Aliran Sesat


Berkata al-Imam al-‘Allamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah:

“Ahlul bid’ah tidak ada penjagaan baginya. Mereka tidak terjaga dari kejelekan. Bahkan (perbuatan) yang mereka terjatuh di dalamnya (bid’ah), itulah (sebenarnya) kejelekan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Semua bid’ah adalah sesat dan semua kesesatan berada di neraka”

(lebih…)

Al ‘Allamah ‘Ubaid al Jabiri hafizhahullah:

“Jangan pernah sekalipun engkau tertipu dengan tindakan orang-orang khawarij (teroris) ini yang menghujat pemerintah di atas mimbar-mimbar dan di tempat-tempat pertemuan umum serta membeberkan kesalahan-kesalahan pemerintah. Karena ini semua merupakan bentuk provokasi yang merupakan manhaj khawarij qa’adiyyah (1).”

Majmu’ah ar Rasail 1/242

(1) https://asysyariah.com/siapakah-khawarij/

Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah berkata:

(lebih…)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

“Dan apa yang diriwayatkan bahwasanya :

شر قتلى تحت أديم السماء

“(Mereka adalah) sejelek jelek mayat dibawah kolong langit”.

خيرقتيل من قتلوه

“Sebaik baik orang yang terbunuh adalah orang yang mereka bunuh”.

Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah, riwayat at Tirmidzi dan selainnya, yaitu bahwasanya mereka paling besar kejelekannya atas kaum Muslimin dibandingkan yang lainnya.

(lebih…)

Al-Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- berkata :

“Sesungguhnya bid’ah yang pertama kali muncul dalam Islam adalah fitnah khawarij. Dan benihnya ketika itu adalah karena urusan dunia. Yaitu ketika Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membagi ghanimah (harta rampasan) pada perang Hunain. Mereka menganggap dengan akal mereka yang rusak bahwa beliau tidak adil dalam pembagian. Maka serta merta merekapun memunculkan pemikiran ini. Sehingga berkatalah juru bicara mereka, yaitu Dzul Khuwaishiroh, -semoga Allah mematahkan lengannya- : “Berbuat adil-lah, karena sesungguhnya engkau tidak adil.” Maka Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata kepadanya:
(lebih…)

Ditulis oleh al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc

Seseorang yang memerhatikan paham liberalisme akan tahu bahwa paham ini hakikatnya adalah anti ajaran agama. Sebab, ia sejak awal tumbuh dalam cuaca penentangan terhadap ajaran agama. Tiga prinsip utamanya: kebebasan, individualisme, dan rasionalisme. Semuanya menunjukkan ketidaksiapan untuk terikat dengan ajaran agama, bahkan menentang ajaran agama.

Oleh karena itu, kita akan mendapati seorang penganut sejati liberalisme akan terjatuh pada sekian banyak perkara kekafiran.

Seorang liberalis murni yang sejak awal antiagama tidak termasuk dalam pembahasan kita. Akan tetapi, jika ada seorang muslim yang berjalan menuju gerbang liberal, maka perhatikanlah ke mana Anda melangkah!
(lebih…)

Ditulis oleh al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.

Sikap mudah mengafirkan sesama muslim banyak berjangkit di kalangan umat. Yang paling menonjol adalah pengkafiran terhadap pemerintah muslim karena mereka tidak menerapkan hukum Islam. Tak sedikit di antara mereka yang menjadikan sikap ini sebagai tanda militan atau tidaknya seorang muslim. Siapa yang tidak mengafirkan pemerintah muslim yang tidak berhukum dengan hukum Islam, maka masih diragukan militansinya.

(lebih…)

Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Bermula dari kepulangan Khomeini ke Iran pada 1 Februari 1978 dari pengasingannya di Paris, Khomeini langsung menyerukan penggulingan Perdana Menteri Shapour Bachtiar, yang menjadi kepanjangan tangan Shah Iran. Khomeini seakan-akan menjadi antitesa dari rezim Shah Iran yang disokong oleh Amerika Serikat. Ia seolah menjadi tokoh anti-Amerika dan Barat.

Karena itu, banyak kalangan muda di dunia Islam yang tertindas oleh rezim-rezim yang menjadi kaki tangan Amerika Serikat dan Barat, menemukan bentuknya yang baru, dan sosok Khomeini sepertinya menjadi pahlawan mereka. Kemudian dengan penuh semangat mereka mengidentikkan diri mereka ke dalam revolusi “Islam” Iran ala Khomeini. Inilah awal masuknya pengaruh Iran ke dunia Islam.

Sejatinya, revolusi “Islam” Iran itu tidak lain hanyalah revolusi kaum Syiah yang ingin meluaskan pengaruhnya ke dunia Islam sehingga banyak muncul kekuatan politik baru yang bercorak ideologi Syiah.
(lebih…)

Laman Berikutnya »