Bahaya Perbuatan Zhalim

Zhalim terbagi menjadi dua :

1. Kezhaliman terkait dengan hak Allah,
2. Kezhaliman terkait dengan hak sesama hamba Allah.

Kezhaliman yang terbesar ialah yang berkaitan dengan hak Allah dan mensekutukan-Nya.

Adapun kezhaliman yang berkaitan dengan hak sesama hamba, ialah menzhalimi dirinya, hartanya, atau kehormatannya.

Kezhaliman dengan dua jenisnya merupakan perbuatan yang haram dilakukan. Dan Allah telah menyiapkan balasan yang dahsyat bagi pelaku kezhaliman tersebut. Di antaranya ialah orang yang zhalim tidak memiliki penolong dan pembela yang bisa menyelamatkannya dari adzab Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Lanjutkan membaca “Bahaya Perbuatan Zhalim”

Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah kesyirikan

BAB KETIGA BELAS: ISTI’ADZAH KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH KESYIRIKAN.

Pendahuluan.

Makna al-Isti’adzah adalah meminta perlindungan secara pasrah sepenuhnya dalam hati kepada Allah dari suatu hal yang ditakutkan atau dibenci.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk beristi’adzah hanya kepada Allah:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika Syaithan menimpakan kepadamu godaan (perasaan marah, was-was), maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S al-A’raaf:200).
Lanjutkan membaca “Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah kesyirikan”

Menjaga Keistiqomahan dengan Menjaga Hati dan Lisan

Hal paling awal yang harus dijaga agar seseorang bisa istiqomah adalah menjaga hati. Jika hati seseorang baik, maka akan baik anggota tubuhnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits anNu’man bin Basyir riwayat al-Bukhari dan Muslim (hadits ke-6 Arbain anNawawiyyah).

Setelah menjaga hati, selanjutnya adalah menjaga lisan agar tidak mengucapkan ucapan-ucapan yang dilarang Allah.

إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الْأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنْ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا

Pada pagi hari, seluruh anggota tubuh anak Adam semuanya tunduk pada lisan, dan berkata: (wahai lisan), bertakwalah kamu kepada Allah atas (keselamatan) kami.Karena keadaan kami tergantung engkau.Jika engkau istiqomah, kami akan istiqomah. Jika engkau menyimpang, kami (juga) menyimpang (H.R atTirmidzi dari Abu Said al-Khudry, al-Munawy menyatakan bahwa sanadnya shohih dalam Faydhul Qodiir).
Lanjutkan membaca “Menjaga Keistiqomahan dengan Menjaga Hati dan Lisan”

Bagaimana cara agar umat islam bersatu

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :

1. Pertama, Pembenahan aqidah. Yaitu aqidah umat harus bersih dari kesyirikan. Allah Ta’ala berfirman,

وإن هذه أمتكم أمة واحدة وأنا ربكم فاتقون

“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kalian semua, agama yang satu, dan aku adalah Rabb kalian, maka bertakwalah kepada-Ku.” (al-Mu’minun : 52)
Lanjutkan membaca “Bagaimana cara agar umat islam bersatu”

Banyak dosa tapi sukses dan kaya raya

Oleh : Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman -hafidzahullah

Tidak sedikit orang yang semakin banyak bermaksiat, semakin kaya. Semakin besar kedzhalimannya, semakin makmur di dunia. Semakin besar kekafirannya, semakin tinggi jabatannya, dan seterusnya.

Mereka adalah orang-orang yang ‘sukses’ (dengan tanda petik). Sukses dalam pandangan orang awam. ‘Sukses’ semacam itu hanyalah semu. Ia seakan-akan sukses, padahal menabung penderitaan yang berlipat dan berkepanjangan.

Semakin seorang jauh dari Allah, semakin ia makmur di dunia. Itu disebut sebagai istidraj.

Allah beri limpahan nikmat yang terus berlipat seiring dengan kedurhakaannya, agar semakin bertumpuk dosanya, dan semakin besar adzabnya di sisi Allah.

Ketika ia semakin berkubang dengan kemaksiatannya, semakin lalailah dia, dan secara tiba-tiba Allah mengadzabnya.

Rasul ﷺ bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنْ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ {فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ}

“Jika engkau melihat Allah memberi bagian dari (kenikmatan) dunia kepada seseorang atas kemaksiatannya yang ia senangi, ketahuilah sesungguhnya itu adalah istidraj. Kemudian Rasul ﷺ membaca Firman Allah Ta’ala :

﴿ فَلَمــَّا نَسُوا مَا ذُكِّـــرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بــِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُـــمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِســُونَ ﴾

“Maka ketika mereka melupakan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Kami siksa mereka secara tiba-tiba, sehingga ketika itu mereka terdiam berputus asa (Q.S al-An’aam:46) [H.R Ahmad]

Sumber : Buku “Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat”

Kejahatan penguasa akibat dosa-dosa rakyatnya

الذين يجعلون الداء والدواء في الحكام يخدعون الناس ويخدروهم ويضلوهم. اليساري والليبرالي والعلماني والإخواني والقاعدي والداعشي والحزبي الخ… يرون أن المشكلة في الحكام وأن الحل في تغييرهم!!

Orang-orang yang menimpakan masalah dan solusi pada pemerintah, mereka berusaha menipu manusia, membuat mereka bingung, dan menyesatkan mereka. Sayap kiri, liberalis, sekuleris, pengikut al-Ikhwanul Muslimun, al-Qaeda, ISIS, hizbi, dan seterusnya, mereka semua menilai bahwa masalah itu ada pada para penguasa, dan solusinya adalah dengan mengganti mereka.
Lanjutkan membaca “Kejahatan penguasa akibat dosa-dosa rakyatnya”

Wanita beriman di surga lebih cantik dari bidadari

Al-Imam Al-Qurthuby rahimahullah menyebutkan:

Keadaan wanita beriman di surga itu lebih baik daripada keadaan bidadari surga, lebih tinggi derajatnya dan lebih cantik. Maka wanita shalihah dari penduduk dunia itu jika ia masuk surga, maka sesungguhnya ia masuk surga karena balasan atas amalan shalihnya, dan merupakan kemurahan dari Allah kepadanya karena agama dan kebaikannya. Adapun bidadari surga yang mana ia merupakan kenikmatan surga, maka sesungguhnya ia diciptakan di surga karena disediakan untuk selainnya, dan dijadikan sebagai balasan untuk orang yang beriman atas amal shalihnya.
Lanjutkan membaca “Wanita beriman di surga lebih cantik dari bidadari”