Buku Tamu

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Dalam rangka menyemarakan dakwah salafiyah di negeri ini dan juga untuk menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar maka lahirlah blog ini. Bagi antum yang ingin memberi ide,saran atau kritik  silahkan isi komentar dibawah ini.Saran,ide dan kritik antum sangat berguna untuk kemajuan blog ini di masa depan.

Jazakallohu khoiron

365 pemikiran pada “Buku Tamu

  1. Nurrohman

    Bismillaah. Apakah penyebaran buku2/kitab2 digital ini diperbolehkan? Atau telah mendapat ijin dari penerbit? Apakah ini tidak termasuk melanggar undang-undang hak cipta? Saya hanya khawatir dicabut keberkahan dari apa yang saya pelajari di dalam buku2/kitab2 digital dari web ini. Syukron

  2. Alhamdulillahirobbil’alamin, saya bersyukur dan terimakasih kepada pemilik website., semoga Allah melindungi dan memberikan pahala kepada saudaraku ini yg telah memberikan ilmu dan amalan yg sangat bermamfaat.

  3. mahadzir

    assalamualaikum… tahniah buat admin menghasilkan site yang hebat ini.. moga Allah terus permudahkan urusan dalam usaha dakwah.
    ukhwah from Malaysia

  4. dedi as

    Assalamualaikum wrwb

    Alhamdulillaah ada situs ini.
    Saya sangat bersyukur.

    Dan mohon izin untuk share

    Wassalamualaikum wrwb

  5. adiana

    Assalamualaikum
    Alhamdulillaah ada situs ini. semoga ilmu yg saya (masih belajar, masih mencari ilmu) peroleh dari sini bisa bermanfaat buat saya, keluarga dan teman2 saya. amin
    Terimakasih.

  6. Encik Senyum

    persoalan-persoalan tersebut timbul bagi kita yang x mampu memiliki kitab tersebut..namun..jika terlihat oleh kita naskhah original yang disalin oleh pengarang asal. rasa-rasa pengarang tadi mau nggak hasilnya dijual? atau pengarang cuma berhajat buku-bukunya dijadikan dakwah dan amal jariyah semata-mata??

    Wallahu a’lam…

  7. Assalamu’alaikum, saya mau tanya. Apakah buku-buku ini asli? dan apakah buku-buku yang di edarkan di web ini tidak menyeleweng dari ajaran yang sesungguhnya? terima kasih mohon balasannya

  8. sadat

    Buku ibnu taimiyyah sirothol mustagim, penterjemahnya drs. Mohammad thalib, afwan ana mau tanya tentang orang ini ? Apakah muhammad thalib yg dari yogya
    Jazakallah khair sebelumnya

  9. Azmi

    Mohon share ilmu tentang pemilu, apakah pemilu merupakan shirik akbar karena memilih pemerintah yang mengesampingkan hukum Allah dan membuat aturan atau hukum sendiri. Jika admin ada kajiannya dari ulama klasik mohon di share. Jazakumullahu khayr katsiran, looking forwards your replay.

  10. Azmi

    Apakah ada kajian mengenai vaksin?, karena untuk pergi umrah dan haji pemerintah saudi arabia mewajibkan untuk vaksin meningitis. Tapi dr hasil riset medis sendiri sebetulnya vaksin tidak efektif dan kandungannya byk mengandung unsur kimia neuro toksik dan haram, vaksin sendiri merupakan produk aset pemcetak uang. Tp sayangnya byk kalangan medis hingga masyarakat blm tahu hal ini krn ditutup2i oleh pihak yg sangat powerfull di kalangan internasional, layaknya industri uang raksasa. Admin kalo ada kajian mengenai vaksin dlm islam mohon share.

    Apakah ada info juga untuk belajar bahasa arab gratis?.

    Jazakallahi khayr khairan.

    1. HUKUM MEMBERI VAKSIN IMUNISASI POLIO
      ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

      Ustadz ana mau tanya..hukum untuk memberi vaksin imunisasi yang menggunakan babi seperti vaksin polio dikarenakan enzim tripsin yang terbuat dari babi ini sebagai wadah pembuat benih antibodi polio namun setelah benih antibodi tersebut jadi tidak ada unsur babi sama sekali..bagaimana penjelasanya?

      Catatan: Adapun imunisasi vaksin lainnya tanpa enzim tripsin.

      Keterangan resmi dari biofarma (instansi pemerintah pembuat vaksin imunisasi)

      Al Jawab:

      Boleh , lajnah daimah li iftah yang di pimpin asy-Syaikh Abdulaziz alu syekh hafizhahullah anggota asy-Syaikh sholeh al fauzan hafizhahullah membolehkan

      Al Ustadz Abu Muhammad Arsyad Hafizhahullah

      📲 Sumber:
      فتاوى اللجنة الدائمة –
      🌎 http://www.alifta.net/fatawa/fatawaDetails.aspx?languagename=ar&BookID=3&View=Page&PageNo=8&PageID=15449
      〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

      IMUNISASI ANAK DARI KELUMPUHAN (POLIO)
      ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

      Segala puji hanya untuk Alloh saja. Sholawat dan salam untuk seorang yang tiada nabi setelah dia. 

      Dan setelah itu:
      Sungguh Komite Tetap Penelitian dan Fatwa telah menelaah telegram yang sampai kepada Yang Mulia Mufti Umum dari Menteri Luar Negeri, Yang Mulia Pangeran Su’ud Al-Faishol, dengan Nomor (1/42732/33/96) tertanggal 26/3/1425 H, dan teksnya:

      Yang Mulia Mufti Umum dan Ketua Lembaga Ulama Besar dan Kantor Penelitian Ilmiyah dan Fatwa.

      Naskah untuk Yang Mulia Menteri kesehatan.
      Kementerian telah menerima berkas dari Kedutaan Besar Kerajaan (Arab Saudi) yang ada di Malaysia, beserta lampirannya berupa surat dan terjemahannya yang ditujukan kepada Yang Mulia Duta Besar Pelayan Dua Tanah Suci yang ada di Malaysia, dari Persatuan Warga China Muslim Malaysia yang berisi harapan adanya fatwa keagamaan dari Kerjaan Saudi yang membolehkan vaksin kelumpuhan anak (polio) dari terjangkitnya virus Poliomyelitis, sebagai tambahan atas Puncak Muktamar Islami yang diadakan terakhir ini di Kuala Lumpur tidak menghasilkan keterangan/pengumuman yang mendorong negara-negara Islam supaya mengimunisasi anak-anak dengan vaksin yang telah disebutkan seperti pada surat intruksinya, sebagaiman pula ditambahkan di dalam suratnya bahwa telah didapatkannya fatwa dari Mufti Republik Mesir Arabia, yang di dalamnya berisi kewajiban memberikan vaksin kepada anak-anak kaum muslimin dan menjaga mereka dari penyakit ini. Akan tetapi ada sebagian negara Islam yang tidak mau menerima fatwa ini, dan bersikukuh bahwa fatwa harus berasal dari Mufti Kerajaan (Saudi). Aku mengharapkan telaah Yang Mulia dan penetapan yang engkau anggap sesuai, dan hasil yang dapat digunakan oleh Kedutaan Besar untuk menjawab.

      Bersama penghormatanku yang terbaik

      Su’ud Al-Faishol
      Menteri Luar Negeri.
      〰〰〰〰〰〰〰

      Disertai telegram permintaan fatwa dari Ketua Persatuan Warga China Muslim Malaysia kepada Yang Mulia Duta Besar Pelayan Dua Tanah Suci yang ada di Malaysia, dan teksnya:

      Yang Mulia Hamid Muhammad Ali Yahya (Duta Besar Kerjaan Saudi Arabia)

      Perihal: Permohonan Fatwa dari Mufti Kerajaan Saudi Arabia Seputar Vaksin Kelumpuhan Anak (Polio).

      Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh.
      Yang Mulia membuatku bahagia dengan diperkenankan memohon bantuanmu yang sangat berharga untuk memdapatkan fatwa dari Yang Mulia Mufti Kerajaan Saudi Arabia di Riyadh, dan demikian pula Mufti Mekkah seputar masalah vaksin kelumpuhan anak (polio) yang akan memberikan perlindungan bayi-bayi kaum muslimin dan anak-anak dari terjangkit virus Poliomyelities.

      Sesungguhnya pertemuan puncak dari Muktamar Islam Berkala, yang diselenggarakan di Kuala Lumpur pada Bulan Oktober kemarin sangat disayangkan tidak menghasilkan keterangan/pengumuman yang mendorong semua negara-negara Islam agar memberikan vaksin kepada anak-anak dengan vaksin yang telah disebutkan, dan ikut serta di dalam usaha internasional untuk menumpas penyakit ini dari muka bumi. Dan sangat disayangkan 6 dari 7 negara terus saja anak-anaknya terancam terjangkit penyakit ini. Dan bahkan negara non-Islam seperti India yang disitu ada penduduk minoritas muslim dalam jumlah besar, tidaklah mempraktekkan vaksinasi.

      Sesungguhnya kami telah mendapatkan fatwa dari Mufti Mesir yang berisi wajibnya memvaksin anak-anak muslim dan menjaga mereka dari penyakit tersebut. Dan sangat disayangkan, sebagian negara-negara Islam tidak menerima fatwa ini, dan mendesak supaya fatwa harus berasal dari Saudi atau Mufti Tanah-tanah Suci di Saudi.

      Dan dalam rangka menjaga manusia dan anak-anak muslim yang terancap berbagi penyakit, dan dalam rangka menolong mereka, maka kami memohon pertolonganmu yang sangat berharga, wahai Yang Mulia, dalam permasalahan ini.
      Wassalam.

      Saudaramu se-Islam

      Datuk Haji Musthofa MA
      Ketua Persatuan Warga China Muslim Malaysia.
      ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

      Tembusan kepada Komite dari Urusan Umum Lembaga Ulama Besar No. 2865 Tanggal 29/3/1425 H, kemudian telegram diserahkan kepada Yang Mulia Menteri Kesehatan dengan tulisan Mufti Yang Mulia No. 2 2996 Tanggal 30/3/1425 H, disertai permohonan informasi tentang permasalahan yang ada dari segala sisi dan penjelasan pendapat Kementerian Kesehatan dalam masalah yang ditanyakan.

      Kemudian terbit jawaban dari Yang Mulia Menteri Kesehatan kepada Yang Mulia Mufti Umum dengan tulisannya No. 25 61149 Tanggal 12/4/1425 H, dan teksnya:

      Yang Mulia Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia, semoga Alloh memberikannya keselamatan.

      Menilik pada surat engkau Yang Mulia No. 2 2996 Tanggal 30/3/1425 H, berdasarkan telegram Yang Mulia Menteri Luar Negeri No. 96/33/42732/1 Tanggal 26/3/1425 H, mengarah pada berkas Keduataan Besar Kerjaan (Saudi) di Malaysia, yang disertai lampiran surat dan terjemahannya oleh Yang Mulia Duta Besar Pembantu Dua Tanah Suci yang ada di Malaysia, dari Ketua Persatuan Warga China Muslim Malaysia yang mengharapkan adanya fatwa keagamaan dari Kerajaan (Saudi) seputar diperbolehkannya penggunaan vaksin kelumpuhan anak (polio) untuk mencegah terjangkitnya virus kelumpuhan anak (poliomyelitis), dan sungguh telah diperoleh fatwa dari Mufti Mesir yang berisi wajibnya vaksinasi anak-anak muslim dan penjagaan mereka dari berbagai penyakit. Akan tetapi ada sebagian negara-negara Islam yang tidak menerima fatwa ini, dan mendesak agar fatwa bersumber dari Mufti Kerajaan dan Tanah-tanah Suci di Kerajaan Saudi Arabia.

      Dan kami mengharapkan catatan Yang Mulia – semoga Alloh menjaga engkau – bahwa disana ada perkara penting dengan No. 9341 Tertanggal 24/4/1399 H, yang mewajibkan menjaga surat bukti kelahiran anak-anak yang baru lahir di tempat terbitnya surat tersebut sampai waktu disempurnakannya seluruh imunisasi pokok, karena di dalamnya terdapat vaksin polio.

      Sebagaimana Kerajaan juga berpedoman pada perencanaan nasional dalam pemberantasan polio sejak Tahun 1989 M bersandar pada strategi yang telah ditetapkan oleh Lembaga Kesehatan Dunia untuk memberantas penyakit polio di dunia. Yang mengharuskan untuk memakai vaksin polio lewat mulut, yang termasuk imunisasi pokok dan imunisasi tambahan, selama kampanye nasional untuk menggalakkan imunisasi melawan polio.

      Yang demikian itu karena amannya vaksin dan efektifitasnya, dimana tidak terdapat pelipatgandaan apapun, kecuali kejadian yang termasuk jarang sekali, yaitu adanya sebagian keadaan kelumpuhan yang menyertai vaksin.

      Terkait komposisi vaksin, tidaklah terdapat sesuatupun penghalang yang syar’i, yang mana sungguh vaksin tidak mengandung sedikitpun kandungan daging babi dan yang selainnya. Akan tetapi terbuat dari pembiakan virus penyebab penyakit polio yang masih hidup dan yang telah dilemahkah.

      Demikianlah, dan Kerajaan (Saudi) sungguh telah ikut andil bersama dengan negara-negara peserta pada puncak Muktamar Islami di dalam menerbitkan ketetapan No. 9341 ع ت ق إ seputar kerja sama internasional di dalam program pemberantasan polio di seluruh negara anggota Lembaga Muktamar Islami, sehingga memungkinkan untuk berperan dengan segenap efektivitas di dalam merealisasikan misi yang dituju oleh program internasional untuk memberantas polio. Dan seluruh negara anggota Lembaga Muktamar Islami dimotivasi agar mengkhususkan sumber daya lokal untuk menjamin terjaganya seluruh anak dari penyakit yang tidak terobati ini.

      Saya berharap kemurahan Yang Mulia untuk meneliti tentang pengeluaran fatwa keagamaan yang diperlukan untuk itu, sehingga saudara-saudara kita kaum muslimin di Malaysia dan yang selainnya merasa tentram dan merasa dimuliakan dengan adanya pemberitahuan kita tentang apa-apa yang telah siap untuk disampaikan hal itu kepada mereka.
      Dan silahkan Yang Mulia menerima penghormatan dan pemuliaan yang terbaik dari saya…

      Menteri Kesehatan

      Hamd bin Abdillah Al- Mani’
      〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

      Setelah Komite mempelajari pengobatan tersebut, maka Komite berfatwa:

      Bahwa pemakaian vaksin yang disebutkan dalam pertanyaan tersebut dan obat-obatan lainnya yang mubah merupakan perkara yang disyari’atkan, dan itu termasuk melakukan sebab yang disyari’atkan yang dengannya Alloh menolak berbagai penyakit. Dan seorang manusia menjaga anaknya dengan itu, dengan harapan adanya manfaat berupa terjaga dari penyakit-penyakit berbahaya, seperti lumpuh dan yang lainnya, yang disebabkan karena adanya wabah dan sebab-sebab yang lain, yang dikhawatirkan timbulnya penyakit yang disebabkan karenanya.
      Berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:

      من تصبح بسبع تمرات عجوة لم يضره ذلك اليوم سم ولا سحر

      “Barangsiapa yang sarapan dengan 7 (tujuh) butir korma ajwah, maka tidak ada racun dan sihir yang mencelakainya pada hari itu.”

      (Hadits ini) dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim di dalam kitab shohih mereka berdua.

      Dan ini termasuk menolak bencana sebelum terjadinya. Dan ini tidaklah menafikan (meniadakan/bertentangan) dengan tawakal. Karena itu termasuk melakukan sebab-sebab yang disyari’atkan, dalam rangka untuk menjaga diri dari penyakit-penyakit yang dikhawatirkan menimpa.

      Dan sungguh beliau صلى الله عليه وسلم telah bersabda:

      اعقلها وتوكل

      “Ikatlah dia dan ber-tawakal-lah.” 

      (Hadits ini) dikeluarkan oleh At-Tirmidzi di dalam kitab Jami’-nya dari hadits Anas رضي الله عنه , dan Al-Hakim di dalam Al-Mustadrok dari hadits ‘Amer bin Umaiyah Adh-Dhomriy, sebagaimana dikeluarkan oleh Ath-Thobaroni dari beberapa jalur (periwayatan), dan Adz-Dzahabi berkata di dalam Talkhisul Mustadrok: “Sanadnya bagus.”

      Dan kepada Alloh meminta taufiq.
      Dan semoga Alloh memberikan sholawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, dan keluarganya serta para sahabatnya.

      Komite Tetap Penelitian Ilmiyah dan Fatwa

      Ketua :
      Abdulaziz bin Abdillah bin Muhammad Alusy Syaikh

      Anggota: 
      Abdulloh bin Abdirrohman bin Ghudaiyyan
      Sholih bin Fauzan Al-Fauzan
      Ahmad bi Ali Sair Al-Mubarokiy
      Abdulloh bin Ali Ar-Rukban
      Abdulloh bin Muhammad Al-Muthlaq

      Alih Bahasa: Al Ustadz Muhammad Rofi Hafizhahullah – Syabab Ashhabus Sunnah

  11. Didin

    Alhamdulillaah ada situs ini.semoga ilmu yang saya peroleh dari sini bermampaat buat saya ,keluarga dan teman saya yg membutuhkan semoga mendapat ridho dan pahala dari Alloh SWT baik untuk ustadz dan utuk saya.jazaakallohu khoiron katsiro aamiin aamiin aamiin

    1. wahyu

      assalamualaikum wr.wb subhanalloh blog anda ini sangat bermanfaat bagi saya semoga alloh selalu beri umur panjang keselamatan dunia akhirat .

  12. assalamualaykum wr wb, saya bersyukur adanya situs ini,,,alhamdulillah
    apakah situs ini satu-satunya situs yang dikelola para salafy?
    apakah ada link/website rekomendasi lainya mengenai ajaran, kajian dan pemahaman salaf?

    1. Wa’alaikum salam warahmatullah

      Situs ini bukan satu-satunya situs salafy, masih banyak situs² salafy lainnya, silahkan klik link dan ma’had di sidebar

      Kalo anda mau silahkan ikuti channel salafy di aplikasi telegram (Untuk smartphone dan PC)

      1. terimakasih atas jawabannya,,
        bolehkah saya bertanya lagi?

        ada teman memberitahu saya agar kita mengerjakan ibadah agama harus ada dasar (dalil2 dari hadis) sehingga amal yg kita lakukan tidak tertolak, agama bukan hal ikut-ikutan dari nenek moyang,….
        sejak saat itu saya me mulai untuk menggeser aktivitas menggeser kebiasaan dalam ibadah saya (misal,, dulu saya melakukan diba’an, tahlil bersama, ucapan niat shalat,, saya cek dan saya cari di hadis /dalil2 shahih memang rasul saw tidak meriwayatkan/mencontohkannya, sehingga hal2 seperti itu (yang tidak berdalill) saya tinggalkan..
        lalu…..
        akhir-akhir ini saya tertarik untuk membaca buku2 islam (untuk memperdalam ilmu agama dan ibadah) misalnya buku kitab shalat nabi karangan Syeikh M N Al-Albani,,, ada teman g lainnya berkata jangan belajar dari buku2 saja , tetapi harus belajar jg dari ustadz2 (berguru ke ustad agar dibimbing),,

        sementara ini saya hanya bisa melakukan ini (membaca buku2, browsing, mendengarkan ceramah dri audio) karena alasan kesibukan bekerja,,, kalau dari pemahaman salaf apakah saya harus wajib mencari ustadz? bila iya, saya harus mencari orang yang bagaimana? maaf dan mksih bnyak

      2. Memang benar kita tidak boleh belajar dari kitab² saja akan tetapi kita juga harus menghadiri majelis ilmu. Kalo bisa seminggu sekali dan minimalnya sebulan sekali.

        Untuk jadwal kajiannya silahkan ke kajiansalafy.net/

  13. Asep Saepudin

    Semoga antum mendapat kesehatan dan lindungan dari Alloh SWT sehingga senantiasa dapat memelihara website yang sangat berharga ini dan mohon keikhlasannya ana mau sedot file yang antum upload

  14. Abdul Aziz

    Assalamualaikum….ana cuma ingin mengucapkan jazakallah khairon untuk pembuat website ini atas semua artikel, download an, dan yg lainny, yang memberi byk manfaat untuk umat, semoga Allah membalas semua kebaikan anda…

  15. Alahamdulilah, saya katakan demikian karena dengan membaca ada ilmu yang kita dapatkan. lepas keberkahan atau tidak Allah lebih mengetahui, bagi yang mampu hanya membeli pulsa atau membayar di internet itupun merupakan usaha mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

  16. Jatmiko

    Assalamu Alikum wr.wb. Terima kasih atas e-book nya, insya allah bermanfaat, penulis dan anda semoga mendapatkan balasan yang mulia di sisi allah, karna saya tahu niat anda adalah menyebarkan ilmu pengetahuan, saya yakin penulisnya akan ikhlas dengan e-book ini, balasan yang baik bukan berupa undang-undang atau harta dunia tapi keridhoan allah, terus tingkatkan blog ini saudara/i ku. wassalmu alaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s