Berpakaian tapi telanjang

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua jenis penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. Satu kaum, dengan cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka menggunakannya untuk memukul orang. Kaum wanita yang berpakaian, padahal tetap telanjang. Mereka membuat orang lain menjadi menyimpang dan mereka sendiri jauh dari ketaatan kepada Allah. Kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga juga tidak dapat mencium harumnya surga. Padahal wanginya surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.” [H.R. Muslim 2128]

Luar biasa indahnya Islam! Kita dikenalkan dengan berbagai macam makna dan hakikat dari sekian banyak hal. Islam meluruskan cara pandang kita. Islam mengajak untuk melihat dan menilai dengan sudut suci. Alhamdulillah. Kalau bukan karena Allah yang bermurah kasih, tentu kita tidak pernah mengecap manisnya Islam.

Kaya itu kaya hati, bukan dengan ukuran harta. Orang kuat itu bukankah dia yang mampu membanting atau menjatuhkan lawan, namun dia yang dapat menahan emosi. Seorang dermawan adalah yang selalu berbagi walau sedikit, bukannya dia yang harus memberi dalam jumlah besar.

Nah, Sobat Tashfiyah, hal-hal di atas sekadar contoh tentang Islam yang mencerahkan pemahaman akan banyak hal dalam kehidupan manusia. Indah sekali bukan? Harapannya, supaya kita tidak salah menilai. Agar kita tidak keliru menanggapi. Itulah Islam yang sangat menginginkan kebenaran.

Hakikat wanita yang berpakaian dan wanita yang telanjang pun demikian. Islam tidak hanya menilai wanita telanjang sebagai wanita yang tidak menggunakan sehelai benang pun di badannya. Bukan hanya itu! Bahkan sekalipun dia berpakaian, tetap dinilai telanjang oleh Islam. Kenapa bisa begitu?

Memang ia berpakaian. Namun pakaiannya tidak mencukupi untuk disebut menutup tubuh. Lekuk tekuk badannya tercetak jelas. Warna kulitnya pun tidak dapat disembunyikan oleh pakaiannya. Betis dan pahanya terlihat. Leher dan rambutnya tersaji untuk setiap orang.

Apakah wanita semacam ini dapat dikatakan berpakaian? Ataukah ia lebih pantas dikatakan telanjang?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (2128) mengenai hal ini. Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua jenis penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. Satu kaum, dengan cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka menggunakannya untuk memukul orang. Kaum wanita yang berpakaian, padahal tetap telanjang. Mereka membuat orang lain menjadi menyimpang dan mereka sendiri jauh dari ketaatan kepada Allah. Kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga juga tidak dapat mencium harumnya surga. Padahal wanginya surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.”

***

Mengerikan! Benar-benar menakutkan!

Apakah engkau, wahai saudariku, tidak tergetar hatimu dengan ancaman Nabi Muhammad n di atas? Apakah engkau tidak merasa ngeri dengan berita Nabi? Bayangkan! Jangankan masuk surga, harum mewangi surga yang tercium dari jarak yang sangat jauh pun tidak dapat ia rasakan.

Memang ada dua jenis orang yang diancam seperti itu. Akan tetapi, kali ini kita sedang berbicara tentang dirimu. Tentangmu, wahai saudariku muslimah. Sabda Nabi Muhammad n di atas bukanlah sebatas untuk menakut-nakutimu. Seperti itulah dalamnya cinta dan luasnya perhatian Rasulullah n kepada kaum muslimah.

Beliau menyampaikan hal ini agar kaum muslimah berupaya untuk tidak terbawa dalam dosa. Subhanallah! Gambaran wanita seperti di dalam hadits memang belum pernah ada di zaman Nabi. Beliau tidak pernah menyaksikan fakta pahit di lapangan seperti itu. Bagaimana di zaman kita ini?

Hadits di atas sekaligus sebagai salah satu bukti kerasulan Muhammad dan kenabiannya. Sebab, berita yang disampaikan beliau benar-benar terjadi. Terjadi seperti yang termaktub di dalam hadits. Kalau bukan berdasarkan wahyu dari Allah, tidak akan mungkin beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bisa bercerita untuk kita.

Coba baca secara cermat gambaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang wanita yang disebut tidak masuk surga dan tidak bisa mencium harumnya!

***

Wanita yang berpakaian, namun telanjang. Iya, apa artinya beberapa lembar kain yang terjahit sebagai pakaiannya? Sementara pakaian itu masih dengan jelas menggambarkan tubuh dan badannya. Tipis, menerawang, pendek dan ketat. Bagian tubuhnya yang mesti terlindungi tetap terbuka. Nampak dilihat. Ah, malu rasanya untuk melanjutkan.

Ia berpakaian, namun telanjang!

Wanita yang sesat jalan, sesat berpikir. Ia jauh dari nilai-nilai agama. Ia tidak mengerti mengapa ia diciptakan di dunia? Untuk apa ia hidup di atas muka bumi? Ia tidak mengenal Allah, tidak mengenal Nabi-Nya juga tidak mengenal Islam secara sebenarnya. Wanita yang tidak berusaha mencari jalan terang.

Wanita yang membuat orang lain ikut tersesat. Teman wanitanya dipengaruhi untuk sama-sama menjauh dari Allah. Ia mengajak -walau hanya dalam sikap, tanpa berkata-kata- sesamanya untuk membuang jauh-jauh ajaran agama. Wanita yang membuat kaum laki-laki menjadi bangkit nafsu dan syahwatnya. Wanita yang membuat kaum laki-laki selalu berpikir kotor karena melihat cara berpakaiannya.

Wanita maailaat dan wanita mumiilaat!

Wanita yang mode rambutnya mirip punuk unta. Digelung, disanggul dan dibuat tinggi ke atas. Ia memilih cara seperti itu untuk berhias dan berdandan untuk tampil di hadapan khalayak ramai. Bukannya malu, malah ia merasa bangga dan percaya diri. Apalagi bila terdengar komentar penuh pujian. Berbunga-bunga hatinya.

Ru’usuhunna ka asnimatil bukhti al maailah. Kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

***

Di dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa harum mewanginya surga dapat tercium dari jarak lima ratus tahun perjalanan. Masya Allah! Subhanallah! Apabila demikian, ancaman untuk kaum wanita bercirikan di atas bukanlah ancaman yang ringan. Ini ancaman berat lagi menakutkan.

Mestinya, ancaman di atas sudah cukup bagi seorang wanita muslimah untuk melakukan instrospeksi diri. Sudahkan ia berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari siksa jahannam? Sudahkah ia berkaca dan bercermin, jika dirinya ternyata jauh dari nilai-nilai Islam?

Ingatlah sekali lagi, wahai saudariku. Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di atas bukan sebatas untuk menakut-nakuti. Beliau ingin dirimu menjadi wanita penghuni surga. Beliau hendak membimbingmu agar terhindar dari siksa neraka. Mengapa engkau belum juga tersadar? Apakah engkau tidak merasakan betapa cinta dan kasihnya beliau kepadamu?

Sekarang. Sejak detik ini. Mulailah berpikir untuk membuka lembaran baru dalam hidupmu. Mulailah untuk merancang, mereka-reka, merencanakan dan menyusun program. Program hidup yang akan membawamu dalam kedamaian hakiki. Ketenteraman abadi. Dalam balutan hijab syar’i.

Tinggalkan pakaian-pakaian seksimu! Pakaian yang mesti engkau tebus dengan rupiah yang tidak sedikit. Bila dahulu selalu mengikuti perkembangan mode dan fashion, sekarang engkau harus memulai untuk melengkapi busana muslimahmu. Jauhi teman-teman yang akan menghalangi niat sucimu ini. Barakallahu fik.

Sebuah pesan terakhir, sebelum kita berpisah melalui tulisan ini. Jadikanlah pertimbangan utamamu untuk menentukan sikap demi keputusan terakhir. Antara tetap hidup dalam pakaian bertelanjang ataukah menyonsong damainya hijab syar’i. Jadikanlah pertimbanganmu, dengan membayangkan surga dan neraka di hadapanmu!

Manakah yang akan engkau pilih?!

Dari sini. Dari bumi Allah ini. Saya hanya dapat membantu dengan doa. Ya Allah berikanlah petunjuk-Mu untuk saudari-saudariku. Terangilah hati dan pikiran mereka. Luaskanlah dan lapangkanlah dada mereka agar dapat menerima kebenaran yang Engkau terangkan dalam kitab-Mu. Bimbinglah mereka agar mantap dan tegar hatinya di dalam sebuah keputusan suci; berhijab secara syar’i.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq. Allah yang memberi taufik kepada jalan yang terbaik.

[Al Ustadz Abu Nasim Muktar]

Sumber : http://tashfiyah.com/berbaju-tapi-telanjang/

Larangan meminta-minta

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

لَأَنْ يَحْتَزِمَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً مِنْ حَطَبٍ، فَيَحْمِلَهَا عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا، يُعْطِيهِ أَوْ يَمْنَعُهُ

“Seseorang di antara kalian mencari satu ikat kayu bakar, lalu ia memikulnya dan menjualnya, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik diberi atau tidak diberi.” (HR. Muslim no.1042)

Dalam riwayat lain disebutkan,
Lanjutkan membaca “Larangan meminta-minta”

Menjaga Rahasia

Rahasia adalah apa yang terjadi secara tersembunyi antara seseorang dengan temannya. Tidak halal baginya menyebarkan rahasia tersebut atau menceritakannya kepada orang lain. Dan rahasia bisa diketahui dengan salah satu dari tiga hal:

Pertama: Ia mengatakan kepadamu “Jangan beritahu siapa pun.”

Kedua: Adanya indikasi dari perbuatannya bahwa ia tidak suka diketahui oleh orang lain, contohnya: ia menoleh ke kanan dan ke kiri pada saat menceritakan sesuatu tersebut.

Lanjutkan membaca “Menjaga Rahasia”

Suami yang terbaik adalah suami yang paling baik akhlaknya kepada istrinya

Dari Abi Hurairah beliau berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْمَل الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya” (HR. Ahmad dan At Tirmidziy)

Dan dari ‘Aisyah beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُكُم خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُم ْلِأَهْلِي“

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian (dalam bermuamalah) dengan keluargaku” (HR. At Tirmidziy )

Asy-Syaukani rahimahullah berkata :
Lanjutkan membaca “Suami yang terbaik adalah suami yang paling baik akhlaknya kepada istrinya”

Suami Ideal, Antara Kenyataan dan Harapan

Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi
 
Dengan segala hikmah dan kasih sayang-Nya Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kehidupan rumah tangga sebagai kehidupan yang penuh hikmah, menyimpan segudang asa, dan menyisipkan banyak rahasia. Ada suka, ada pula duka. Walau jeram-jeram kehidupan selalu ada di hadapan, namun bunga-bunga kasih sayang dan cintalah yang kerap menjadi auranya. Dari kehidupan rumah tangga ini, lahirlah cikal bakal orang-orang besar yang mengantarkan umat menuju kejayaannya.

Itulah salah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala di alam semesta. Namun, hanya kaum yang berpikirlah yang dapat mencerna dan memahaminya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (ar-Rum: 21)

Lanjutkan membaca “Suami Ideal, Antara Kenyataan dan Harapan”

Membantu tugas istri adalah sunnah nabi

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

Termasuk tawadhu’nya Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah beliau di dalam rumah membantu keluarga beliau. Beliau memerah susu kambing, menjahit sandal, membantu mereka di rumah mereka. Karena Aisyah pernah ditanya, apa yang diperbuat Nabi shallallahu alaihi wasallam di rumah beliau? Aisyah berkata : ”Beliau sering membantu keluarga beliau shallallahu alaihi wasallam.”

Lanjutkan membaca “Membantu tugas istri adalah sunnah nabi”