Apakah memberontak kepada penguasa masalah termasuk masalah khilafiyah?

APAKAH MEMBERONTAK PADA PENGUASA TERMASUK MASALAH KHILAFIYAH?

Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:

يتردد قول عند بعض طلبة العلم أن مسألة الخروج على ولي الأمر مسألة خلافية فما رأيكم جزاكم الله؟

Semoga Allah menjaga anda, sering ada pendapat pada para penuntut ilmu, bahwasanya masalah memberontak kepada penguasa itu adalah masalah khilafiyah. Maka apa pendapat anda, semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

Beliau berkata:

Lanjutkan membaca “Apakah memberontak kepada penguasa masalah termasuk masalah khilafiyah?”

Beberapa hukum tentang puasa Syawal

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizhahullahu Ta’ala

Dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan (puasa) enam hari dari bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa selama setahun penuh.” (HR. Muslim)

Beliau menjelaskan,
Lanjutkan membaca “Beberapa hukum tentang puasa Syawal”

Apakah keluar madzi yang disertai syahwat membatalkan puasa?

[Silsilah Fatwa Puasa Risalah Nomor 59]

Asy Syaikh al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz Ibnu Baaz rahimahullah

Pertanyaan :

Apabila seseorang berciuman (bercumbuan) dalam keadaan ia sedang berpuasa atau ia menonton sebagian film porno lalu keluarlah darinya madzi, maka apakah (puasanya batal sehingga) dia harus mengqadha puasa?

Jawaban :
Lanjutkan membaca “Apakah keluar madzi yang disertai syahwat membatalkan puasa?”

Wanita Hamil dan Menyusui yang Tidak Berpuasa Ramadhan, Apakah yang Harus Dilakukan: Mengganti atau Membayar Fidyah?

Secara asal, jika mampu melaksanakan puasa, ibu hamil atau menyusui tetap berpuasa. Namun, jika tidak mampu karena kondisi fisiknya lemah atau mengkhawatirkan kondisi anak (janin atau yang disusui), ada keringanan bagi mereka untuk tidak berpuasa.

Bagaimana jika mereka tidak berpuasa? Apakah mengganti di hari lain atau membayar fidyah?

Permasalahan ini termasuk yang menjadi ranah perbedaan pendapat para Ulama. Hal ini disebabkan tidak adanya dalil yang shahih dan shorih (tegas) dalam alQuran atau hadits sebagai pemutus perkara. Tidak mengherankan jika sulitnya permasalahan ini menyebabkan seseorang bisa berubah pendapat dari satu pendapat ke pendapat lain.

Ada dalil hadits yang shahih dari Nabi, namun tidak shorih (tegas), yaitu hadits:

Lanjutkan membaca “Wanita Hamil dan Menyusui yang Tidak Berpuasa Ramadhan, Apakah yang Harus Dilakukan: Mengganti atau Membayar Fidyah?”

Hukum mengejek wanita yang memakai hijab syar’i

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah

Pertanyaan: Hukum orang yang mengolok-olok orang yang memakai hijab yang syar’i?

Jawaban: “Orang yang mengolok-olok hijab syar’i seperti Muhammad Al-Ghazali dalam kitabnya (Fiqhus -Siraah) ia mengatakan: “Saya melihat wanita di kota Madinah yang berjalan seolah-olah mereka sedang memikul kemah-kemah.” Mengapa ia tidak mengingkari wanita-wanita di Madinah yang berdandan, berpakaian tapi telanjang, tidaklah engkau melihat kecuali wanita yang bertutupkan hijab menjaga kehormatannya, lalu engkau mengingkari mereka?!!
Lanjutkan membaca “Hukum mengejek wanita yang memakai hijab syar’i”

Doa berjamaah setelah shalat

Syaikh Shalih bin Fawzan al-Fawzan hafizhahullah

Pertanyaan:

Sesungguhnya saya melihat sebagian orang yang shalat berjamaah setelah selesainya mereka shalat berdoa dengan berjamaah setiap sesudah shalat. Bolehkah hal itu? Mohon fatwanya, semoga mendapat balasan

Jawaban:
Lanjutkan membaca “Doa berjamaah setelah shalat”