Arsip

Kajian Tafsir Surat Yasin (Bag. 25)

Ayat Ke-61 Surat Yaasin

وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Arti Kalimat: dan seharusnya kalian menyembah hanya kepadaKu, sesungguhnya ini adalah jalan yang lurus.

Ayat ke-60 dan ayat ini (ayat ke-61) menunjukkan kesempurnaan tauhid barulah tercapai jika terdapat penafian dan penetapan. Menafikan penyembahan kepada Syaithan, yang artinya penyembahan kepada segala sesuatu selain Allah, dan menetapkan bahwa ibadah hanya untuk Allah semata.

Ayat ini juga menunjukkan bahwa jalan yang lurus itu adalah mentauhidkan Allah dalam peribadatan.

(Disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin)

☑Ayat Ke-62 Surat Yaasin Baca lebih lanjut

Tafsir Surat Al ‘Alaq

Surat ini terdiri dari 19 ayat.5 ayat pertama merupakan wahyu pertama kali yang turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Jadi beliau mulai diangkat sebagai nabi dengan 5 ayat tersebut.

Yang menunjukkan hal di atas adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang disebutkan di dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Adapun ayat-ayat berikutnya turun pada beberapa masa setelah itu, sebagaimana penuturan al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah di dalam Fathul Bari (hadits no.4953).

Ayat pertama (artinya) : “Bacalah dengan nama Rabbmu yang telah menciptakan”.
Baca lebih lanjut

Kajian Tafsir Surat Yasin (Bag. 24)

Ayat Ke-58 Surat Yaasin

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ

Arti Kalimat: (Semoga keselamatan atas kalian) sebagai suatu ucapan dari Rabb yang Maha Penyayang

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyatakan ucapan: Salaam kepada penduduk Jannah. Hal itu menunjukkan bahwa penduduk Jannah akan mendapat keselamatan yang sempurna: tidak akan pernah mengalami sakit, hal yang tidak mengenakkan, ataupun kematian.

يُنَادِي مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلَا تَسْقَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلَا تَمُوتُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلَا تَهْرَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلَا تَبْأَسُوا أَبَدًا

Akan ada penyeru yang berseru (kepada penduduk Jannah): Sesungguhnya kalian akan sehat terus tidak akan sakit selamanya, sesungguhnya kalian akan hidup terus tidak akan meninggal selamanya, sesungguhnya kalian akan tetap muda tidak akan pernah tua selamanya, sesungguhnya kalian akan merasakan kenikmatan dan tidak akan sengsara selamanya (H.R Muslim dari Abu Said dan Abu Hurairah) Baca lebih lanjut

Kajian Tafsir Surat Yasin (Bag. 22)

Ayat Ke-51 Surat Yaasin

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ

Arti Kalimat: dan ditiupkanlah sangkakala, maka seketika itu mereka (bangkit) dari kubur berjalan cepat menuju Rabb mereka

As-Shuur yang disebut dalam ayat tersebut seringkali diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai ‘sangkakala’. Yaitu alat tiup semacam terompet yang terbuat dari cangkang kerang atau tanduk hewan yang biasa ditiup untuk pemberitahuan peristiwa-peristiwa penting di masa dulu seperti kejadian perang, dan semisalnya. Namun yang dimaksud dalam ayat ini –sebagaimana penjelasan para Ulama- adalah sangkakala yang ditiup sebagai pertanda datangnya hari kiamat. Kita tidak mengetahui seperti apa bentuk sangkakala itu.

Pada ayat ini disebutkan bahwa ‘sangkakala ditiup’ tanpa menyebutkan siapa yang meniupnya. Seringkali kalimat-kalimat dalam al-Quran menggunakan bentuk pasif yang tidak menunjukkan siapa pelaku perbuatannya. Hal itu memberikan pengaruh yang lebih kuat dalam membangkitkan perasaan yang diisyaratkan oleh ayat tersebut. Seperti pada ayat ini, tidak disebutkannya siapa pelaku yang meniup sangkakala itu untuk memberikan pengaruh lebih kuat munculnya perasaan takut pada diri pembaca. Baca lebih lanjut

Kajian Tafsir Surat Yasin (Bag. 20)

Ayat Ke-45 dan 46 Surat Yaasin

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (45) مَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آَيَةٍ مِنْ آَيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ (46)

Arti Kalimat: dan jika dikatakan kepada mereka: takutlah kalian (terhadap adzab) yang ada di hadapan kalian (akhirat) dan yang ada di belakang kalian (dunia) agar kalian mendapatkan rahmat  (45) Tidaklah datang kepada mereka ayat dari Tuhan mereka kecuali mereka berpaling (46)

Ayat ini menjelaskan tentang keadaan kaum musyrikin yang tetap berada dalam kesesatan  dan tidak perhatian terhadap dosa mereka di masa lalu dan terhadap hari kiamat yang akan terjadi di masa mendatang. Jika dikatakan kepada mereka: bertakwalah kalian kepada Allah, takutlah terhadap dosa yang dulu kalian lakukan (wa maa kholfakum) dan kejadian besar (hari kiamat) yang akan terjadi di masa mendatang (bayna aydiikum) (Disarikan dari Tafsir Ibn Katsir) Baca lebih lanjut