Ahlus sunnah mendoakan kebaikan untuk pemerintah

Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Al-Imam al-Barbahari rahimahumallah berkata, “Apabila engkau melihat ada orang yang mendoakan kebaikan untuk penguasa, ketahuilah dia seorang Ahlus Sunnah, insya Allah.”

Al-Imam Fudhail bin Iyadh rahimahumallah berkata, “Sekiranya aku mempunyai doa (yang terkabul), aku tidak akan mengarahkannya kecuali untuk penguasa.”

Seseorang bertanya, “Hai Abu Ali (Fudhail), jelaskan maksud kalimat ini kepada kami semua.”
Lanjutkan membaca “Ahlus sunnah mendoakan kebaikan untuk pemerintah”

Iklan

Rukun Dakwah Salafiyah

Penulis : Al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Manhaj salaf, dakwah salafiyah, dibangun di atas dua rukun yang tidak mungkin terpisahkan, yaitu:

A. At-Ta’shil

Maksudnya, menjelaskan prisip-prinsip dan pilar-pilar manhaj serta dakwah di atas dasar al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman salaful ummah. Termasuk dalam rukun ini adalah hal-hal berikut.

Penjelasan tentang prinsip-prinsip dan dasar-dasar akidah Islamiah salafiyah yang terangkum dalam rukun iman yang enam.
Lanjutkan membaca “Rukun Dakwah Salafiyah”

Ahlus sunnah mendoakan kebaikan untuk pemerintah

AHLUS SUNNAH MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK PEMERINTAH

Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Al-Imam al-Barbahari rahimahumallah berkata, “Apabila engkau melihat ada orang yang mendoakan kebaikan untuk penguasa, ketahuilah dia seorang Ahlus Sunnah, insya Allah.”

Al-Imam Fudhail bin Iyadh rahimahumallah berkata, “Sekiranya aku mempunyai doa (yang terkabul), aku tidak akan mengarahkannya kecuali untuk penguasa.”

Seseorang bertanya, “Hai Abu Ali (Fudhail), jelaskan maksud kalimat ini kepada kami semua.”

Al-Imam Fudhail rahimahumallah menjawab, “Jika aku arahkan pada diriku, kebaikannya tidak akan kembali kecuali kepada diriku. Akan tetapi, jika aku arahkan kepada penguasa, penguasa itu akan menjadi baik sehingga baiklah keadaan rakyat dan negara.”
Lanjutkan membaca “Ahlus sunnah mendoakan kebaikan untuk pemerintah”

Mengenal prinsip-prinsip dakwah salafiyah

Ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.

Berangkat dari ilmu dan pola pikir yang benar. Itulah bekal yang harus dimiliki oleh orang-orang yang terjun ke dunia dakwah. Karena dari sini, seorang da’i akan terlihat bagaimana akidahnya, akhlaknya, atau hal-hal lain yang terkait dengan agamanya. Tanpa pijakan yang benar lagi kokoh, seorang da’i bisa tersesat sekaligus menyesatkan orang lain.
Lanjutkan membaca “Mengenal prinsip-prinsip dakwah salafiyah”

Hukum demonstrasi dalam islam

️Berkata syaikh Robi’ Bin Hadi Al Madkholy حفظه اللّٰه :

Tidak ada satupun aksi demonstrasi di dunia termasuk di Eropa dan di Amerika melainkan terjadi padanya kerusakan dan pengrusakan fasilitas-fasilitas, penghancuran mobil-mobil, penjarahan toko-toko, tertumpahnya darah dan tersebarnya rasa takut yang itu semua tidak diperbolehkan oleh akal maupun syariat bahkan diharomkan oleh syariat Allah dengan sebesar-besar pengharoman, dan sesuatu yang jarang jika ada tidaklah dianggap.
Lanjutkan membaca “Hukum demonstrasi dalam islam”

Cinta dan benci karena Allah (Prinsip Al Wala Wal Bara)

Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman

Cinta dan benci adalah dua kata yang bertolak belakang. Kurang lebih sepadan dengan “suka dan tidak suka” atau “sudi dan tidak sudi.” Cinta akan datang jika segala keinginan tercapai dan segala kemauan tersalurkan. Benci datang apabila tidak tercapai apa yang diinginkan dan muncul sesuatu yang tidak disukai.

Jika cinta itu datang dan muncul, pasti Anda akan mempersiapkan diri untuk menyerahkan segala pengorbanan yang dituntut oleh cinta tersebut. Namun, jika benci itu datang, Anda pasti akan mempersiapkan langkah-langkah untuk membalas dan meluapkan rasa benci Anda. Itu adalah hal yang telah menghiasi langkah setiap manusia. Allah telah menjelaskannya hal ini dalam sebuah firman-Nya:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran: 14)
Lanjutkan membaca “Cinta dan benci karena Allah (Prinsip Al Wala Wal Bara)”