Mengutamakan akhirat diatas dunia

Seandainya kalbu:

1) merenungi kefanaan kehidupan dunia dan tidak langgengnya kesenangan-kesenangan yang ada padanya, dan akan berakhirnya berbagai kenikmatan yang ada di dalamnya, sambil menghadirkan kesempurnaan kenikmatan dan kelezatan akhirat, keabadian kehidupan padanya;

2) merenungi pula kelebihan dan keutamaan kenikmatan akhirat atas kenikmatan dunia; dan meyakini dengan pasti tentang benarnya kedua pengetahuan ini, maka renungannya akan menghasilkan pengetahuan yang ketiga:

Akhirat dengan kenikmatannya yang sempurna dan kekal abadi tentu lebih pantas diutamakan oleh setiap orang yang berakal daripada kehidupan dunia yang fana dan menipu.

Dalam hal pengetahuan tentang akhirat, ada dua keadaan manusia:

Lanjutkan membaca “Mengutamakan akhirat diatas dunia”

Iklan

Kepedihan setelah merasakan lezatnya maksiat

Ketahuilah, rahimakumullah, sungguh kelezatan yang dirasakan pelaku maksiat saat menikmati kemaksiatan yang diperbuatnya itu telah bercampur di dalamnya berbagai macam keburukan yang tentu mengakibatkan rasa pedih setelah selesai menikmatinya.

Jika faktor pendorong kemaksiatan semakin menguat dalam dirimu. Maka pikirkanlah bahwa ia pasti akan lenyap, tidak berbekas sama sekali, sedangkan keburukan dan rasa sakit yang dihasilkan olehnya akan tetap membekas dan terasa pedihnya.

Kemudian timbanglah dengan seksama antara dua hal ini, lalu perhatikan perbedaan mencolok yang ada pada keduanya.
Lanjutkan membaca “Kepedihan setelah merasakan lezatnya maksiat”

Mereka seperti tanah yang tandus

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah berkata,

“Betapa banyak manusia saat ini yang keadaan mereka seperti tanah yang tandus, yaitu (tanah) yang tidak bisa menampung air dan tidak menumbuhkan tetumbuhan, disebabkan mereka berpaling, lalai, dan tidak memiliki perhatian terhadap ilmu (agama).” selesai.
Lanjutkan membaca “Mereka seperti tanah yang tandus”

Hikmah Ilahi Dibalik Musibah Yang Melanda

HIKMAH ILAHI DIBALIK MUSIBAH YANG MELANDA

Para pembaca yang dirahmati Allah, belakangan ini negeri kita Indonesia diguncang berbagai musibah. Rangkaian bencana, gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, dan lain sebagainya telah menelan banyak korban, baik nyawa maupun harta benda. Sedangkan yang selamat, tidak sedikit dari mereka yang harus tinggal di pengungsian, bahkan terpisahkan dengan keluarga dan karib kerabat.
Lanjutkan membaca “Hikmah Ilahi Dibalik Musibah Yang Melanda”

Petaka Cinta Dunia

Rasulullah shallaahu alaihi was sallam bersabda:

” فَوَاللَّهِ لَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا كما بُسِطَتْ على من كان قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كما تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كما أَهْلَكَتْهُمْ

“Maka demi Allah, bukanlah kefaqiran yang aku takutkan akan menimpa kalian, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah tatkala dunia sudah dibentangkan kepada kalian, sebagaimana telah dibentangkan kepada umat sebelum kalian, sehingga kalian pun berlomba-lomba mengumpulkan dunia, sebagaimana mereka berlomba-lomba dalam dunia. Akhirnya dunia ini membinasakan kalian sebagaimana dunia ini telah membinasakan mereka.

[Riwayat Al-Bukhary dan Muslim 2961 dari hadits Amr bin Auf radhiallahu anhu]

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:
Lanjutkan membaca “Petaka Cinta Dunia”

Musibah pada anak-anak bisa jadi karena dosa orangtuanya

Al-Imam Ibnu Abi Hatim rohimahullah menyebutkan sebuah riwayat,

”Telah mengabarkan kepada kami Ayahku (Abu Hatim), (Dia mengatakan): Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Abdil Hamid Al-Himmani, (Dia mengatakan): Telah mengabarkan kepada kami Jarir,”

Dari Abul Bilad; Dia mengatakan: “Aku pernah berkata kepada Al-‘Ala` bin Badr:
Lanjutkan membaca “Musibah pada anak-anak bisa jadi karena dosa orangtuanya”

Keutamaan ilmu dan orang yang berilmu

KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG YANG BERILMU

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“من سلك طريقا يبتغي فيه علما سهل اللّٰه له طريقا إلى الجنة، وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع، وإن العالم ليستغفر له من في السماوات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب، وإن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما، وإنما ورثوا العلم، فمن أخذ به أخذ بحظ وافر”.

“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia perbuat, dan sesungguhnya seorang alim akan dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan-ikan di lautan, dan keutamaan seorang alim di atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas bintang-bintang, dan sesungguhnya para ulama merupakan para pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidaklah mewarisi dinar dan dirham namun mereka mewarisi ilmu maka barangsiapa yang memperolehnya maka sungguh ia telah mendapatkan bagian yang besar”. Riwayat At Tirmidzi dari hadits Abud Darda’ radhiallahu ‘anhu dan dihasankan oleh At Tirmidzi dan selainnya, Al ‘Allamah Rabi’ berkata : “Dan ia hadits yang hasan dan bisa dijadikan hujjah”.

Asy Syaikh Al Allamah Robi’ Bin Hadi Al Madkhaly حفظه اللّٰه berkata :
Lanjutkan membaca “Keutamaan ilmu dan orang yang berilmu”