Akibat anak terlalu dimanja

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah :

“Betapa banyak orang yang menyengsarakan anaknya dan buah hatinya di dunia dan akhirat karena mengabaikannya, tidak mendidiknya dan justru mendukungnya untuk melampiaskan keinginan syahwatnya.”
Lanjutkan membaca “Akibat anak terlalu dimanja”

Iklan

Dalil-dalil haramnya ikhtilath (campur baur lawan jenis)

Ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

Pembicaraan seputar ikhtilath atau bercampur baur antara laki-laki dan perempuan dengan tanpa hijab/tabir penghalang sudah pernah kita singgung. Namun karena banyaknya penyimpangan kaum muslimin dalam perkara ini dan adanya sisi-sisi permasalahan yang belum tersentuh maka tak ada salahnya kita bicarakan dan kita ingatkan kembali.

Bukankah Rabbul Izzah telah berfirman:
Lanjutkan membaca “Dalil-dalil haramnya ikhtilath (campur baur lawan jenis)”

Mayoritas istri selingkuh salah suami

Fenomena istri selingkuh semakin banyak setiap tahun. Banyak faktor penyebab istri selingkuh dari yang kurang perhatian, suami bersikap kasar, suami terlalu egois dan lain sebagainya. Tapi bukan itu penyebab utamanya, kesalahan terbesar ada di pihak suami yang melupakan kewajiban utamanya yaitu, Allah berfirman :
Lanjutkan membaca “Mayoritas istri selingkuh salah suami”

Bila suami membiarkan istrinya bermaksiat

BILA SUAMI MEMBIARKAN ISTRINYA BERMAKSIAT

Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc.

Tali pernikahan menuntut seorang suami sebagai kepala keluarga untuk memikul tanggung jawab yang tidak ringan dalam mengurusi istri dan anak-anaknya. Tanggung jawab ini tidak hanya berupa pemberian nafkah dan kebutuhan lahiriah saja. Namun lebih dari itu, yaitu memerhatikan perkara agama dengan membimbing mereka kepada ketaatan serta mencegah mereka dari kemaksiatan dan penyimpangan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Lanjutkan membaca “Bila suami membiarkan istrinya bermaksiat”

Jagalah Lisanmu

Ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

Nikmat Allah yang terlimpah kepada kita tiada terbilang hingga kita tidak mampu menghitungnya. Allah berfirman:

“Dan jika kalian ingin menghitung nikmat Allah niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya.” (Ibrahim: 34)

Dia Yang Maha Suci juga berfirman:
Lanjutkan membaca “Jagalah Lisanmu”

Menjauhi perbuatan ghibah

Ghibah didefinisikan oleh Nabi :

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ

Engkau sebutkan sesuatu tentang saudaramu yang tidak dia senangi (H.R Muslim no 4690).

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk melakukan ghibah, dan Allah sebutkan perbuatan ghibah sebagai sesuatu yang sangat menjijikkan. Allah ibaratkan seseorang yang berghibah adalah memakan daging jenazah saudaranya sesama muslim.

Lanjutkan membaca “Menjauhi perbuatan ghibah”

Bahaya Perbuatan Zhalim

Zhalim terbagi menjadi dua :

1. Kezhaliman terkait dengan hak Allah,
2. Kezhaliman terkait dengan hak sesama hamba Allah.

Kezhaliman yang terbesar ialah yang berkaitan dengan hak Allah dan mensekutukan-Nya.

Adapun kezhaliman yang berkaitan dengan hak sesama hamba, ialah menzhalimi dirinya, hartanya, atau kehormatannya.

Kezhaliman dengan dua jenisnya merupakan perbuatan yang haram dilakukan. Dan Allah telah menyiapkan balasan yang dahsyat bagi pelaku kezhaliman tersebut. Di antaranya ialah orang yang zhalim tidak memiliki penolong dan pembela yang bisa menyelamatkannya dari adzab Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Lanjutkan membaca “Bahaya Perbuatan Zhalim”