Jangan masuk dalam suatu permasalahan hanya dengan bermodalkan “kira-kira…” atau “perasaan…”. Jika kita tidak tahu apa dasar ilmunya, yang paling selamat ialah diam.

Allah ta‘ala berfirman,

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا 

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Q.S. Al-Israʼ: 36)

Menerangkan ayat di atas, al-‘Allamah Muhammad al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

“Firman Allah ((وَلَا تَقْفُ / Dan janganlah kamu mengikuti)) yakni: ‘Jangan memasuki suatu urusan yang engkau tidak memiliki ilmunya.ʼ Larangan ini mencakup segala hal; perkara apa pun yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya, maka jangan ikut masuk. Berpalinglah dan jangan ikut berbicara! Sebab engkau dalam bahaya.”

Syarah Riyadhus Shalihin, 6/111.

— LT. 3 @ Kota Raja
— Hari Ahadi, 06 al-Muharram 1443 / 15 Agustus 2021

Sumber : https://t.me/nasehatetam