Khawarij, kelompok sesat pertama dalam islam

Al-Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- berkata :

“Sesungguhnya bid’ah yang pertama kali muncul dalam Islam adalah fitnah khawarij. Dan benihnya ketika itu adalah karena urusan dunia. Yaitu ketika Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membagi ghanimah (harta rampasan) pada perang Hunain. Mereka menganggap dengan akal mereka yang rusak bahwa beliau tidak adil dalam pembagian. Maka serta merta merekapun memunculkan pemikiran ini. Sehingga berkatalah juru bicara mereka, yaitu Dzul Khuwaishiroh, -semoga Allah mematahkan lengannya- : “Berbuat adil-lah, karena sesungguhnya engkau tidak adil.” Maka Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata kepadanya:
Lanjutkan membaca “Khawarij, kelompok sesat pertama dalam islam”

Iklan

Pembahasan seputar kesyirikan

Ditulis oleh al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah

Kesyirikan tidak hanya terjadi pada zaman jahiliah saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum diutus. Kesyirikan juga merebak di masa kini meski dikemas dengan bungkus baru. Kehati-hatian agar tidak terjatuh pada perbuatan syirik sangatlah penting karena Allah ‘azza wa jalla menyebut perbuatan ini sebagai dosa besar yang paling besar dan tidak akan memberi ampunan bagi pelakunya kecuali jika ia telah bertaubat.

Dalam beberapa edisi yang telah lalu, telah dibahas permasalahan seputar akidah, terutama kaitannya dengan pembahasan bagaimana seseorang bisa memperbaiki hubungannya dengan Allah ‘azza wa jalla atau yang diistilahkan dengan ibadah. Pada edisi mendatang insya Allah, akan dibahas suatu permasalahan yang sangat besar yang bisa menjadikan peribadatan seseorang menjadi amalan yang sia-sia bahkan bisa menjadi azab baginya. Itulah lawan dari ibadah yaitu syirik.

Untuk mengawali pembahasan seputar syirik, pada edisi ini akan dipaparkan sejarah kemunculan syirik yang terjadi pada umat manusia. Adapun hakikat kesyirikan itu sendiri, jenis-jenisnya, serta pengaruhnya dalam kehidupan sebagai individu, masyarakat, dan bernegara, akan dibahas pada edisi mendatang, insya Allah. Selain itu, kajian mendatang juga akan membongkar praktik syirik yang berkembang di masyarakat.
Lanjutkan membaca “Pembahasan seputar kesyirikan”

Sebelum tiba penyesalan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

“Hingga apabila datang kepada seorang dari mereka kematian, lalu ia pun berkata, ‘Tuhanku, kembalikan aku ke dunia..” (QS. Al-Mukminun:99)

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah menjelaskan,
Lanjutkan membaca “Sebelum tiba penyesalan”

Aqidah harus dipentingkan dan diutamakan

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,

“Aku nasehatkan kepada para pemuda dan kaum muslimin agar mementingkan aqidah pada prioritas utama dan sebelum segala sesuatu.

Karena aqidah merupakan pondasi yang di atasnya ditegakkan seluruh amalan, apakah amalan tersebut diterima ataukah ditolak.
Lanjutkan membaca “Aqidah harus dipentingkan dan diutamakan”

Ringkasan adab makan dan minum

Para pembaca rahimakumullah, pada kesempatan kali ini kami akan menyebutkan beberapa adab seputar makan dan minum. Pembahasan akan kami tulis seringkas mungkin dan akan kami bagi menjadi dua bagian, agar kita tidak lelah atau jenuh ketika membacanya. Karena artikel yang panjang membuat pembaca menjadi jenuh atau tidak maksimal di dalam mengambil manfaat darinya.

Berikut adab-adab makan dan minum:
Lanjutkan membaca “Ringkasan adab makan dan minum”

Mengenal jembatan yang akan dilewati manusia pada hari kiamat

Soal: Apakah yang dimaksud dengan shirath yang dipancangkan di atas Jahanam? Bagaimanakah hukum beriman kepada shirath ini? Dan apakah semua yang melewatinya akan mendapatkan rasa sakit?

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah menjawab,

“Shirath ini adalah jembatan yang Allah pancangkan untuk kaum mukminin. Mereka akan melewatinya untuk menuju jannah.
Lanjutkan membaca “Mengenal jembatan yang akan dilewati manusia pada hari kiamat”