Bolehkah merekam ceramah dengan video?

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Penanya:

أحسن الله إليكم سماحة الوالد يقول السائل : نقل أحد الإخوة عنكم أنكم ترون الجواز بتسجيل الدروس بكاميرا الفيديو وزعم أنكم قلتم إنها تتلف بعد الانتفاع منها فهل هذا صحيح؟

Semoga Allah berbuat baik kepada Anda wahai Samahatul Walid, penanya mengatakan: “Salah seorang ikhwah menukil dari Anda bahwa Anda berpendapat bolehnya merekam pelajaran-pelajaran dengan kamera video dan dia mengklaim bahwa Anda pernah mengatakan bahwa rekaman tersebut bisa dihapus setelah memanfaatkannya, apakah hal ini benar?
Lanjutkan membaca “Bolehkah merekam ceramah dengan video?”

Iklan

Hukum Membunuh Lebah

Asy-Syaikh Muhammad Ali Farkus hafidzahullah
Jawaban :

Telah datang larangan membunuh lebah dalam hadisnya Ibnu Abbas bahwa beliau berkata,

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang untuk membunuh empat binatang, yaitu semut, lebah, burung hud-hud dan shurod.

Dilarangnya membunuh binatang-binatang ini karena akan menyia-nyiakan harta dan menghalangi dari kebaikan yang ada padanya seperti madu, lilin dan selainnya.
Lanjutkan membaca “Hukum Membunuh Lebah”

Suami mandul, istri minta cerai

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Ada seorang wanita yang telah menikah, tetapi belum juga mengandung. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, ternyata masalahnya ada pada suaminya (mandul), karenanya keduanya tidak mungkin bisa memiliki keturunan. Apabila keadaannya demikian, bolehkah si istri meminta cerai?
Lanjutkan membaca “Suami mandul, istri minta cerai”

Beberapa permasalahan seputar puasa arofah

BEBERAPA PERMASALAHAN SEPUTAR PUASA AROFAH

KEUTAMAAN PUASA ‘AROFAH

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Puasa hari arofah aku berharap kepada Allah agar ia dapat menghapus (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya.” (HR. Muslim)

HUKUM PUASA AROFAH BAGI SELAIN JAMA’AH HAJI

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata,
“Puasa hari arofah bagi selain jama’ah haji adalah sunnah mu’akkadah.” (Majmu’ Fatawa 20/46)

PUASA AROFAH BERTEPATAN DENGAN HARI JUM’AT

Al Lajnah Ad-Daimah menjelaskan,
” Disyari’at puasa hari arofah bila bertepatan dengan hari jum’at walaupun tanpa didahului puasa hari sebelumnya. Karena telah diriwiyatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam himbauan untuk melakukannya dan penjelasan keutamaannya dan agungnya pahalanya” (Fatawa Al Lajnah 10/395)
Lanjutkan membaca “Beberapa permasalahan seputar puasa arofah”

Bolehkah berkurban untuk orang yang telah meninggal

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: Banyak orang yang memiliki perhatian terhadap kurban untuk orang telah meninggal, sama saja apakah ada wasiat atau tidak, bagaimana bimbingan Anda?

Jawaban: Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyembelih kurban untuk diri beliau sendiri dan keluarganya, dan beliau tidak membedakan antara orang yang masih hidup atau yang telah meninggal. Maka itu menunjukkan bahwa jika beliau menyembelih kurban berarti kurban tersebut untuk diri beliau dan keluarganya. Yang termasuk keluarga adalah ayah yang telah meninggal, ibu yang telah meninggal, istrinya, atau anak-anaknya. Karena beliau menyembelih kurban untuk diri beliau dan keluarganya.
Lanjutkan membaca “Bolehkah berkurban untuk orang yang telah meninggal”

Apakah memberontak kepada penguasa masalah termasuk masalah khilafiyah?

APAKAH MEMBERONTAK PADA PENGUASA TERMASUK MASALAH KHILAFIYAH?

Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:

يتردد قول عند بعض طلبة العلم أن مسألة الخروج على ولي الأمر مسألة خلافية فما رأيكم جزاكم الله؟

Semoga Allah menjaga anda, sering ada pendapat pada para penuntut ilmu, bahwasanya masalah memberontak kepada penguasa itu adalah masalah khilafiyah. Maka apa pendapat anda, semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

Beliau berkata:

Lanjutkan membaca “Apakah memberontak kepada penguasa masalah termasuk masalah khilafiyah?”

Beberapa hukum tentang puasa Syawal

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizhahullahu Ta’ala

Dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan (puasa) enam hari dari bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa selama setahun penuh.” (HR. Muslim)

Beliau menjelaskan,
Lanjutkan membaca “Beberapa hukum tentang puasa Syawal”