FIQH (MEMAHAMI) AGAMA PETANDA BAHWA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN PADANYA

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah :

“Fiqh (memahami) agama yang itu merupakan tanda kebahagiaan adalah ilmu yang memberikan pengaruh kepada pemiliknya untuk memiliki sifat Khasyah (takut) kepada Allah, dan mengantarkannya kepada menghormati larangan-larangan Allah, serta senantiasa merasa diawasi oleh-Nya. Di samping mendorongnya untuk senantiasa melaksanakan kewajiban-kewajiban dari Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya, serta mendorongnya untuk mau berdakwah ke jalan Allah dan menjelaskan syari’at-Nya kepada umat.

Barangsiapa yang diberi rizki Fiqh agama dalam bentuk seperti itu, maka itu adalah petanda dan alamat bahwa Allah menghendaki kebaikan padanya.

(lebih…)

Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin -رحمه الله-

Pertanyaan :

Apa hukum memakai baju yang ada simbol yang berkaitan dengan musik?

Jawaban:

Setiap pakaian yang terdapat padanya isyarat kepada yang HARAM maka haram untuk memakainya

Pakaian yang ada gambar makhluk bernyawanya maka hukumnya HARAM

(lebih…)

Yang mulia Syaikh Al Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata :

Ketahuilah, sesungguhnya jikalau engkau berdoa untuk meminta sesuatu kepada Allah maka engkau pasti akan beruntung dalam setiap keadaannya.

Karena bisa jadi Allah -subhanahu wa ta’ala- mengabulkan (secara langsung) apa yang engkau minta atau Allah menghindarkan dirimu dari kejelekan yang lebih besar atau Allah menjadikannya sebagai tabungan pahala pada hari kiamat.

(lebih…)

Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah (wafat tahun 1420H) berkata:

Telah pasti dari Rasulullah ﷺ kalu beliau bersabda:

“Telah terpecah kaum Yahudi menjadi tujuh puluh satu golongan, yakni, semuanya di neraka kecuali satu,” mereka adalah pengikut Nabi Musa ‘alaihis salam.

“Dan telah terpecah kaum Nasrani menjadi tujuh puluh dua golongan”, maknanya sesungguhnya semuanya masuk neraka”, kecuali satu, mereka adalah para pengikut Nabi Isa ‘alaihis salam.

(lebih…)

Pertanyaan :

Apa saja hak dan kewajiban istri?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjawab:

Hak istri yang wajib (ditunaikan oleh suami) dan kewajiban istri (yang harus dia tunaikan terhadap suami) tidak disebutkan secara tertentu dalam syariat. Hal ini kembali kepada kebiasaan (masyarakat setempat) berdasarkan firman Allah ‘azza wa jalla,

(lebih…)

Berkata seorang penanya dari India :

“Telah berkata Rasulullah -shalallahu ‘alihi wa salam- : ((Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan tidak ada bai’at kepada pemimpinnya, maka ia meninggal dalam keadaan matinya orang jahiliyyah)).”

Penanya berkata : “Aku dari India, bagaimana aku bisa beramal dalam permasalahan bai’at ini?”

Dijawab oleh asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah:

(lebih…)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah telah ditanya :

“Bagaimana mungkin seorang mukmin selalu meminta hidayah di setiap waktu, baik di dalam shalat maupun di luar shalat, padahal dia telah mendapatkan hidayah, apakah ini termasuk meminta sesuatu yang telah ada pada dirinya atau tidak demikian ?

Jawabannya :

(lebih…)