Kisah mujahid yang pindah agama nashrani

Dalam satu kesempatan, ‘Abdah bin Abdirrahim berkisah:

Satu hari, kami bersama sekelompok pasukan tempur bergerak menuju negeri Romawi. Dalam pasukan tersebut terdapat satu pemuda. Di antara semua prajurit, pemuda itulah yang paling mahir membaca al qur’an, paling menguasai ilmu agama, serta paling semangat melakukan ibadah.

Siang hari, begitu sibuk ia berpuasa. Malamnya pun tak luput dari shalat tahajjud.
Lanjutkan membaca “Kisah mujahid yang pindah agama nashrani”

Bahaya Perbuatan Zhalim

Zhalim terbagi menjadi dua :

1. Kezhaliman terkait dengan hak Allah,
2. Kezhaliman terkait dengan hak sesama hamba Allah.

Kezhaliman yang terbesar ialah yang berkaitan dengan hak Allah dan mensekutukan-Nya.

Adapun kezhaliman yang berkaitan dengan hak sesama hamba, ialah menzhalimi dirinya, hartanya, atau kehormatannya.

Kezhaliman dengan dua jenisnya merupakan perbuatan yang haram dilakukan. Dan Allah telah menyiapkan balasan yang dahsyat bagi pelaku kezhaliman tersebut. Di antaranya ialah orang yang zhalim tidak memiliki penolong dan pembela yang bisa menyelamatkannya dari adzab Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Lanjutkan membaca “Bahaya Perbuatan Zhalim”

Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah kesyirikan

BAB KETIGA BELAS: ISTI’ADZAH KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH KESYIRIKAN.

Pendahuluan.

Makna al-Isti’adzah adalah meminta perlindungan secara pasrah sepenuhnya dalam hati kepada Allah dari suatu hal yang ditakutkan atau dibenci.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk beristi’adzah hanya kepada Allah:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika Syaithan menimpakan kepadamu godaan (perasaan marah, was-was), maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S al-A’raaf:200).
Lanjutkan membaca “Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah kesyirikan”

Menjaga Keistiqomahan dengan Menjaga Hati dan Lisan

Hal paling awal yang harus dijaga agar seseorang bisa istiqomah adalah menjaga hati. Jika hati seseorang baik, maka akan baik anggota tubuhnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits anNu’man bin Basyir riwayat al-Bukhari dan Muslim (hadits ke-6 Arbain anNawawiyyah).

Setelah menjaga hati, selanjutnya adalah menjaga lisan agar tidak mengucapkan ucapan-ucapan yang dilarang Allah.

إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الْأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنْ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا

Pada pagi hari, seluruh anggota tubuh anak Adam semuanya tunduk pada lisan, dan berkata: (wahai lisan), bertakwalah kamu kepada Allah atas (keselamatan) kami.Karena keadaan kami tergantung engkau.Jika engkau istiqomah, kami akan istiqomah. Jika engkau menyimpang, kami (juga) menyimpang (H.R atTirmidzi dari Abu Said al-Khudry, al-Munawy menyatakan bahwa sanadnya shohih dalam Faydhul Qodiir).
Lanjutkan membaca “Menjaga Keistiqomahan dengan Menjaga Hati dan Lisan”

Jika Sang Anak Berkelahi

Dari bermain, terkadang anak pulang sambil menangis. Tak jarang pula ada luka di tubuhnya. Saat ditanya kenapa, jawabnya berkelahi sama Fulan, salah seorang temannya.

Pemandangan seperti ini biasa terjadi pada anak-anak. Kurangnya akal mereka bisa membuat anak mudah berselisih dengan yang lain. Penyelesaiannya pun seringnya dengan adu fisik.

Bila sudah menangis, biasanya baru mereka pulang. Kembali ke pangkuan orang tua masing-masing guna mengadu dan mencari perlindungan.
Lanjutkan membaca “Jika Sang Anak Berkelahi”

Syiah menghinakan kaum wanita

Jika ingin tahu di mana ajaran yang ‘aneh tapi nyata’, jawabannya ada di agama Syiah. Kalau mau tahu ajaran sesat-menyesatkan, semuanya ada di Syiah.

Bagaimana tidak? Syiah mengoleksi demikian banyak keanehan, kejanggalan, sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal sehat, penyimpangan akidah, moral dan akhlak, serta menyelisihi fitrah manusia. Pun begitu, Syiah dianggap bagian dari Islam padahal Islam berlepas diri dari Syiah.

Berikut ini beberapa daftar kejahatan kaum yang rendah tersebut.
Lanjutkan membaca “Syiah menghinakan kaum wanita”

Wahai para suami katakanlah pada istrimu : “Aku Mencintaimu”

Ibnu Ma’in berkata (Tarikh Ibnu Ma’in riwayat Ibnu Muhriz 2/63):

Dengan sanadnya kepada Ibrohim beliau berkata, “Dahulu mereka berkata perkataan seseorang kepada isterinya ‘sungguh aku mencintaimu’ termasuk bahagian dari sihir.”

Syarh :
Lanjutkan membaca “Wahai para suami katakanlah pada istrimu : “Aku Mencintaimu””