Syubhat kesyirikan dan bantahannya

Apabila ada seorang Qubury (penyembah kubur) mengatakan padamu : “Kita harus punya perantara dalam berdo’a, sebab kita ini orang-orang fasiq dan banyak dosa.”

Maka jawablah : “Apakah Iblis itu makhluk yang bertaqwa dan shaleh..?!! (sehingga Allah kabulkan do’anya sekalipun tanpa perantara_pen).

Lanjutkan membaca “Syubhat kesyirikan dan bantahannya”

Setiap yang disembah selain Allah tidak memiliki penciptaan dan kekuasaan sedikitpun

BAB KE LIMABELAS : Firman Allah Ta’ala : Apakah Mereka Menyembah Sesuatu yang Tidak Menciptakan Apapun dan Justru Mereka Diciptakan? (Q.S al-A’raaf: 191).

Dalil Kedua:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُسِرَتْ رَبَاعِيَتُهُ يَوْمَ أُحُدٍ وَشُجَّ فِي رَأْسِهِ فَجَعَلَ يَسْلُتُ الدَّمَ عَنْهُ وَيَقُولُ كَيْفَ يُفْلِحُ قَوْمٌ شَجُّوا نَبِيَّهُمْ وَكَسَرُوا رَبَاعِيَتَهُ وَهُوَ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { لَيْسَ لَكَ مِنْ الْأَمْرِ شَيْءٌ }

Dari Anas –radhiyallahu anhu- bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pecah gigi gerahamnya pada hari (perang) Uhud dan beliau terluka di kepalanya maka mengucurlah darah dari kepalanya. Dan beliau berkata: Bagaimana bisa beruntung suatu kaum yang telah melukai kepala dan memecahkan gigi geraham Nabi mereka, kemudian Nabi berdoa kepada Allah (untuk melaknat) mereka. Maka Allah Azza Wa Jalla menurunkan ayat:
Lanjutkan membaca “Setiap yang disembah selain Allah tidak memiliki penciptaan dan kekuasaan sedikitpun”

Tauhid adalah perintah Allah yang paling agung dan hak Allah terhadap hambanya

TAUHID ADALAH PERINTAH ALLAH YANG PALING AGUNG DAN HAK ALLAH TERHADAP HAMBANYA.

Dalil Keenam:

عَنْ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ فَقَالَ يَا مُعَاذُ هَلْ تَدْرِي حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ قَالَ لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا

Dari Muadz radhiyallahu anhu beliau berkata: Saya berboncengan di belakang Nabi shollallahu alahi wasallam di atas keledai yang disebut Ufair. Nabi bersabda: Wahai Muadz, apakah engkau tahu hak Allah terhadap para hambaNya, dan apa hak para hamba terhadap Allah. Aku berkata: Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Nabi bersabda: Sesungguhnya hak Allah terhadap para hambaNya adalah mereka beribadah kepadaNya dan tidak mensekutukanNya dengan suatu apapun dan hak para hamba terhadap Allah adalah Allah tidak mengadzab orang yang tidak mensekutukannNya dengan suatu apapun. Maka aku (Muadz) berkata: Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya aku beritakan kabar gembira ini kepada manusia? Nabi bersabda: Jangan, dikhawatirkan mereka akan menganggap remeh dan bersandar (dengan hal yang tidak dipahaminya)(H.R al-Bukhari dan Muslim, lafadz dari al-Bukhari).

Penjelasan Dalil Keenam:
Lanjutkan membaca “Tauhid adalah perintah Allah yang paling agung dan hak Allah terhadap hambanya”

4 golongan manusia ketika tertimpa musibah

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

“Macam-macam manusia di saat musibah menimpanya:

– Syaakir (bersyukur)
– Raadhi (ridho)
– Shaabir (bersabar)
– Jaazi’ (marah).

Adapun orang yang Marah (ketika ditimpa musibah) maka ia telah berbuat keharaman dan murka terhadap ketentuan dari Rabb (pemilik, pengatur, dan penguasa) alam semesta.
Lanjutkan membaca “4 golongan manusia ketika tertimpa musibah”

Jika Engkau Meminta, Mintalah Kepada Allah Subhaanahu Wata’ala

“Jika Engkau Meminta, Mintalah Kepada Allah Subhaanahu Wata’ala”

Ini adalah pengajaran Tauhid dari Nabi. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan hanya kepada Allah.

Serupa dengan bacaan dalam alFatihah yang selalu diulang oleh setiap orang yang Sholat pada setiap rokaatnya:

Lanjutkan membaca “Jika Engkau Meminta, Mintalah Kepada Allah Subhaanahu Wata’ala”

Bahaya Perbuatan Zhalim

Zhalim terbagi menjadi dua :

1. Kezhaliman terkait dengan hak Allah,
2. Kezhaliman terkait dengan hak sesama hamba Allah.

Kezhaliman yang terbesar ialah yang berkaitan dengan hak Allah dan mensekutukan-Nya.

Adapun kezhaliman yang berkaitan dengan hak sesama hamba, ialah menzhalimi dirinya, hartanya, atau kehormatannya.

Kezhaliman dengan dua jenisnya merupakan perbuatan yang haram dilakukan. Dan Allah telah menyiapkan balasan yang dahsyat bagi pelaku kezhaliman tersebut. Di antaranya ialah orang yang zhalim tidak memiliki penolong dan pembela yang bisa menyelamatkannya dari adzab Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Lanjutkan membaca “Bahaya Perbuatan Zhalim”

Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah kesyirikan

BAB KETIGA BELAS: ISTI’ADZAH KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH KESYIRIKAN.

Pendahuluan.

Makna al-Isti’adzah adalah meminta perlindungan secara pasrah sepenuhnya dalam hati kepada Allah dari suatu hal yang ditakutkan atau dibenci.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk beristi’adzah hanya kepada Allah:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika Syaithan menimpakan kepadamu godaan (perasaan marah, was-was), maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S al-A’raaf:200).
Lanjutkan membaca “Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah kesyirikan”