Hukum demonstrasi dalam islam

️Berkata syaikh Robi’ Bin Hadi Al Madkholy حفظه اللّٰه :

Tidak ada satupun aksi demonstrasi di dunia termasuk di Eropa dan di Amerika melainkan terjadi padanya kerusakan dan pengrusakan fasilitas-fasilitas, penghancuran mobil-mobil, penjarahan toko-toko, tertumpahnya darah dan tersebarnya rasa takut yang itu semua tidak diperbolehkan oleh akal maupun syariat bahkan diharomkan oleh syariat Allah dengan sebesar-besar pengharoman, dan sesuatu yang jarang jika ada tidaklah dianggap.
Lanjutkan membaca “Hukum demonstrasi dalam islam”

Iklan

Bahaya liberalisme dari sudut pandang akidah

Ditulis oleh al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc

Seseorang yang memerhatikan paham liberalisme akan tahu bahwa paham ini hakikatnya adalah anti ajaran agama. Sebab, ia sejak awal tumbuh dalam cuaca penentangan terhadap ajaran agama. Tiga prinsip utamanya: kebebasan, individualisme, dan rasionalisme. Semuanya menunjukkan ketidaksiapan untuk terikat dengan ajaran agama, bahkan menentang ajaran agama.

Oleh karena itu, kita akan mendapati seorang penganut sejati liberalisme akan terjatuh pada sekian banyak perkara kekafiran.

Seorang liberalis murni yang sejak awal antiagama tidak termasuk dalam pembahasan kita. Akan tetapi, jika ada seorang muslim yang berjalan menuju gerbang liberal, maka perhatikanlah ke mana Anda melangkah!
Lanjutkan membaca “Bahaya liberalisme dari sudut pandang akidah”

Hukum memakai biji-biji tasbih

HUKUM MEMAKAI BIJI-BIJI TASBIH

As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah

Telah ditanya Imam, Mujahid Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah :

Banyak manusia memakai biji-biji tasbih sehingga hal ini dianggap sunnah menurut sebagian mereka. Apakah ada dalil yang membolehkan memotongnya?
Lanjutkan membaca “Hukum memakai biji-biji tasbih”

Hukum mendengarkan nasyid

MANAKAH YANG LEBIH BERAT DOSANYA; ORANG YANG MENDENGARKAN NYANYIAN ATAUKAH ORANG YANG MENDENGARKAN NASYID

Asy Syaikh Al ‘Allamah Ahmad Bin Yahya An Najmi رحمه الله menjawab :

️Sesungguhnya nyanyian merupakan bentuk maksiat dan orang yang terus-menerus mendengarkannya (dihukumi) fasiq.
Lanjutkan membaca “Hukum mendengarkan nasyid”

Kebid’ahan lebih jelek daripada kemaksiatan

HIKAYAT DARI SALAFUS SHOLIH YANG MENGANDUNG FIQH DI ATAS

Seorang laki-laki datang kepada Yunus Bin Ubaid -salah seorang imam salafus sholih- lalu berkata : “Wahai Abu Abdillah, engkau melarang kami dari bermajlis dengan ‘Amr -yakni Ibnu ‘Ubaid seorang berpemikiran mu’tazilah sesat- padahal anakmu masuk menemuinya”.

Yunus berkata : “Anakku?”. Ia menjawab : “Na’am”.

Maka syaikhpun marah hingga datang putranya lalu ia berkata : “Wahai anakku engkau telah mengetahui pendapatku tentang ‘Amr kemudian engkau masuk menemuinya ?”.
Lanjutkan membaca “Kebid’ahan lebih jelek daripada kemaksiatan”

Hukum meninggikan kuburan dan menghiasinya

Oleh: Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Athram rahimahullah.

Pertanyaan: Apa hukum meninggikan kuburan, menghiasinya dan apa pengaruh hal itu?

Jawaban: Hukum meninggikan kuburan dan menghiasinya adalah tidak boleh meninggikanya tidak pula menghiasinya, karena itu tergolong perbuatan ghuluw (berlebih-lebihan) yang bisa mengantarkan kepada keyakinan mengagungkannya dan meyakininya. Dalam sebuah hadits :
Lanjutkan membaca “Hukum meninggikan kuburan dan menghiasinya”

Adakah Bid’ah Hasanah?

Banyak alasan yang dipakai orang-orang untuk ‘melegalkan’ perbuatan bid’ah. Salah satunya, tidak semua bid’ah itu jelek. Menurut mereka, bid’ah ada pula yang baik (hasanah). Mereka pun memiliki “dalil” untuk mendukung pendapatnya tersebut. Bagaimana kita menyikapinya?

Di antara sebab-sebab tersebarnya bid’ah di negeri kaum muslimin adalah adanya keyakinan pada kebanyakan kaum muslimin bahwa di dalam kebid’ahan ini ada yang boleh diterima dengan apa yang dinamakan bid’ah hasanah. Pandangan ini berangkat dari pemahaman bahwa bid’ah itu ada dua: hasanah (baik) dan sayyiah (jelek).

Berikut ini kami paparkan apa yang diterangkan oleh asy-Syaikh as-Suhaibani dalam kitab al-Luma’ “Bantahan terhadap Syubhat Pendapat yang Menyatakan Adanya Bid’ah Hasanah”.
Lanjutkan membaca “Adakah Bid’ah Hasanah?”