Bid'ah


Berkata al-Imam al-‘Allamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah:

“Ahlul bid’ah tidak ada penjagaan baginya. Mereka tidak terjaga dari kejelekan. Bahkan (perbuatan) yang mereka terjatuh di dalamnya (bid’ah), itulah (sebenarnya) kejelekan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Semua bid’ah adalah sesat dan semua kesesatan berada di neraka”

(lebih…)

Al-Imam Syaikhul Islam Ahmad bin ‘Abdil Halim Ibnu Taimiyyah berkata tentang perayaan maulid :

“Perayaan tersebut tidak dilakukan oleh Salaf, padahal (pada waktu itu, pen) ada faktor-faktor pendorongnya dan tidak ada penghalang (yang menghalangi untuk bisa melakukan itu), kalau seandainya (maulid) itu baik.

Kalau seandainya perayaan itu merupakan kebaikan murni, atau kebaikan yang rajih (lebih banyak manfaatnya) niscaya Salaf ­- radhiyallahu ‘anhum – lebih berhak atasnya daripada kita. Karena mereka (para Salaf tersebut) kecintaan dan pengagungannya terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh lebih besar daripada kita. Mereka lebih bersemangat terhadap kebaikan.

(lebih…)

️Berkata syaikh Robi’ Bin Hadi Al Madkholy حفظه اللّٰه :

Tidak ada satupun aksi demonstrasi di dunia termasuk di Eropa dan di Amerika melainkan terjadi padanya kerusakan dan pengrusakan fasilitas-fasilitas, penghancuran mobil-mobil, penjarahan toko-toko, tertumpahnya darah dan tersebarnya rasa takut yang itu semua tidak diperbolehkan oleh akal maupun syariat bahkan diharomkan oleh syariat Allah dengan sebesar-besar pengharoman, dan sesuatu yang jarang jika ada tidaklah dianggap.
(lebih…)

Ditulis oleh al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc

Seseorang yang memerhatikan paham liberalisme akan tahu bahwa paham ini hakikatnya adalah anti ajaran agama. Sebab, ia sejak awal tumbuh dalam cuaca penentangan terhadap ajaran agama. Tiga prinsip utamanya: kebebasan, individualisme, dan rasionalisme. Semuanya menunjukkan ketidaksiapan untuk terikat dengan ajaran agama, bahkan menentang ajaran agama.

Oleh karena itu, kita akan mendapati seorang penganut sejati liberalisme akan terjatuh pada sekian banyak perkara kekafiran.

Seorang liberalis murni yang sejak awal antiagama tidak termasuk dalam pembahasan kita. Akan tetapi, jika ada seorang muslim yang berjalan menuju gerbang liberal, maka perhatikanlah ke mana Anda melangkah!
(lebih…)

HUKUM MEMAKAI BIJI-BIJI TASBIH

As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah

Telah ditanya Imam, Mujahid Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah :

Banyak manusia memakai biji-biji tasbih sehingga hal ini dianggap sunnah menurut sebagian mereka. Apakah ada dalil yang membolehkan memotongnya?
(lebih…)

MANAKAH YANG LEBIH BERAT DOSANYA; ORANG YANG MENDENGARKAN NYANYIAN ATAUKAH ORANG YANG MENDENGARKAN NASYID

Asy Syaikh Al ‘Allamah Ahmad Bin Yahya An Najmi رحمه الله menjawab :

️Sesungguhnya nyanyian merupakan bentuk maksiat dan orang yang terus-menerus mendengarkannya (dihukumi) fasiq.
(lebih…)

HIKAYAT DARI SALAFUS SHOLIH YANG MENGANDUNG FIQH DI ATAS

Seorang laki-laki datang kepada Yunus Bin Ubaid -salah seorang imam salafus sholih- lalu berkata : “Wahai Abu Abdillah, engkau melarang kami dari bermajlis dengan ‘Amr -yakni Ibnu ‘Ubaid seorang berpemikiran mu’tazilah sesat- padahal anakmu masuk menemuinya”.

Yunus berkata : “Anakku?”. Ia menjawab : “Na’am”.

Maka syaikhpun marah hingga datang putranya lalu ia berkata : “Wahai anakku engkau telah mengetahui pendapatku tentang ‘Amr kemudian engkau masuk menemuinya ?”.
(lebih…)

Oleh: Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Athram rahimahullah.

Pertanyaan: Apa hukum meninggikan kuburan, menghiasinya dan apa pengaruh hal itu?

Jawaban: Hukum meninggikan kuburan dan menghiasinya adalah tidak boleh meninggikanya tidak pula menghiasinya, karena itu tergolong perbuatan ghuluw (berlebih-lebihan) yang bisa mengantarkan kepada keyakinan mengagungkannya dan meyakininya. Dalam sebuah hadits :
(lebih…)

Banyak alasan yang dipakai orang-orang untuk ‘melegalkan’ perbuatan bid’ah. Salah satunya, tidak semua bid’ah itu jelek. Menurut mereka, bid’ah ada pula yang baik (hasanah). Mereka pun memiliki “dalil” untuk mendukung pendapatnya tersebut. Bagaimana kita menyikapinya?

Di antara sebab-sebab tersebarnya bid’ah di negeri kaum muslimin adalah adanya keyakinan pada kebanyakan kaum muslimin bahwa di dalam kebid’ahan ini ada yang boleh diterima dengan apa yang dinamakan bid’ah hasanah. Pandangan ini berangkat dari pemahaman bahwa bid’ah itu ada dua: hasanah (baik) dan sayyiah (jelek).

Berikut ini kami paparkan apa yang diterangkan oleh asy-Syaikh as-Suhaibani dalam kitab al-Luma’ “Bantahan terhadap Syubhat Pendapat yang Menyatakan Adanya Bid’ah Hasanah”.
(lebih…)

Dengan menyebut nama Allah, segala puji hanya milik-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, dan setiap orang yang mengikuti petunjuknya, amma ba’du; 

Kami telah membaca “Koran Khurtum” terbitan tanggal 17/4/1415 H. Kami mendapatkan koran tersebut telah memberitakan tentang pemakaman Sayyid Muhammad Al Hasan Al Idris di samping makam ayahnya di dalam masjid mereka di kota Ummu Durman…dll. 

Sesuai dengan perintah Allah untuk saling menasihati sesama kaum muslimin, pengingkaran atas kemungkaran, maka dari itu, saya mengingatkan bahwa pemakaman janazah di dalam masjid adalah dilarang, karena hal itu adalah sarana kesyirikan dan kebiasaan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang dilaknat Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam shahihaini dari Aisyah radliallahu anha dari Nabi beliau bersabda:
(lebih…)

Laman Berikutnya »