Kebid’ahan lebih jelek daripada kemaksiatan

HIKAYAT DARI SALAFUS SHOLIH YANG MENGANDUNG FIQH DI ATAS

Seorang laki-laki datang kepada Yunus Bin Ubaid -salah seorang imam salafus sholih- lalu berkata : “Wahai Abu Abdillah, engkau melarang kami dari bermajlis dengan ‘Amr -yakni Ibnu ‘Ubaid seorang berpemikiran mu’tazilah sesat- padahal anakmu masuk menemuinya”.

Yunus berkata : “Anakku?”. Ia menjawab : “Na’am”.

Maka syaikhpun marah hingga datang putranya lalu ia berkata : “Wahai anakku engkau telah mengetahui pendapatku tentang ‘Amr kemudian engkau masuk menemuinya ?”.
Lanjutkan membaca “Kebid’ahan lebih jelek daripada kemaksiatan”

Hukum meninggikan kuburan dan menghiasinya

Oleh: Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Athram rahimahullah.

Pertanyaan: Apa hukum meninggikan kuburan, menghiasinya dan apa pengaruh hal itu?

Jawaban: Hukum meninggikan kuburan dan menghiasinya adalah tidak boleh meninggikanya tidak pula menghiasinya, karena itu tergolong perbuatan ghuluw (berlebih-lebihan) yang bisa mengantarkan kepada keyakinan mengagungkannya dan meyakininya. Dalam sebuah hadits :
Lanjutkan membaca “Hukum meninggikan kuburan dan menghiasinya”

Menghadiahkan bacaan Al Qur’an untuk si mayit

Imam Syafi’i rahimahullah berpendapat bahwasanya pahala bacaan al Qur’an tidak bisa sampai kepada mayit. Beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala

وأن ليس للإنسان إلا ما سعى

“Dan bahwasanya seorang manusia tidaklah mendapatkan melainkan apa yang telah diusahakannya.” ( QS. An Najm:39 )

Dan dengan hadits,
Lanjutkan membaca “Menghadiahkan bacaan Al Qur’an untuk si mayit”

70 Dosa Besar Dalam Islam

Sahabat Nabi Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu Mengisyaratkan bahwa Jumlah Dosa Besar sekitar 70-an. Al-Imam adz-Dzahaby Rahimahullah kemudian Berusaha Mengkaji Dalil-dalil dalam AlQur’an dan As-Sunnah, kemudian Merangkumnya dalam Kitab Berjudul Al-Kabaair. Ada 70 Dosa Besar yang Beliau Tuliskan, yaitu :

Lanjutkan membaca “70 Dosa Besar Dalam Islam”

Adakah Bid’ah Hasanah?

Banyak alasan yang dipakai orang-orang untuk ‘melegalkan’ perbuatan bid’ah. Salah satunya, tidak semua bid’ah itu jelek. Menurut mereka, bid’ah ada pula yang baik (hasanah). Mereka pun memiliki “dalil” untuk mendukung pendapatnya tersebut. Bagaimana kita menyikapinya?

Di antara sebab-sebab tersebarnya bid’ah di negeri kaum muslimin adalah adanya keyakinan pada kebanyakan kaum muslimin bahwa di dalam kebid’ahan ini ada yang boleh diterima dengan apa yang dinamakan bid’ah hasanah. Pandangan ini berangkat dari pemahaman bahwa bid’ah itu ada dua: hasanah (baik) dan sayyiah (jelek).

Berikut ini kami paparkan apa yang diterangkan oleh asy-Syaikh as-Suhaibani dalam kitab al-Luma’ “Bantahan terhadap Syubhat Pendapat yang Menyatakan Adanya Bid’ah Hasanah”.
Lanjutkan membaca “Adakah Bid’ah Hasanah?”

Larangan menggunakan jimat

عَنِ الْحَسَنِ قَالَ أَخْبَرَنِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْصَرَ عَلَى عَضُدِ رَجُلٍ حَلْقَةً أُرَاهُ قَالَ مِنْ صُفْرٍ فَقَالَ وَيْحَكَ مَا هَذِهِ قَالَ مِنَ الْوَاهِنَةِ قَالَ أَمَا إِنَّهَا لَا تَزِيدُكَ إِلَّا وَهْنًا انْبِذْهَا عَنْكَ فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا (رواه أحمد)

Dari al-Hasan (al-Bashri) beliau berkata: Telah mengkhabarkan kepadaku Imron bin Hushain bahwa Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam melihat pada tangan seseorang terdapat lingkaran -aku kira- dari kuningan. Kemudian Nabi bersabda: Celaka engkau. Apa ini? Orang itu berkata: Untuk mencegah/menyembuhkan sakit pada bahu. Nabi bersabda: Sesungguhnya itu tidaklah menambahmu kecuali kelemahan. Cabutlah darimu, karena seandainya engkau meninggal pada saat benda itu masih bersamamu, engkau tidak akan selamat selamanya. (H.R Ahmad, dengan sanad yang tidak mengapa (tidak lemah)).

Penjelasan Makna Hadits:
Lanjutkan membaca “Larangan menggunakan jimat”