Hukum membunuh serangga yang ada di dalam rumah

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: “Serangga-serangga yang ditemukan di rumah seperti semut, kecoa dan semisalnya, apakah boleh membunuh itu semua dengan air atau membakarnya, atau apa yang mesti saya perbuat?

Lanjutkan membaca “Hukum membunuh serangga yang ada di dalam rumah”

Apakah ada jihad di Suriah

(Sikap dan Bimbingan Para ‘Ulama Ahlus Sunnah)

Sikap al-‘Allamah asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah terhadap Jihad Suriah dan lainnya

السائل: أحسن الله إليكم ونفع بكم، هذا سائل يقول كيف تكون نصرة إخواننا المحاصرين في بعض البلاد، وهل يجوز لنا الذهاب هناك للجهاد أفتونا مأجورين؟

الشيخ: نُصرتهم بما تستطيعون من الدعاء ومن التوجيه والنصيحة.

وأما الذهاب فهذا لابد من إذن الإمام أنتم محكومون تحت سلطة، فإذا الإمام جهّز جيشا لنصرتهم فانظموا إليه؛ أما أن تذهبوا بدون إذن الإمام فهذا لا يجوز . الجهاد لا يجوز إلا بإذن الإمام. بني إسرائيل: قالوا لنبي لهم ﴿ ٱبعَث لَنَا مَلِكا نُّقَٰتِل فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ٢٤٦﴾[البقرة:246] لابد من قيادة لابد من سلطان، فلا يجوز الفوضى في مثل هذه الأمور وأنتم تعلمون ما حصل في الماضي من الخلل من الذين ذهبوا إلى الجهاد –والله أعلم بالنيات- وحصل ما حصل من تغير أفكارهم وما رجعوا به من أفكار وما حصل من الشرور والعواقب السيئة كله نتيجة عدم قبول النصيحة من العلماء وعدم إذن الإمام لهم فحصل ما حصل.

Pertanyaan : Bagaimanakah bentuk pertolongan kepada saudara-saudara kita yang terdesak di sebagaian negeri, bolehkah kita berangkat berjihad ke sana? Berikan fatwa kepada kami.

Asy-Syaikh al-Fauzan menjawab,
Lanjutkan membaca “Apakah ada jihad di Suriah”

Sikap seorang muslim terhadap perayaan natal dan tahun baru

Menanggapi upaya-upaya yang keras dari orang-orang kafir dalam meredam dan menggugurkan prinsip Al-Bara’, melalui hari raya mereka, maka sangatlah mendesak untuk setiap muslim mengetahui dan memahami perkara-perkara berikut ini:

1. Tidak Menghadiri Hari Raya Mereka

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Berbaurnya kaum muslimin dengan non-muslim (kafir, pen) dalam acara hari raya mereka adalah haram. Sebab, dalam perbuatan tersebut mengandung unsur tolong menolong dalam hal perbuatan dosa dan permusuhan. Padahal Allah berfirman (artinya): “Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah kalian tolong menolong didalam dosa dan pelanggaran.” (Al Maidah:2)…..Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa kaum muslimin tidak boleh ikut bersama orang-orang kafir dalam acara hari raya mereka karena hal itu menunjukan persetujuan dan keridhaan terhadap agama mereka yang batil.” (Disarikan dari majalah Asy Syariah no.10 hal.8-9)
Lanjutkan membaca “Sikap seorang muslim terhadap perayaan natal dan tahun baru”

Poligami lebih utama asal terpenuhi syarat-syaratnya

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Poligami lebih utama dibandingkan hanya menikah dengan satu istri saja, karena akan memperbanyak keturunan umat ini dan memperbanyak upaya menjaga kemaluan para wanita yang belum memiliki suami. Hanya saja hal itu dengan syarat seorang pria memiliki kemampuan secara materi, fisik, dan kemampuan menerapkannya, hal ini dengan berlaku adil diantara para istri.

Adapun jika seseorang menikah dalam keadaan takut tidak mampu berlaku adil, maka hal itu haram atasnya. Karena Allah Ta’ala berfirman:
Lanjutkan membaca “Poligami lebih utama asal terpenuhi syarat-syaratnya”

Siapa yang membenci poligami dan menganggap tidak melakukannya lebih afdhal maka dia murtad kafir

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Pertanyaan :

Ada sebagian wanita yang lebih mengutamakan adat istiadat masyarakat di Eropa atau di Barat secara umum atau di selain negara-negara Islam, dan mereka mengatakan bahwa poligami dilarang, padahal di sini misalnya menurut hukum syari’at poligami diperbolehkan. Maka apakah hukum mengecapkan tuduhan semacam ini terhadap Islam?

Jawaban :
Lanjutkan membaca “Siapa yang membenci poligami dan menganggap tidak melakukannya lebih afdhal maka dia murtad kafir”

Fatwa-fatwa ulama tentang demonstrasi

Para Ulama Ahlussunnah pada abad ini telah menjelaskan kepada umat bahwa demonstrasi bukanlah bagian dari Islam. Tata cara ini diambil dari perilaku orang-orang kafir. Di dalamnya mengandung keburukan-keburukan yang banyak. Demonstrasi bukanlah solusi menyampaikan aspirasi secara syar’i.

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:

Lanjutkan membaca “Fatwa-fatwa ulama tentang demonstrasi”

Nasehat untuk para istri yang menelantarkan suami karena tersibukan dengan media sosial

Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry حفظه الله

Pertanyaan: Semoga Allah membalas anda kebaikan. Pertanyaan dari kaum hawa, ia mengatakan: Kami menginginkan nasehat teruntuk para wanita yang menelantarkan suaminya dan malah tersibukkan dengan facebook, whatsApp, atau selainnya dari berbagai media sosial?

Jawaban: Ini adalah sikap khianat yang mempermainkan hak-hak suami. Seorang muslimah seharusnya menjaga harta suami dan anak-anaknya. Memperhatikan pendidikan mereka, memanfaatkan waktu di dalam rumahnya dengan berbagai perkara yang manfaatnya akan kembali kepadanya, seperti membaca al-Qur’an, membaca buku-buku yang mudah baginya, menunaikan shalat nafilah bila ia mampu, dan tidak menelantarkan hak-hak suaminya.
Lanjutkan membaca “Nasehat untuk para istri yang menelantarkan suami karena tersibukan dengan media sosial”