Benarkah tauhid memecah belah ummat?

Pertanyaan :

Apa nasihat engkau bagi pihak yang mengatakan bahwa tauhid memecah belah ummat ? dan mengatakan : Kita mengumpulkan massa terlebih dahulu kemudian kita mengajari manusia ?

Asy Syaikh Al ‘Allamah Shalih Bin Fauzan Al Fauzan حفظه الله menjawab :
Lanjutkan membaca “Benarkah tauhid memecah belah ummat?”

Petaka Akhir Zaman

Dari Ziyad bin Labid radhiallahu ‘anhu beliau berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan sesuatu (tentang fitnah,pen), lalu beliau bersabda,

ذَاكَ عِنْدَ أَوَانِ ذهَابِ الْعِلْمِ

‘Hal tersebut terjadi ketika hilangnya ilmu.’

Aku berkata: ‘wahai rasulullah, bagaimana ilmu itu akan hilang padahal kami membaca al Qur’an dan kami bacakan kepada anak-anak kami, dan anak-anak kami membacakannya kepada anak-anak mereka sampai hari kiamat.?’

Beliau bersabda:
Lanjutkan membaca “Petaka Akhir Zaman”

Pemerintah Cerminan Rakyat

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Dan perhatikanlah hikmah-Nya – Ta’ala – ketika menjadikan para raja, para penguasa, dan para pemerintah semua hamba-Nya berasal dari jenis amalan mereka sendiri.

Bahkan amal perbuatan mereka (para rakyat-pen) terlihat jelas dalam gambaran penguasa/pemerintah dan raja-rajanya. Apabila para rakyat berlaku istiqamah, raja mereka juga istiqamah (lurus mengikuti petunjuk agama-pen). Jika para rakyat berlaku adil, para rajanya juga akan berbuat adil terhadap mereka.

Jika para rakyat berlaku menyimpang, para raja dan para penguasa mereka juga berlaku menyimpang/jahat.
Lanjutkan membaca “Pemerintah Cerminan Rakyat”

Sikap seorang muslim terhadap perayaan natal dan tahun baru

Menanggapi upaya-upaya yang keras dari orang-orang kafir dalam meredam dan menggugurkan prinsip Al-Bara’, melalui hari raya mereka, maka sangatlah mendesak untuk setiap muslim mengetahui dan memahami perkara-perkara berikut ini:

1. Tidak Menghadiri Hari Raya Mereka

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Berbaurnya kaum muslimin dengan non-muslim (kafir, pen) dalam acara hari raya mereka adalah haram. Sebab, dalam perbuatan tersebut mengandung unsur tolong menolong dalam hal perbuatan dosa dan permusuhan. Padahal Allah berfirman (artinya): “Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kalian tolong menolong didalam dosa dan pelanggaran.” (Al Maidah:2)…..Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa kaum muslimin tidak boleh ikut bersama orang-orang kafir dalam acara hari raya mereka karena hal itu menunjukan persetujuan dan keridhaan terhadap agama mereka yang batil.” (Disarikan dari majalah Asy Syariah no.10 hal.8-9)
Lanjutkan membaca “Sikap seorang muslim terhadap perayaan natal dan tahun baru”

Wajib atas setiap muslim untuk mempelajari agamanya

Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,

Wajib atas setiap muslim untuk mengenal/mengerti semua urusan agamanya : aqidah dan syari’at. Yaitu mempelajari aqidah, apa yang wajib untuknya, hal-hal yang berlawanan dengannya, hal-hal yang menyempurnakannya, dan apa saja yang bisa membatalkannya. Sehingga aqidahnya menjadi aqidah yang benar dan selamat.

Lanjutkan membaca “Wajib atas setiap muslim untuk mempelajari agamanya”

Rajin sholat tapi tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah

Shalat yang mencegah dari perbuatan keji dan mungkar adalah shalat yang sempurna, yang mencocoki bimbingan yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi was salam dengan menghadirkan hati dan menunaikan amalan tersebut sesuai dengan sunnah yang datang padanya. Lanjutkan membaca “Rajin sholat tapi tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”