Mengenal prinsip-prinsip dakwah salafiyah

Ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.

Berangkat dari ilmu dan pola pikir yang benar. Itulah bekal yang harus dimiliki oleh orang-orang yang terjun ke dunia dakwah. Karena dari sini, seorang da’i akan terlihat bagaimana akidahnya, akhlaknya, atau hal-hal lain yang terkait dengan agamanya. Tanpa pijakan yang benar lagi kokoh, seorang da’i bisa tersesat sekaligus menyesatkan orang lain.
Lanjutkan membaca “Mengenal prinsip-prinsip dakwah salafiyah”

Iklan

Thawaf pada kuburan, mengusap-usapnya dan bertabarruk dengannya adalah kesyirikan

Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alus Syaikh [Menteri Urusan Agama Kerajaan Arab Saudi]

Jadi thawaf termasuk ibadah yang paling agung, sementara tidak disyariatkan thawaf kecuali di Baitullah yang suci. Jadi ibadah thawaf hanya khusus di Ka’bah yang dimuliakan. Demikian juga bolak-balik (sa-i) antara Shafa dan Marwah. Sedangkan apa-apa yang ditujukan untuk selain Allah adalah dengan meletakkan ibadah bukan pada tempatnya, mengagungkan kuburan dan menyerupakannya dengan Baitullah, serta memalingkan ibadah thawaf untuk selain Allah.

Lanjutkan membaca “Thawaf pada kuburan, mengusap-usapnya dan bertabarruk dengannya adalah kesyirikan”

Alasan mengapa umat islam tidak merayakan tahun baru

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ»

”Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari mereka.” [ HR. Abu Dawud no.4031, Dari shahabat Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma. Dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam Shohih Al-Jami’ no.6149

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah menjelaskan;
Lanjutkan membaca “Alasan mengapa umat islam tidak merayakan tahun baru”

Mengucapkan selamat hari raya kepada orang kafir bisa murtad tanpa sadar

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﺑﺎﻷﻋﻴﺎﺩ ﻓﻬﺬﻩ ﺣﺮﺍﻡ ﺑﻼ ﺷﻚ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺮ؛ ﻷﻥ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺭﺿﺎ ﺑﻬﺎ، ﻭﺍﻟﺮﺿﺎ ﺑﺎﻟﻜﻔﺮ ﻛﻔﺮ، ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﻤﻰ ﺑﻌﻴﺪ ﺍﻟﻜﺮﺳﻤﺲ، ﺃﻭ ﻋﻴﺪ ﺍﻟﻔَﺼْﺢ ﺃﻭ ﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ، ﻓﻬﺬﺍ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻃﻼﻗﺎً

“Adapun mengucapkan selamat hari raya (agama lain), maka ini haram tanpa diragukan lagi, dan bisa jadi seseorang tidak selamat dari kekafiran, karena mengucapkan selamat hari raya kepada orang-orang kafir merupakan bentuk keridhaan terhadap hari raya mereka, padahal ridha terhadap kekafiran merupakan kekafiran, termasuk mengucapkan selamat hari natal atau hari paskah atau yang semisalnya. Jadi semacam ini tidak boleh sama sekali.
Lanjutkan membaca “Mengucapkan selamat hari raya kepada orang kafir bisa murtad tanpa sadar”

Suami Memaksa Istri Berbuat Dosa

Dijawab oleh Ustadz Muhammad as-Sarbini

Pertanyaan :

Apabila seorang suami memaksakan sesuatu kepada istrinya yang hal itu dosa, apakah istrinya harus patuh? Karena dia bisa saja diancam cerai oleh suaminya. Dia menghadapi dilema, antara takut cerai dan takut melakukan dosa. Apa yang harus dilakukannya?

Jawaban :
Lanjutkan membaca “Suami Memaksa Istri Berbuat Dosa”

Akibat Chatting Dengan Lawan Jenis

Dijawab oleh Ustadz Muhammad Afifuddin

Ini kisah saudara saya. Saudara saya dulu suka chatting dengan wanita. Awalnya ada seorang wanita yang mengaku masih gadis. Berjalan selama sebulan, saudara saya ini mencintai wanita tersebut. Dua bulan kemudian, ternyata wanita ini jujur telah bersuami dan memiliki dua anak. Akan tetapi, saudara saya ini sudah sangat mencintainya. Si wanita juga sangat mencintai dan sering kepergok oleh sang suami. Namun, mereka berdua tetap berhubungan.

Selang satu tahun, mereka bertemu dan berbuat hal yang tidak diinginkan beberapa kali. Si istri meminta cerai, karena ingin menikah dengan saudara saya. Saudara saya pun ingin menikah dengan si perempuan tersebut. Bolehkah mereka menikah, ustadz? Saudara saya sudah bertobat dan sangat ingin menikahi perempuan tersebut untuk menebus dosa yang pernah mereka lakukan.

Jawaban :

Lanjutkan membaca “Akibat Chatting Dengan Lawan Jenis”

Keutamaan ilmu dan orang yang berilmu

KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG YANG BERILMU

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“من سلك طريقا يبتغي فيه علما سهل اللّٰه له طريقا إلى الجنة، وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع، وإن العالم ليستغفر له من في السماوات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب، وإن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما، وإنما ورثوا العلم، فمن أخذ به أخذ بحظ وافر”.

“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia perbuat, dan sesungguhnya seorang alim akan dimintakan ampun oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan-ikan di lautan, dan keutamaan seorang alim di atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas bintang-bintang, dan sesungguhnya para ulama merupakan para pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidaklah mewarisi dinar dan dirham namun mereka mewarisi ilmu maka barangsiapa yang memperolehnya maka sungguh ia telah mendapatkan bagian yang besar”. Riwayat At Tirmidzi dari hadits Abud Darda’ radhiallahu ‘anhu dan dihasankan oleh At Tirmidzi dan selainnya, Al ‘Allamah Rabi’ berkata : “Dan ia hadits yang hasan dan bisa dijadikan hujjah”.

Asy Syaikh Al Allamah Robi’ Bin Hadi Al Madkhaly حفظه اللّٰه berkata :
Lanjutkan membaca “Keutamaan ilmu dan orang yang berilmu”