Akibat Chatting Dengan Lawan Jenis

Dijawab oleh Ustadz Muhammad Afifuddin

Ini kisah saudara saya. Saudara saya dulu suka chatting dengan wanita. Awalnya ada seorang wanita yang mengaku masih gadis. Berjalan selama sebulan, saudara saya ini mencintai wanita tersebut. Dua bulan kemudian, ternyata wanita ini jujur telah bersuami dan memiliki dua anak. Akan tetapi, saudara saya ini sudah sangat mencintainya. Si wanita juga sangat mencintai dan sering kepergok oleh sang suami. Namun, mereka berdua tetap berhubungan.

Selang satu tahun, mereka bertemu dan berbuat hal yang tidak diinginkan beberapa kali. Si istri meminta cerai, karena ingin menikah dengan saudara saya. Saudara saya pun ingin menikah dengan si perempuan tersebut. Bolehkah mereka menikah, ustadz? Saudara saya sudah bertobat dan sangat ingin menikahi perempuan tersebut untuk menebus dosa yang pernah mereka lakukan.

Jawaban :

Lanjutkan membaca “Akibat Chatting Dengan Lawan Jenis”

Iklan

Keutamaan ilmu dan orang yang berilmu

KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG YANG BERILMU

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“من سلك طريقا يبتغي فيه علما سهل اللّٰه له طريقا إلى الجنة، وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع، وإن العالم ليستغفر له من في السماوات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب، وإن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما، وإنما ورثوا العلم، فمن أخذ به أخذ بحظ وافر”.

“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia perbuat, dan sesungguhnya seorang alim akan dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan-ikan di lautan, dan keutamaan seorang alim di atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas bintang-bintang, dan sesungguhnya para ulama merupakan para pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidaklah mewarisi dinar dan dirham namun mereka mewarisi ilmu maka barangsiapa yang memperolehnya maka sungguh ia telah mendapatkan bagian yang besar”. Riwayat At Tirmidzi dari hadits Abud Darda’ radhiallahu ‘anhu dan dihasankan oleh At Tirmidzi dan selainnya, Al ‘Allamah Rabi’ berkata : “Dan ia hadits yang hasan dan bisa dijadikan hujjah”.

Asy Syaikh Al Allamah Robi’ Bin Hadi Al Madkhaly حفظه اللّٰه berkata :
Lanjutkan membaca “Keutamaan ilmu dan orang yang berilmu”

Khawarij, kelompok sesat pertama dalam islam

Al-Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- berkata :

“Sesungguhnya bid’ah yang pertama kali muncul dalam Islam adalah fitnah khawarij. Dan benihnya ketika itu adalah karena urusan dunia. Yaitu ketika Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membagi ghanimah (harta rampasan) pada perang Hunain. Mereka menganggap dengan akal mereka yang rusak bahwa beliau tidak adil dalam pembagian. Maka serta merta merekapun memunculkan pemikiran ini. Sehingga berkatalah juru bicara mereka, yaitu Dzul Khuwaishiroh, -semoga Allah mematahkan lengannya- : “Berbuat adil-lah, karena sesungguhnya engkau tidak adil.” Maka Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata kepadanya:
Lanjutkan membaca “Khawarij, kelompok sesat pertama dalam islam”

Pembahasan seputar kesyirikan

Ditulis oleh al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah

Kesyirikan tidak hanya terjadi pada zaman jahiliah saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum diutus. Kesyirikan juga merebak di masa kini meski dikemas dengan bungkus baru. Kehati-hatian agar tidak terjatuh pada perbuatan syirik sangatlah penting karena Allah ‘azza wa jalla menyebut perbuatan ini sebagai dosa besar yang paling besar dan tidak akan memberi ampunan bagi pelakunya kecuali jika ia telah bertaubat.

Dalam beberapa edisi yang telah lalu, telah dibahas permasalahan seputar akidah, terutama kaitannya dengan pembahasan bagaimana seseorang bisa memperbaiki hubungannya dengan Allah ‘azza wa jalla atau yang diistilahkan dengan ibadah. Pada edisi mendatang insya Allah, akan dibahas suatu permasalahan yang sangat besar yang bisa menjadikan peribadatan seseorang menjadi amalan yang sia-sia bahkan bisa menjadi azab baginya. Itulah lawan dari ibadah yaitu syirik.

Untuk mengawali pembahasan seputar syirik, pada edisi ini akan dipaparkan sejarah kemunculan syirik yang terjadi pada umat manusia. Adapun hakikat kesyirikan itu sendiri, jenis-jenisnya, serta pengaruhnya dalam kehidupan sebagai individu, masyarakat, dan bernegara, akan dibahas pada edisi mendatang, insya Allah. Selain itu, kajian mendatang juga akan membongkar praktik syirik yang berkembang di masyarakat.
Lanjutkan membaca “Pembahasan seputar kesyirikan”

Sebelum tiba penyesalan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

“Hingga apabila datang kepada seorang dari mereka kematian, lalu ia pun berkata, ‘Tuhanku, kembalikan aku ke dunia..” (QS. Al-Mukminun:99)

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah menjelaskan,
Lanjutkan membaca “Sebelum tiba penyesalan”

Aqidah harus dipentingkan dan diutamakan

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,

“Aku nasehatkan kepada para pemuda dan kaum muslimin agar mementingkan aqidah pada prioritas utama dan sebelum segala sesuatu.

Karena aqidah merupakan pondasi yang di atasnya ditegakkan seluruh amalan, apakah amalan tersebut diterima ataukah ditolak.
Lanjutkan membaca “Aqidah harus dipentingkan dan diutamakan”