Menjauhi perbuatan ghibah

Ghibah didefinisikan oleh Nabi :

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ

Engkau sebutkan sesuatu tentang saudaramu yang tidak dia senangi (H.R Muslim no 4690).

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala melarang kaum muslimin untuk melakukan ghibah, dan Allah sebutkan perbuatan ghibah sebagai sesuatu yang sangat menjijikkan. Allah ibaratkan seseorang yang berghibah adalah memakan daging jenazah saudaranya sesama muslim.

Lanjutkan membaca “Menjauhi perbuatan ghibah”

Apakah memberontak kepada penguasa masalah termasuk masalah khilafiyah?

APAKAH MEMBERONTAK PADA PENGUASA TERMASUK MASALAH KHILAFIYAH?

Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:

يتردد قول عند بعض طلبة العلم أن مسألة الخروج على ولي الأمر مسألة خلافية فما رأيكم جزاكم الله؟

Semoga Allah menjaga anda, sering ada pendapat pada para penuntut ilmu, bahwasanya masalah memberontak kepada penguasa itu adalah masalah khilafiyah. Maka apa pendapat anda, semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

Beliau berkata:

Lanjutkan membaca “Apakah memberontak kepada penguasa masalah termasuk masalah khilafiyah?”

Kewajiban taat kepada penguasa walaupun dzalim

Catatan sejarah membuktikan, setiap pemberontakan yang tidak dibimbing oleh ilmu syar’i selalu melahirkan kerusakan dan berakhir dengan kekacauan yang lebih besar daripada kezaliman penguasa itu sendiri. Maka, sikap sabar sebagaimana diamanatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, mesti kita miliki ketika kita dihadapkan kepada pemerintahan yang zalim.

Sabar terhadap kezaliman penguasa adalah salah satu prinsip dari prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah. (Majmu’ Fatawa, 28/179, dinukil dari Fiqih Siyasah Syar’iyyah, hlm. 163)

Itulah salah satu ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah yang terlupakan atau tidak diketahui oleh kaum muslimin yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah. Hampir seluruh kelompok pergerakan yang muncul di abad ini atau sebelumnya melalaikan prinsip ini. Entah karena lupa, tidak tahu, atau karena sengaja.

Lanjutkan membaca “Kewajiban taat kepada penguasa walaupun dzalim”

Salafy dan surury dimana bedanya?

AUDIO KAJIAN ISLAM ILMIAH 7-8 SYAWWAL 1438 H

Bersama:Al-Ustadz Muhammad ‘Afifuddin Assidawiy حفظه اللّه

1. Menyoal Radikalisme
(Mewaspadai Faham Radikalisme Bagi Agama, Bangsa & Negara)
Masjid Agung al-Akbar Cikijing Majalengka
Link: http://bit.ly/2tfMrAY

2. Urgensi Tarbiyah Islamiyah
Masjid Agung al-Akbar Cikijing Majalengka
Link: http://bit.ly/2ufloFQ

3. Salafy & Sururi Dimana Bedanya? (Sesi 1)
Masjid al-Atsary Sindangkasih Majalengka
Link: http://bit.ly/2sCLMrc

4. Salafy & Sururi Dimana Bedanya? (Sesi 2)
Masjid al-Atsary Sindangkasih Majalengka
Link: http://bit.ly/2uzQSFY

Audio Versi Hemat [20 Kpbs] download di t.me/salafymajalengka

Beberapa hukum tentang puasa Syawal

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizhahullahu Ta’ala

Dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan (puasa) enam hari dari bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa selama setahun penuh.” (HR. Muslim)

Beliau menjelaskan,
Lanjutkan membaca “Beberapa hukum tentang puasa Syawal”

Nasehat agar menjauhi para hizbiyyin

Berkata al-‘Allamah Muqbil al-Wadi’i rahimahullah:

“Dan di dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-‘Asy’ari radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa ‘Ala aalihi wa Sallam:

“مثل الجليس الصالح وجليس السوء كحامل المسك ونافخ الكير ، فحامل الـمسك إما أن يحـذيك ، وإما أن تبتاع مـنه ، وإما أن تجد منه ريحاً طيبة ، ونافخ الكير إما أن يحرق ثيابك ، وإما أن تجد منه ريحاً منتنة.”

“Permisalan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang jelek adalah seperti penjual minyak wangi (misik) dan peniup api. Seorang teman duduk yang shalih ibarat penjual minyak wangi, sehingga boleh jadi ia akan memberimu (yakni memberimu sebagian minyak wanginya) atau boleh jadi engkau akan membeli darinya atau setidaknya engkau akan mendapatkan aroma yang baik selama engkau bersamanya.
Lanjutkan membaca “Nasehat agar menjauhi para hizbiyyin”

Sejarah Suram Ikhwanul Muslimin

Ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.

Shufi, Syi’ah, Pluralisme, Mu’tazilah, dan lain-lain masing-masingnya jelas berbeda. Namun apa jadinya jika semua kelompok menyimpang ini dijadikan satu? Jadilah ia Ikhwanul Muslimin (IM).

Gerakan Ikhwanul Muslimin yang mendominasi dakwah pergerakan-pergerakan di Mesir, gaungnya tidak hanya terdengar di negeri asalnya. Namun “dakwah”-nya telah mendunia, masuk ke penjuru-penjuru negeri di hamparan bumi ini. Termasuk tanah air kita, Indonesia, meski tentu saja dengan nama yang berbeda.

Pemikiran dan buku tokoh-tokoh mereka, semacam Hasan Al-Banna, Sayyid Quthub, Said Hawwa, Fathi Yakan, Yusuf Al-Qardhawi, At-Turabi tersebar luas dengan berbagai bahasa, sehingga sempat mewar-nai gerakan-gerakan dakwah di berbagai negara.
Lanjutkan membaca “Sejarah Suram Ikhwanul Muslimin”