Yang dirahmati dan yang terhalangi di bulan Ramadhan

ANTARA ORANG YANG DIRAHMATI DAN ORANG YANG TERHALANGI DI BULAN RAMADHAN

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan:

من رحم في رمضان فهو المرحوم

Barang siapa yang dirahmati, ia adalah orang yang marhum (mendapat rahmat)

ومن حرم خيره فهو المحروم

Barang siapa yang terhalangi dari kebaikan (di bulan Ramadhan), ia adalah mahrum (benar-benar terhalangi)

ومن لم يتزود لمعاده فيه فهو ملوم

Dan barang siapa yang tidak mempersiapkan bekal untuk akhiratnya di bulan Ramadhan, maka ia adalah orang yang malum (tercela).

Lanjutkan membaca “Yang dirahmati dan yang terhalangi di bulan Ramadhan”

Bom bunuh diri dalam timbangan syariat

Semangat tetapi tanpa ilmu, penyakit inilah yang banyak menjangkiti kalangan aktivis dan pemuda Islam. Lahirlah kemudian berbagai macam aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Penyanderaan, bom bunuh diri, penyerangan terhadap warga negara dan kepentingan asing, serta pemberontakan terhadap pemerintah muslim, adalah sederet contoh tindakan yang dibungkus dengan nama jihad. Akibatnya, jihad yang syar’i justru dipandang sebelah mata oleh umat.

Jihad di dalam Islam merupakan salah satu amalan mulia, bahkan termasuk yang paling dimuliakan dalam Islam. Sebab, dengan amalan ini seorang muslim harus rela mengorbankan segala yang dimilikinya berupa harta, jiwa, tenaga, waktu, dan segala kesenangan dunia untuk menggapai keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
Lanjutkan membaca “Bom bunuh diri dalam timbangan syariat”

Hukum bersandar kepada hisab falaki

Asy-Syaikh ‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah

Ramadhan merupakan ibadah yang berulang setiap tahun. Merupakan bulan Al-Qur`an, bulan yang benuh barakah. Namun menjelang datangnya bulan Ramadhan, “polemik tahunan” antara ru`yah – hisab untuk penentuan awal Ramadhan dan ‘Idul Fithri kembali menghangat. Herannya, para ahli hisab makin tahun makin arogan. Jauh-jauh hari mereka sudah berani mengumumkan hasil hisabnya, bahwa Ramadhan dan ‘Idul Fithri akan jatuh pada hari dan tanggal sekian. Bahkan ahli hisab mulai berani menghujat ru`yah yang merupakan satu-satunya sistem yang ditetapkan oleh syari’at Islam. Termasuk di negeri ini ada sebagian ormas Islam yang punya kebiasaan jauh-jauh hari mengumumkan kapan Ramadhan, ‘Idul Fithri, dan ‘Idul Adha berdasarkan Hisab Falaki (!!). Tentu saja, suasana perpecahan langsung terasa, menodai suasana kebersamaan dan kekhusyu’an ibadah kaum muslimin.
Lanjutkan membaca “Hukum bersandar kepada hisab falaki”

Syubhat kesyirikan dan bantahannya

Apabila ada seorang Qubury (penyembah kubur) mengatakan padamu : “Kita harus punya perantara dalam berdo’a, sebab kita ini orang-orang fasiq dan banyak dosa.”

Maka jawablah : “Apakah Iblis itu makhluk yang bertaqwa dan shaleh..?!! (sehingga Allah kabulkan do’anya sekalipun tanpa perantara_pen).

Lanjutkan membaca “Syubhat kesyirikan dan bantahannya”

Tafsir Surat At Taubah Ayat 100

Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka jannah (surga-surga) yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah:100)

Penjelasan Mufradat Ayat

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam)”, yaitu para pendahulu umat ini yang mereka bersegera dalam beriman, berhijrah, dan berjihad, serta menegakkan agama Allah.
Lanjutkan membaca “Tafsir Surat At Taubah Ayat 100”

Sikap ahlus sunnah terhadap Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir

SIKAP AHLUS SUNNAH TERHADAP IKHWANUL MUSLIMIN DAN HIZBUT TAHRIR

Pertanyaan : Apa sikap ahlus sunnah wal jama’ah terhadap ikhwanul muslimin dan hizbut tahrir ? Jelaskan kepada kami penyimpangan mereka !

Syaikh al ‘allamah Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i رحمه اللّٰه menjawab :

Sikap ahlus sunnah wal jama’ah terhadap ikhwanul muslimin adalah menghukumi manhaj mereka sebagai manhaj mubtada’, dan menghukumi individu-individu mereka dengan hukum sebagai berikut :
Lanjutkan membaca “Sikap ahlus sunnah terhadap Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir”