Ikhlas dalam sebuah amalan

Para pembaca yang mulia- semoga Allah subhanahu wata’ala merahmati kita semua-, Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana telah menetapkan bahwa di antara hamba-hamba-Nya akan ada yang mengalami hidup bahagia dan akan ada yang mengalami hidup sengsara. Namun Allah subhanahu wata’ala adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, melalui lisan Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wasallam, Dia subhanahu wata’ala juga telah menunjukkan kepada umat manusia ini mana jalan yang akan mengantarkan kepada hidup bahagia dan mana jalan yang akan menjerumuskan kepada jurang kesengsaraan.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui dan mempelajari serta kemudian mematuhi dan mengamalkan rambu-rambu yang telah terpasang di jalan yang menuju kepada hidup bahagia tersebut. Allah subhanahu wata’ala sebagai pemilik kehidupan ini telah menegaskan dalam Al Qur’an (artinya):
Lanjutkan membaca “Ikhlas dalam sebuah amalan”

Iklan

Petaka Cinta Dunia

Rasulullah shallaahu alaihi was sallam bersabda:

” فَوَاللَّهِ لَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا كما بُسِطَتْ على من كان قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كما تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كما أَهْلَكَتْهُمْ

“Maka demi Allah, bukanlah kefaqiran yang aku takutkan akan menimpa kalian, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah tatkala dunia sudah dibentangkan kepada kalian, sebagaimana telah dibentangkan kepada umat sebelum kalian, sehingga kalian pun berlomba-lomba mengumpulkan dunia, sebagaimana mereka berlomba-lomba dalam dunia. Akhirnya dunia ini membinasakan kalian sebagaimana dunia ini telah membinasakan mereka.

[Riwayat Al-Bukhary dan Muslim 2961 dari hadits Amr bin Auf radhiallahu anhu]

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:
Lanjutkan membaca “Petaka Cinta Dunia”

Ahlus sunnah mendoakan kebaikan untuk pemerintah

AHLUS SUNNAH MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK PEMERINTAH

Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Al-Imam al-Barbahari rahimahumallah berkata, “Apabila engkau melihat ada orang yang mendoakan kebaikan untuk penguasa, ketahuilah dia seorang Ahlus Sunnah, insya Allah.”

Al-Imam Fudhail bin Iyadh rahimahumallah berkata, “Sekiranya aku mempunyai doa (yang terkabul), aku tidak akan mengarahkannya kecuali untuk penguasa.”

Seseorang bertanya, “Hai Abu Ali (Fudhail), jelaskan maksud kalimat ini kepada kami semua.”

Al-Imam Fudhail rahimahumallah menjawab, “Jika aku arahkan pada diriku, kebaikannya tidak akan kembali kecuali kepada diriku. Akan tetapi, jika aku arahkan kepada penguasa, penguasa itu akan menjadi baik sehingga baiklah keadaan rakyat dan negara.”
Lanjutkan membaca “Ahlus sunnah mendoakan kebaikan untuk pemerintah”

Mengingat kematian dan kegelapan kubur

Muslim bin Ibrahim berkata,

كَانَ هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ لَا يُطْفِئُ السِّرَاجَ إِلَى الصُّبْحِ وَقَالَ: إِذَا رَأَيْتُ الظُّلْمَةَ ذَكَرْتُ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ

“Adalah Hisyam Ad-Dustuwai tidak memadamkan lampunya (di malam hari) hingga waktu shubuh. Ia berkata, ‘apabila melihat kegelapan aku teringat kegelapan kubur.”

Amr bin Haitsam berkata,
Lanjutkan membaca “Mengingat kematian dan kegelapan kubur”

Musibah pada anak-anak bisa jadi karena dosa orangtuanya

Al-Imam Ibnu Abi Hatim rohimahullah menyebutkan sebuah riwayat,

”Telah mengabarkan kepada kami Ayahku (Abu Hatim), (Dia mengatakan): Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Abdil Hamid Al-Himmani, (Dia mengatakan): Telah mengabarkan kepada kami Jarir,”

Dari Abul Bilad; Dia mengatakan: “Aku pernah berkata kepada Al-‘Ala` bin Badr:
Lanjutkan membaca “Musibah pada anak-anak bisa jadi karena dosa orangtuanya”

Mengenal prinsip-prinsip dakwah salafiyah

Ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.

Berangkat dari ilmu dan pola pikir yang benar. Itulah bekal yang harus dimiliki oleh orang-orang yang terjun ke dunia dakwah. Karena dari sini, seorang da’i akan terlihat bagaimana akidahnya, akhlaknya, atau hal-hal lain yang terkait dengan agamanya. Tanpa pijakan yang benar lagi kokoh, seorang da’i bisa tersesat sekaligus menyesatkan orang lain.
Lanjutkan membaca “Mengenal prinsip-prinsip dakwah salafiyah”

Thawaf pada kuburan, mengusap-usapnya dan bertabarruk dengannya adalah kesyirikan

Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alus Syaikh [Menteri Urusan Agama Kerajaan Arab Saudi]

Jadi thawaf termasuk ibadah yang paling agung, sementara tidak disyariatkan thawaf kecuali di Baitullah yang suci. Jadi ibadah thawaf hanya khusus di Ka’bah yang dimuliakan. Demikian juga bolak-balik (sa-i) antara Shafa dan Marwah. Sedangkan apa-apa yang ditujukan untuk selain Allah adalah dengan meletakkan ibadah bukan pada tempatnya, mengagungkan kuburan dan menyerupakannya dengan Baitullah, serta memalingkan ibadah thawaf untuk selain Allah.

Lanjutkan membaca “Thawaf pada kuburan, mengusap-usapnya dan bertabarruk dengannya adalah kesyirikan”