Hadits lemah dan palsu tentang amalan dan keutamaan bulan Rajab

Oleh Ustadz Abu Abdillah

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani rahimahullah berkata: “Adapun hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan bulan Rajab, keutamaan berpuasa Rajab, atau keutamaan berpuasa beberapa hari pada bulan tersebut, maka terbagi menjadi dua: (1) hadits-haditsnya maudhu’ (palsu), dan (2) hadits-haditsnya dha’if (lemah) (yakni tidak ada satupun yang shahih, pent).”

Lanjutkan membaca “Hadits lemah dan palsu tentang amalan dan keutamaan bulan Rajab”

Bagaimana cara agar umat islam bersatu

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :

1. Pertama, Pembenahan aqidah. Yaitu aqidah umat harus bersih dari kesyirikan. Allah Ta’ala berfirman,

وإن هذه أمتكم أمة واحدة وأنا ربكم فاتقون

“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kalian semua, agama yang satu, dan aku adalah Rabb kalian, maka bertakwalah kepada-Ku.” (al-Mu’minun : 52)
Lanjutkan membaca “Bagaimana cara agar umat islam bersatu”

Banyak dosa tapi sukses dan kaya raya

Oleh : Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman -hafidzahullah

Tidak sedikit orang yang semakin banyak bermaksiat, semakin kaya. Semakin besar kedzhalimannya, semakin makmur di dunia. Semakin besar kekafirannya, semakin tinggi jabatannya, dan seterusnya.

Mereka adalah orang-orang yang ‘sukses’ (dengan tanda petik). Sukses dalam pandangan orang awam. ‘Sukses’ semacam itu hanyalah semu. Ia seakan-akan sukses, padahal menabung penderitaan yang berlipat dan berkepanjangan.

Semakin seorang jauh dari Allah, semakin ia makmur di dunia. Itu disebut sebagai istidraj.

Allah beri limpahan nikmat yang terus berlipat seiring dengan kedurhakaannya, agar semakin bertumpuk dosanya, dan semakin besar adzabnya di sisi Allah.

Ketika ia semakin berkubang dengan kemaksiatannya, semakin lalailah dia, dan secara tiba-tiba Allah mengadzabnya.

Rasul ﷺ bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنْ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ {فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ}

“Jika engkau melihat Allah memberi bagian dari (kenikmatan) dunia kepada seseorang atas kemaksiatannya yang ia senangi, ketahuilah sesungguhnya itu adalah istidraj. Kemudian Rasul ﷺ membaca Firman Allah Ta’ala :

﴿ فَلَمــَّا نَسُوا مَا ذُكِّـــرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بــِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُـــمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِســُونَ ﴾

“Maka ketika mereka melupakan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Kami siksa mereka secara tiba-tiba, sehingga ketika itu mereka terdiam berputus asa (Q.S al-An’aam:46) [H.R Ahmad]

Sumber : Buku “Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat”

Hukum mengejek wanita yang memakai hijab syar’i

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah

Pertanyaan: Hukum orang yang mengolok-olok orang yang memakai hijab yang syar’i?

Jawaban: “Orang yang mengolok-olok hijab syar’i seperti Muhammad Al-Ghazali dalam kitabnya (Fiqhus -Siraah) ia mengatakan: “Saya melihat wanita di kota Madinah yang berjalan seolah-olah mereka sedang memikul kemah-kemah.” Mengapa ia tidak mengingkari wanita-wanita di Madinah yang berdandan, berpakaian tapi telanjang, tidaklah engkau melihat kecuali wanita yang bertutupkan hijab menjaga kehormatannya, lalu engkau mengingkari mereka?!!
Lanjutkan membaca “Hukum mengejek wanita yang memakai hijab syar’i”

Kejahatan penguasa akibat dosa-dosa rakyatnya

الذين يجعلون الداء والدواء في الحكام يخدعون الناس ويخدروهم ويضلوهم. اليساري والليبرالي والعلماني والإخواني والقاعدي والداعشي والحزبي الخ… يرون أن المشكلة في الحكام وأن الحل في تغييرهم!!

Orang-orang yang menimpakan masalah dan solusi pada pemerintah, mereka berusaha menipu manusia, membuat mereka bingung, dan menyesatkan mereka. Sayap kiri, liberalis, sekuleris, pengikut al-Ikhwanul Muslimun, al-Qaeda, ISIS, hizbi, dan seterusnya, mereka semua menilai bahwa masalah itu ada pada para penguasa, dan solusinya adalah dengan mengganti mereka.
Lanjutkan membaca “Kejahatan penguasa akibat dosa-dosa rakyatnya”

Wanita beriman di surga lebih cantik dari bidadari

Al-Imam Al-Qurthuby rahimahullah menyebutkan:

Keadaan wanita beriman di surga itu lebih baik daripada keadaan bidadari surga, lebih tinggi derajatnya dan lebih cantik. Maka wanita shalihah dari penduduk dunia itu jika ia masuk surga, maka sesungguhnya ia masuk surga karena balasan atas amalan shalihnya, dan merupakan kemurahan dari Allah kepadanya karena agama dan kebaikannya. Adapun bidadari surga yang mana ia merupakan kenikmatan surga, maka sesungguhnya ia diciptakan di surga karena disediakan untuk selainnya, dan dijadikan sebagai balasan untuk orang yang beriman atas amal shalihnya.
Lanjutkan membaca “Wanita beriman di surga lebih cantik dari bidadari”