Hukum bersandar kepada hisab falaki

Asy-Syaikh ‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah

Ramadhan merupakan ibadah yang berulang setiap tahun. Merupakan bulan Al-Qur`an, bulan yang benuh barakah. Namun menjelang datangnya bulan Ramadhan, “polemik tahunan” antara ru`yah – hisab untuk penentuan awal Ramadhan dan ‘Idul Fithri kembali menghangat. Herannya, para ahli hisab makin tahun makin arogan. Jauh-jauh hari mereka sudah berani mengumumkan hasil hisabnya, bahwa Ramadhan dan ‘Idul Fithri akan jatuh pada hari dan tanggal sekian. Bahkan ahli hisab mulai berani menghujat ru`yah yang merupakan satu-satunya sistem yang ditetapkan oleh syari’at Islam. Termasuk di negeri ini ada sebagian ormas Islam yang punya kebiasaan jauh-jauh hari mengumumkan kapan Ramadhan, ‘Idul Fithri, dan ‘Idul Adha berdasarkan Hisab Falaki (!!). Tentu saja, suasana perpecahan langsung terasa, menodai suasana kebersamaan dan kekhusyu’an ibadah kaum muslimin.
Lanjutkan membaca “Hukum bersandar kepada hisab falaki”

Haramnya Rokok

Saya mau bertanya tentang kaidah para ulama yang berkaitan dengan pengharaman rokok, baik secara naqli (nash Al-Qur’an dan As-Sunnah) atau aqli (akal)?

(Abu Ibrahim/email)

Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad As-Sarbini:

Alhamdulillah, washallallahu ‘ala Muhammad wa’ala alihi washahbihi wasallam.
Lanjutkan membaca “Haramnya Rokok”

Ketentuan atau syarat hijab dan jilbab syar’i wanita muslimah

Wahai muslimah, tentu setiap muslim ingin menjalankan perintah Allah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah, sehingga amalannya terhitung sebagai amalan saleh yang kelak menjadi pemberat timbangan amalan kebaikannya. Hijab atau jilbab mempunyai ketentuan-ketentuan atau syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Berikut syarat-syarat hijab dan jilbab yang syar’i.
Lanjutkan membaca “Ketentuan atau syarat hijab dan jilbab syar’i wanita muslimah”

Apakah diterima shalatnya apabila shalatnya tidak khusyu

Fadhilatu asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan hafizhahullah,

Tanya :

“Apa yang harus dilakukan oleh orang yang tidak khusyu dalam shalatnya? Apakah shalatnya diterima?”

Jawab :
Lanjutkan membaca “Apakah diterima shalatnya apabila shalatnya tidak khusyu”

Apakah wudhu tidak sah jika ada kotoran dibawah kuku?

Pertanyaan :

Apakah wudhu tidak sah jika ada kotoran dibawah kuku?

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini.

Ada silang pendapat di antara ulama dalam masalah ini. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam al-Mughni (1/174 terbitan Darul ‘Alam al-Kutub) setelah menukilkan pendapat yang mengatakan wudhunya tidak sah, “Ada kemungkinan dia tidak diharuskan menghilangkan kotoran yang menutup itu. Sebab, biasanya memang ada kotoran yang menutup di bawah kuku. Maka dari itu, seandainya bagian yang tertutup itu wajib dibasuh, tentulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menerangkannya kepada umat, karena tidak boleh menunda penjelasan suatu perkara dari waktu dibutuhkannya penjelasan itu.”

Lanjutkan membaca “Apakah wudhu tidak sah jika ada kotoran dibawah kuku?”