Yang dirahmati dan yang terhalangi di bulan Ramadhan

ANTARA ORANG YANG DIRAHMATI DAN ORANG YANG TERHALANGI DI BULAN RAMADHAN

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan:

من رحم في رمضان فهو المرحوم

Barang siapa yang dirahmati, ia adalah orang yang marhum (mendapat rahmat)

ومن حرم خيره فهو المحروم

Barang siapa yang terhalangi dari kebaikan (di bulan Ramadhan), ia adalah mahrum (benar-benar terhalangi)

ومن لم يتزود لمعاده فيه فهو ملوم

Dan barang siapa yang tidak mempersiapkan bekal untuk akhiratnya di bulan Ramadhan, maka ia adalah orang yang malum (tercela).

Lanjutkan membaca “Yang dirahmati dan yang terhalangi di bulan Ramadhan”

Jenis-jenis Harta

Ketahuilah, rahimakumullah, dirham itu terbagi menjadi empat:

1. Dirham yang diperoleh dengan ketaatan kepada Allah (dengan cara yang halal -pen) dan dikeluarkan pada hak Allah (disalurkan pada tempat-tempat yang dicintai dan diridhai-Nya-pen). Inilah sebaik-baik dirham.

2. Dirham yang diperoleh dengan bermaksiat kepada Allah (dengan cara yang haram-pen) dan dibelanjakan di jalan kemaksiatan kepada-Nya. Inilah sejelek-jelek dirham.
Lanjutkan membaca “Jenis-jenis Harta”

Allah memberikan dunia kepada kalian itu agar kalian mencari akhirat dengannya

Kalimat yang pantas untuk ditulis dengan airmata, perkataan sahabat yang para Malaikat malu kepada beliau, Pemilik dua cahaya yang Allah telah meridhainya.

Utsman Bin Affan radhiyallau’ anhu berkata pada salah satu khutbah yang beliau sampaikan di akhir hayatnya : Lanjutkan membaca “Allah memberikan dunia kepada kalian itu agar kalian mencari akhirat dengannya”

Ilmu adalah barang dagangan yang mahal

Asy Syaikh Dr. Muhammad Bin Ghalib Al ‘Umary حفظه اللّٰه berkata :

️Apabila ahlud dunya tenggelam dalam dunia mereka, dan ahlus syahwat pergi dengan syahwat mereka, Maka sesuatu terbesar yang diinginkan oleh seorang penuntut ilmu dan perkara terbesar yang ia bergembira dengannya ialah menuntut ilmu dan berupaya mendapatkannya.
Lanjutkan membaca “Ilmu adalah barang dagangan yang mahal”

Haruskah menunggu mati untuk mempercayai

نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكرةً

“Kami menjadikan api itu untuk peringatan” ( Al Waqiah : 73 )

Ditafsirkan oleh Al Imam Mujahid dan yang lainnya ;

Yakni api di dunia mengingatkan api neraka

Tafsir At Thobari 22 /355

Para salaf jiwa mereka selalu diselimuti rasa takut dari api neraka, rasa takut membuat mereka tidak bisa tidur lelap, rasa takut menahan mereka dari makan dan minum
Lanjutkan membaca “Haruskah menunggu mati untuk mempercayai”

Meruginya orang yang tidak menuntut ilmu agama

بسم الله الرحمن الرحيم

Diantara perkataan Fadhilatu al-‘Allamah Al-Mufassir Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di -semoga Allah merahmati beliau- Beliau berkata:

“Wahai orang-orang yang berpaling dari menuntut ilmu.. Apa ‘udzur ( alasan) kalian di sisi Allah, Sedangkan kalian dalam keadaan  sehat wal’afiat dan bersenang-senang..!?

Apa yang menghalangi kalian darinya( dari menuntut ilmu agama)…, padahal kalian dalam keadaan diberi rizki oleh Rabb kalian (sehingga) kalian bisa menggembala(binatang ternak kalian)… Lanjutkan membaca “Meruginya orang yang tidak menuntut ilmu agama”

Hakikat ikhlash dalam doa

Asy-Syaikh Musthafa Mabram hafizhahullah berkata:

الإخلاص كما يَظنُّه البعض أنَّك لا تُرائي في الدُّعاء.
يظنَّ البعض أنَّه يدعو في مكانٍ لا يراه فيه النَّاس، نعم هذا نوعٌ من الإخلاص؛ لكنَّ حقيقة الإخلاص أن تُخَلِّص قلبك لله سبحانه تعالى في ظُلمة، بمعنى أنَّه لا يكون في قلبك التفاتٌ للأسباب أبدًا في حال الدُّعاء.
لماذا نقول حتَّى للأسباب؟!
لأنَّه لا يعلم هذه الأسباب وما حالها ومتَى ستكون ومن الَّذي سيُقدِّرها إلَّا الله -جلَّ وعلا-؛ فقد تعتقد في زيدٍ من النَّاس أنَّه هو السَّبب ويكون السَّببُ في عَمرو.
ولهذا الإخلاص ليس حقيقته أن تدعو في مكانٍ لا يراك فيه أحد، وإنَّما حقيقة الإخلاص أن تدعو وإن كنت في وضح النَّهار بقلبٍ لا يلتفت إلى غير الله.

“Ikhlash menurut persangkaan sebagian orang adalah engkau tidak berbuat riya’ ketika berdoa. Jadi sebagian orang menyangka bahwa ikhlash adalah dengan dia berdoa di sebuah tempat yang tidak dilihat oleh seorang pun. Ya, ini memang salah satu jenis ikhlash, tetapi hakekat ikhlash adalah dengan engkau membersihkan hatimu untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kegelapan, yang maknanya sama sekali tidak ada dalam hatimu perasaan berpaling atau menoleh kepada sebab-sebab ketika berdoa.
Lanjutkan membaca “Hakikat ikhlash dalam doa”