Tafsir


Imam Ibnu Katsir rahimahullah telah ditanya :

“Bagaimana mungkin seorang mukmin selalu meminta hidayah di setiap waktu, baik di dalam shalat maupun di luar shalat, padahal dia telah mendapatkan hidayah, apakah ini termasuk meminta sesuatu yang telah ada pada dirinya atau tidak demikian ?

Jawabannya :

(lebih…)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

قال تعالى :

{ ولوطا إذ قال لقومه أتأتون الفاحشة ما سبقكم بها من أحد من العالمين * إنكم لتأتون الرجال شهوة من دون النساء بل أنتم قوم مسرفون * وما كان جواب قومه إلا أن قالوا أخرجوهم من قريتكم إنهم أناس يتطهرون * فأنجيناه وأهله إلا امرأته كانت من الغابرين *وأمطرنا عليهم مطرا فانظر كيف كان عاقبة المجرمين } ((الأعراف 80 ـ 84 ))

“Dan (Kami juga mengutus Nabi Luth (kepada kaumnya), ingatlah ketika Luth berkata kepada kaumnya, “Apakah kalian melakukan perbuatan FAHISYAH (keji) yang belum pernah ada seorang pun di alam ini yang mendahului kalian?!” Sesungguhnya kalian mendatangi sesama pria dengan dorongan syahwat, tidak mendatangi wanita, bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas. Maka tidaklah jawaban kaumnya kecuali mereka mengatakan, “Usirlah mereka (Nabi Luth dan pengikutnya) dari desa kalian, sesungguhnya mereka adalah orang-orang sok suci.” Lalu Kami selamatkan dia (Luth) beserta keluarganya, kecuali isterinya karena dia termasuk orang-orang bodoh. Kemudian kami hujani mereka dengan hujan (batu) yang besar, maka lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat dosa.” (al-A’raf :80-84)

Al-Qurthubi rahimahullah dalam “Tafsir”-nya berkata :

(lebih…)

Ditulis oleh al-Ustadz Abu Muawiyah Askari bin Jamal

أَمۡ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ٣٥ أَمۡ خَلَقُواْ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۚ بَل لَّا يُوقِنُونَ ٣٦

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).” (ath-Thur: 35—36)

Ayat yang Menggetarkan Hati

Al-Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam Shahih-nya dari hadits Jubair bin Muth’im radhiallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Surat Thur dalam shalat maghrib. Tatkala sampai pada firman-Nya,
(lebih…)

Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka jannah (surga-surga) yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah:100)

Penjelasan Mufradat Ayat

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam)”, yaitu para pendahulu umat ini yang mereka bersegera dalam beriman, berhijrah, dan berjihad, serta menegakkan agama Allah.
(lebih…)

Rekaman AUDIO Kajian Rutin

Pemateri : Ustadz Abu Bakr Jombang hafizhahullah

Kitab: Tafsir Al-Muyassar

Pembahasan Tafsir Ayat Kursi

Jumat, 18 Rajab 1438 H / 14 April 2017

Tempat: Masjid Kholid bin Walid – Ponpes Minhajus Sunnah Magelang

Download : https://goo.gl/dpIhmL

Website : http://www.radiosyiarislam.com

Channel Telegram : https://bit.ly/SyiarIslam

Rekaman kajian rutin tafsir Al Qur’an Kitab Taisirul Karimirrahman Karya Asy-Syaikh Abdurrahman Bin Nashir Assa’dy dan Tafsir Ibnu Katsir Rahimahumallah

Bersama :
Al-Ustadz Abu Nashim Mukhtar rahimahullah

File Audio 16 kbps
Tafsir Surat Al Maa’un

Tafsir Surat Al Maa’un 01

Tafsir Surat Al Maa’un 02

Tafsir Surat Al Maa’un 03

Tafsir Surat Al Maa’un 04

Tafsir Surat Al Maa’un 05

Tafsir Surat Al Kautsar Ibnu Katsir

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{مَن عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
[النحل٩٧]

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan untuknya *kehidupan yang baik* dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (an-Nahl : 97)

Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan, ketika menerangkan makna  الحياة الطيبة (Kehidupan Yang Baik), itu adalah : (lebih…)

Laman Berikutnya »