Ketentuan atau syarat hijab dan jilbab syar’i wanita muslimah

Wahai muslimah, tentu setiap muslim ingin menjalankan perintah Allah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah, sehingga amalannya terhitung sebagai amalan saleh yang kelak menjadi pemberat timbangan amalan kebaikannya. Hijab atau jilbab mempunyai ketentuan-ketentuan atau syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Berikut syarat-syarat hijab dan jilbab yang syar’i.
Lanjutkan membaca “Ketentuan atau syarat hijab dan jilbab syar’i wanita muslimah”

Apakah diterima shalatnya apabila shalatnya tidak khusyu

Fadhilatu asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan hafizhahullah,

Tanya :

“Apa yang harus dilakukan oleh orang yang tidak khusyu dalam shalatnya? Apakah shalatnya diterima?”

Jawab :
Lanjutkan membaca “Apakah diterima shalatnya apabila shalatnya tidak khusyu”

Apakah wudhu tidak sah jika ada kotoran dibawah kuku?

Pertanyaan :

Apakah wudhu tidak sah jika ada kotoran dibawah kuku?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini.

Ada silang pendapat di antara ulama dalam masalah ini. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam al-Mughni (1/174 terbitan Darul ‘Alam al-Kutub) setelah menukilkan pendapat yang mengatakan wudhunya tidak sah, “Ada kemungkinan dia tidak diharuskan menghilangkan kotoran yang menutup itu. Sebab, biasanya memang ada kotoran yang menutup di bawah kuku. Maka dari itu, seandainya bagian yang tertutup itu wajib dibasuh, tentulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menerangkannya kepada umat, karena tidak boleh menunda penjelasan suatu perkara dari waktu dibutuhkannya penjelasan itu.”

Lanjutkan membaca “Apakah wudhu tidak sah jika ada kotoran dibawah kuku?”

Apakah Darah Secara Mutlak Adalah Najis?

Apakah Darah secara Mutlak adalah Najis?

Jawab : Pendapat yang benar adalah tidak semua darah najis. Ini adalah pendapat dari al-Imam asy-Syaukaany. Darah yang najis adalah darah haidh dan nifas saja. Para Sahabat tetap sholat meski mereka berlumuran darah akibat luka. Seperti yang dilakukan Umar, yang sholat meski darah terus mengucur dari lukanya.

فَصَلَّى وَجُرْحُهُ يَثْعَبُ دَمًا

Maka Umar kemudian sholat sedangkan lukanya terus mengucurkan darah (H.R Malik, Ibnu Abi Syaibah dari al-Miswar bin Makhromah, dishahihkan al-Albany)
Lanjutkan membaca “Apakah Darah Secara Mutlak Adalah Najis?”

Hukum menelan sisa makanan bagi orang yang berpuasa

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله

Pertanyaan: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda. Pertanyaan terakhir: Apabila seorang yang berpuasa menelan sisa makanan yang ada di mulutnya, apakah ini membatalkan puasanya? Lanjutkan membaca “Hukum menelan sisa makanan bagi orang yang berpuasa”