti itulah yang monyet, karena akal dan pandangannya telah berubah. Maka pantas kita namai dia itu MONYET dan bukan manusia walaupun bersosok manusia.”

Beliau -rahimahullah- juga berkata :

“Tidak benar jika dikatakan bahwa asal-usul manusia berasal dari monyet. Keyakinannya yang seperti ini kafir, karena dia mendustakan Al-Qur’an.

Sesungguhnya Allah ta’ala telah menerangkan bahwa asal-usul ciptaan manusia berasal dari tanah saat menciptakan Adam -‘alaihish-shalaatu was-salaam-, dan dia adalah bapak manusia. Setelah itu Allah ta’ala menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.

Monyet yang dikenal, adalah binatang dari spesies makhluk yang terpisah dari manusia. Dia makhluk yang tumbuh sesuai tabiatnya yang Allah -tabaaraka wa ta’ala- mengembangbiakkannya seperti halnya keledai, anjing, bighol, kuda, unta, sapi, kambing, dhobb, ayam dan selainnya.

Tidak boleh bagi seseorang, bahkan tidak boleh bagi negara Islam yang menisbahkan diri kepada Islam memasukkan pendapat tersebut dalam kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah”

(Catatan : Pendapat bahwa manusia dari kerabat monyet berasal dari Teori Evolusi yang dicetuskan oleh Charles Robert Darwin (lahir di Inggris1809 M). Teori Evolusi digagas pertama kali oleh Aristoteles, tokoh filsafat Yunani, pent.)

حكم قول ان: أصل الإنسان قرد انتبه اعتقاد هذا الأمر كفر

للشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى

هذا القول ليس بصحيح!!
أعني القول بأن أصل الإنسان قرد، ولكن القائل به هو في الحقيقة قرد ممسوخ العقل وممسوخ البصيرة، فجدير أن نسميه هو قرداً وليس بإنسان حتى وهو على صورة إنسان.

وقال الشيخ ايضا:

ليس بصحيح أن أصل الإنسان قرد، واعتقاده كفر؛ لأنه تكذيب للقرآن،

فإن الله تعالى بين أن خلق الإنسان أصله من طين بخلق آدم عليه الصلاة والسلام، وهو أبو البشر، ثم جعل الله تعالى نسله من سلالة من ماء مهين،

والقرود المعروفة هي من جملة فصائل المخلوقات الأخرى، فهي مخلوقات نشأت هكذا لطبيعتها، أنشأها الله تبارك وتعالى على هذه الصفة كالحمير والكلاب والبغال والخيل والإبل والبقر والغنم والظباء والدجاج وغيرها،

ولا يجوز لأحد بل لا يجوز لدولة مسلمة تنتمي إلى الإسلام أن تقرر هذا في مدارسها.

رابط الفتوى:

Ustadz Syamsu Muhajir hafizhahullah

@KEUTAMAANILMU

Majmu’ah Hikmah Salafiyyah : https://t.me/hikmahsalafiyyah