Bahaya liberalisme dari sudut pandang akidah

Ditulis oleh al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc

Seseorang yang memerhatikan paham liberalisme akan tahu bahwa paham ini hakikatnya adalah anti ajaran agama. Sebab, ia sejak awal tumbuh dalam cuaca penentangan terhadap ajaran agama. Tiga prinsip utamanya: kebebasan, individualisme, dan rasionalisme. Semuanya menunjukkan ketidaksiapan untuk terikat dengan ajaran agama, bahkan menentang ajaran agama.

Oleh karena itu, kita akan mendapati seorang penganut sejati liberalisme akan terjatuh pada sekian banyak perkara kekafiran.

Seorang liberalis murni yang sejak awal antiagama tidak termasuk dalam pembahasan kita. Akan tetapi, jika ada seorang muslim yang berjalan menuju gerbang liberal, maka perhatikanlah ke mana Anda melangkah!
Lanjutkan membaca “Bahaya liberalisme dari sudut pandang akidah”

Iklan

Mewaspadai Fitnah Takfir

Ditulis oleh al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.

Sikap mudah mengafirkan sesama muslim banyak berjangkit di kalangan umat. Yang paling menonjol adalah pengkafiran terhadap pemerintah muslim karena mereka tidak menerapkan hukum Islam. Tak sedikit di antara mereka yang menjadikan sikap ini sebagai tanda militan atau tidaknya seorang muslim. Siapa yang tidak mengafirkan pemerintah muslim yang tidak berhukum dengan hukum Islam, maka masih diragukan militansinya.

Lanjutkan membaca “Mewaspadai Fitnah Takfir”

Syiah Di Indonesia

Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Bermula dari kepulangan Khomeini ke Iran pada 1 Februari 1978 dari pengasingannya di Paris, Khomeini langsung menyerukan penggulingan Perdana Menteri Shapour Bachtiar, yang menjadi kepanjangan tangan Shah Iran. Khomeini seakan-akan menjadi antitesa dari rezim Shah Iran yang disokong oleh Amerika Serikat. Ia seolah menjadi tokoh anti-Amerika dan Barat.

Karena itu, banyak kalangan muda di dunia Islam yang tertindas oleh rezim-rezim yang menjadi kaki tangan Amerika Serikat dan Barat, menemukan bentuknya yang baru, dan sosok Khomeini sepertinya menjadi pahlawan mereka. Kemudian dengan penuh semangat mereka mengidentikkan diri mereka ke dalam revolusi “Islam” Iran ala Khomeini. Inilah awal masuknya pengaruh Iran ke dunia Islam.

Sejatinya, revolusi “Islam” Iran itu tidak lain hanyalah revolusi kaum Syiah yang ingin meluaskan pengaruhnya ke dunia Islam sehingga banyak muncul kekuatan politik baru yang bercorak ideologi Syiah.
Lanjutkan membaca “Syiah Di Indonesia”

Nasehat agar menjauhi para hizbiyyin

Berkata al-‘Allamah Muqbil al-Wadi’i rahimahullah:

“Dan di dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-‘Asy’ari radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa ‘Ala aalihi wa Sallam:

“مثل الجليس الصالح وجليس السوء كحامل المسك ونافخ الكير ، فحامل الـمسك إما أن يحـذيك ، وإما أن تبتاع مـنه ، وإما أن تجد منه ريحاً طيبة ، ونافخ الكير إما أن يحرق ثيابك ، وإما أن تجد منه ريحاً منتنة.”

“Permisalan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang jelek adalah seperti penjual minyak wangi (misik) dan peniup api. Seorang teman duduk yang shalih ibarat penjual minyak wangi, sehingga boleh jadi ia akan memberimu (yakni memberimu sebagian minyak wanginya) atau boleh jadi engkau akan membeli darinya atau setidaknya engkau akan mendapatkan aroma yang baik selama engkau bersamanya.
Lanjutkan membaca “Nasehat agar menjauhi para hizbiyyin”

Sejarah Suram Ikhwanul Muslimin

Ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.

Shufi, Syi’ah, Pluralisme, Mu’tazilah, dan lain-lain masing-masingnya jelas berbeda. Namun apa jadinya jika semua kelompok menyimpang ini dijadikan satu? Jadilah ia Ikhwanul Muslimin (IM).

Gerakan Ikhwanul Muslimin yang mendominasi dakwah pergerakan-pergerakan di Mesir, gaungnya tidak hanya terdengar di negeri asalnya. Namun “dakwah”-nya telah mendunia, masuk ke penjuru-penjuru negeri di hamparan bumi ini. Termasuk tanah air kita, Indonesia, meski tentu saja dengan nama yang berbeda.

Pemikiran dan buku tokoh-tokoh mereka, semacam Hasan Al-Banna, Sayyid Quthub, Said Hawwa, Fathi Yakan, Yusuf Al-Qardhawi, At-Turabi tersebar luas dengan berbagai bahasa, sehingga sempat mewar-nai gerakan-gerakan dakwah di berbagai negara.
Lanjutkan membaca “Sejarah Suram Ikhwanul Muslimin”

Bom bunuh diri dalam timbangan syariat

Semangat tetapi tanpa ilmu, penyakit inilah yang banyak menjangkiti kalangan aktivis dan pemuda Islam. Lahirlah kemudian berbagai macam aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Penyanderaan, bom bunuh diri, penyerangan terhadap warga negara dan kepentingan asing, serta pemberontakan terhadap pemerintah muslim, adalah sederet contoh tindakan yang dibungkus dengan nama jihad. Akibatnya, jihad yang syar’i justru dipandang sebelah mata oleh umat.

Jihad di dalam Islam merupakan salah satu amalan mulia, bahkan termasuk yang paling dimuliakan dalam Islam. Sebab, dengan amalan ini seorang muslim harus rela mengorbankan segala yang dimilikinya berupa harta, jiwa, tenaga, waktu, dan segala kesenangan dunia untuk menggapai keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
Lanjutkan membaca “Bom bunuh diri dalam timbangan syariat”

Sikap ahlus sunnah terhadap Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir

SIKAP AHLUS SUNNAH TERHADAP IKHWANUL MUSLIMIN DAN HIZBUT TAHRIR

Pertanyaan : Apa sikap ahlus sunnah wal jama’ah terhadap ikhwanul muslimin dan hizbut tahrir ? Jelaskan kepada kami penyimpangan mereka !

Syaikh al ‘allamah Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i رحمه اللّٰه menjawab :

Sikap ahlus sunnah wal jama’ah terhadap ikhwanul muslimin adalah menghukumi manhaj mereka sebagai manhaj mubtada’, dan menghukumi individu-individu mereka dengan hukum sebagai berikut :
Lanjutkan membaca “Sikap ahlus sunnah terhadap Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir”