Hukum Foto Kamera, Televisi dan Video Makhluk Bernyawa

Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad ‘Afifuddin hafizhahullah

Kajian Ilmiyah Masjid Jabalus Sholah, Ma’had Darus Salaf Al-Islamy, Bontang |Jum’at, 05 Rabi’uts Tsani 1437 H ~ 15 Januari 2016 M

Bagian 1 Durasi 52:26 (6,10 MB)

▪️ Dalil haramnya gambar makhluk bernyawa
▪️ Apakah larangan tersebut khusus yang sifatnya manual (memahat, melukis, menggambar dengan tangan) dan) berbeda dengan fotografi/digital?
▪️ Penjelasan fatwa Syaikh Albani dan Syaikh Ibn Baz rahimahumallah
▪️ Hukum video dan televisi
▪️ Hukum menyimpan foto dalam album fisik & file digital
Baca lebih lanjut

Mengenal Penyimpangan Surury, Radio/TV Rodja dan MLM (Mutalawwin, La’ab, Maakir)

Mengenal Penyimpangan Surury, Radio/TV Rodja dan MLM (Mutalawwin, La’ab, Maakir)

Disampaikan oleh:

– Al-Ustadz Muhammad As-Sewed hafidzahullah
– Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafidzahullah
– Al-Ustadz Muhammad Afifudin hafidzahullah
– Al-Ustadz Abu Muawiah Askary hafidzahullah

Bagian 1 (3,41 MB) Durasi 00:29:29
Baca lebih lanjut

Menyoroti Tragedi Thamrin Dengan Kacamata Sunnah

Menyoroti Tragedi Thamrin Dengan Kacamata Sunnah

Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafidzahullah

Selasa, 16 Rabi’uts Tsani 1437 H – 26 Januari 2016 M di Masjid Al-Ittihad Islamic Centre Cirebon JABAR.

Sesi 1 Durasi [00:47:05]
Link download : http://bit.ly/1WN9b33

Sesi 2 Durasi [01:01:04]
Link download : http://bit.ly/1Upugix

JOIN Channel : http://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]

http://www.alfawaaid.net

Hukum Shalat Orang Yang Melakukan Isbal (Menjulurkan Pakaian Di Bawah Mata Kaki Bagi Pria)

Silsilah Fatawa As Sholah

Hukum Shalat Orang Yang Melakukan Isbal (Menjulurkan Pakaian Di Bawah Mata Kaki Bagi Pria)

Al Imam Al Muhaddits Muqbil bin Hadi Al Wadi’iy -rahimahullah-

Soal :

Apakah orang yang melakukan isbal shalatnya batal? Dan bagaimana keshahihan hadits “Allah tidak menerima shalatnya orang yang melakukan isbal”?

Jawaban : Baca lebih lanjut

Contoh Orang-orang Yang Mendapatkan Buah Keikhlasan

Allah -عزوجل- berfirman:

{إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ َرُّهُ مُسْتَطِيرًا وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا }

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan, minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga); yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata dimana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan adzab (yang datang) dari Rabb kami, pada suatu hari; yang (pada hari itu orang-orang bermuka) masam, penuh kesulitan.” [Al Insan : 5-10].
Baca lebih lanjut