Tafsir Surat At Taubah Ayat 100

Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka jannah (surga-surga) yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah:100)

Penjelasan Mufradat Ayat

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam)”, yaitu para pendahulu umat ini yang mereka bersegera dalam beriman, berhijrah, dan berjihad, serta menegakkan agama Allah.
Lanjutkan membaca “Tafsir Surat At Taubah Ayat 100”

Sikap ahlus sunnah terhadap Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir

SIKAP AHLUS SUNNAH TERHADAP IKHWANUL MUSLIMIN DAN HIZBUT TAHRIR

Pertanyaan : Apa sikap ahlus sunnah wal jama’ah terhadap ikhwanul muslimin dan hizbut tahrir ? Jelaskan kepada kami penyimpangan mereka !

Syaikh al ‘allamah Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i رحمه اللّٰه menjawab :

Sikap ahlus sunnah wal jama’ah terhadap ikhwanul muslimin adalah menghukumi manhaj mereka sebagai manhaj mubtada’, dan menghukumi individu-individu mereka dengan hukum sebagai berikut :
Lanjutkan membaca “Sikap ahlus sunnah terhadap Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir”

Setiap yang disembah selain Allah tidak memiliki penciptaan dan kekuasaan sedikitpun

BAB KE LIMABELAS : Firman Allah Ta’ala : Apakah Mereka Menyembah Sesuatu yang Tidak Menciptakan Apapun dan Justru Mereka Diciptakan? (Q.S al-A’raaf: 191).

Dalil Kedua:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُسِرَتْ رَبَاعِيَتُهُ يَوْمَ أُحُدٍ وَشُجَّ فِي رَأْسِهِ فَجَعَلَ يَسْلُتُ الدَّمَ عَنْهُ وَيَقُولُ كَيْفَ يُفْلِحُ قَوْمٌ شَجُّوا نَبِيَّهُمْ وَكَسَرُوا رَبَاعِيَتَهُ وَهُوَ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { لَيْسَ لَكَ مِنْ الْأَمْرِ شَيْءٌ }

Dari Anas –radhiyallahu anhu- bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pecah gigi gerahamnya pada hari (perang) Uhud dan beliau terluka di kepalanya maka mengucurlah darah dari kepalanya. Dan beliau berkata: Bagaimana bisa beruntung suatu kaum yang telah melukai kepala dan memecahkan gigi geraham Nabi mereka, kemudian Nabi berdoa kepada Allah (untuk melaknat) mereka. Maka Allah Azza Wa Jalla menurunkan ayat:
Lanjutkan membaca “Setiap yang disembah selain Allah tidak memiliki penciptaan dan kekuasaan sedikitpun”

Jenis-jenis Harta

Ketahuilah, rahimakumullah, dirham itu terbagi menjadi empat:

1. Dirham yang diperoleh dengan ketaatan kepada Allah (dengan cara yang halal -pen) dan dikeluarkan pada hak Allah (disalurkan pada tempat-tempat yang dicintai dan diridhai-Nya-pen). Inilah sebaik-baik dirham.

2. Dirham yang diperoleh dengan bermaksiat kepada Allah (dengan cara yang haram-pen) dan dibelanjakan di jalan kemaksiatan kepada-Nya. Inilah sejelek-jelek dirham.
Lanjutkan membaca “Jenis-jenis Harta”

Tauhid adalah perintah Allah yang paling agung dan hak Allah terhadap hambanya

TAUHID ADALAH PERINTAH ALLAH YANG PALING AGUNG DAN HAK ALLAH TERHADAP HAMBANYA.

Dalil Keenam:

عَنْ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ فَقَالَ يَا مُعَاذُ هَلْ تَدْرِي حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ قَالَ لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا

Dari Muadz radhiyallahu anhu beliau berkata: Saya berboncengan di belakang Nabi shollallahu alahi wasallam di atas keledai yang disebut Ufair. Nabi bersabda: Wahai Muadz, apakah engkau tahu hak Allah terhadap para hambaNya, dan apa hak para hamba terhadap Allah. Aku berkata: Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Nabi bersabda: Sesungguhnya hak Allah terhadap para hambaNya adalah mereka beribadah kepadaNya dan tidak mensekutukanNya dengan suatu apapun dan hak para hamba terhadap Allah adalah Allah tidak mengadzab orang yang tidak mensekutukannNya dengan suatu apapun. Maka aku (Muadz) berkata: Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya aku beritakan kabar gembira ini kepada manusia? Nabi bersabda: Jangan, dikhawatirkan mereka akan menganggap remeh dan bersandar (dengan hal yang tidak dipahaminya)(H.R al-Bukhari dan Muslim, lafadz dari al-Bukhari).

Penjelasan Dalil Keenam:
Lanjutkan membaca “Tauhid adalah perintah Allah yang paling agung dan hak Allah terhadap hambanya”