Allah Ta‘ala berfirman,

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۗ ﴿٤٥﴾ اُدْخُلُوْهَا بِسَلٰمٍ اٰمِنِيْنَ ﴿٤٦﴾ وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ اِخْوَانًا عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ ﴿٤٧﴾ لَا يَمَسُّهُمْ فِيْهَا نَصَبٌ وَّمَا هُمْ مِّنْهَا بِمُخْرَجِيْنَ ﴿٤٨﴾

45. “Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir).

46. (Allah berfirman), ‘Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman.

47. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

48. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.” (Q.S. Al-Hijr: 45-48)

• Orang-orang yang bertakwa kepada Allah ialah yang

(lebih…)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمۡ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعۡمَةً أَنۡعَمَهَا عَلَىٰ قَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (al-Anfal: 53)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah menjelaskan ayat di atas, beliau mengatakan

فإن الله لم يك مغيرا نعمة أنعمها على قوم من نعم الدين والدنيا، بل يبقيها ويزيدهم منها، إن ازدادوا له شكرا‏

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan mengubah suatu nikmat yang diberikan kepada suatu kaum baik nikmat agama maupun nikmat duniawi Allah subhanahu wa ta’ala justru akan mengukuhkan dan menambahnya apabila ia menambah rasa syukurnya.

(lebih…)

Jangan masuk dalam suatu permasalahan hanya dengan bermodalkan “kira-kira…” atau “perasaan…”. Jika kita tidak tahu apa dasar ilmunya, yang paling selamat ialah diam.

Allah ta‘ala berfirman,

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا 

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Q.S. Al-Israʼ: 36)

Menerangkan ayat di atas, al-‘Allamah Muhammad al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

(lebih…)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah mengatakan,

فَأَنْتَ مَا خُلِقْتَ لِتَأْكُلَ وَتَشْرَبَ، مَا خُلِقْتَ لِبِنَاءِ الْقُصُورِ أَوْ غَرْسِ الْأَشْجَارِ أَوْ شَقِّ الْأَنْهَارِ أَوِ النِّكَاحِ وَنَحْوِ ذَلِكَ، لاَ.

“Engkau tidaklah diciptakan (hanya) untuk makan dan minum, tidak pula hanya untuk berlomba-lomba membangun istana dan bangunan yang megah. (Demikian pula engkau tidak diciptakan hanya) untuk menanam pohon (bercocok tanam, berkebun, bertani). Engkau tidak diciptakan hanya untuk membelah sungai-sungai (mengarungi lautan), atau sekadar untuk menikah (berkeluarga), atau yang semisalnya. Bukan (hanya untuk hal-hal tersebut engkau diciptakan).

(lebih…)

Kenapa menonton tv itu haram?

Karena menonton tv adalah zina mata

Allah memerintahkan lelaki yang beriman untuk menundukkan pandangan dari melihat wanita yang bukan mahramnya, demikian pula sebaliknya seperti termaktub dalam firman-Nya:

Katakanlah (ya Muhammad) kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…’.” (An-Nur: 30-31)

(lebih…)

Silsilah 53 Fatwa Tentang Puasa (Bahasa Indonesia)

Silsilah fatawa puasa Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah yang diterbitkan oleh Telegram Warisan Salaf.

DOWNLOAD


Sumber : https://t.me/warisansalafpdf
Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah:

Pertanyaan :

Semoga Allah memberkahi Anda, Ada seorang pendengar yaitu Hamādiy, dia juga memiliki pertanyaan terakhir, dia bertanya: Orang Tua kami telah meninggal dunia, ternyata Beliau meninggalkan banyak hutang dan Beliau juga memiliki sejumlah anak. Di antara mereka ada yang dalam keadaan pas-pasan, sebagian ada pula yang kaya. Apakah anak-anak yang kaya harus membayar hutang orang tua mereka dan sudah dapat menggugurkan kewajiban dari anak-anak yang miskin? Aku harap Fadhīlatusy Syaikh berkenan untuk menjawabnya.

Jawaban :

(lebih…)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَـقَدْ زَيَّـنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِمَصَا بِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَ عْتَدْنَا لَهُمْ عَذَا بَ السَّعِيْرِ

Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk : Ayat 5)

(lebih…)

[E-BOOK GRATIS] FIKIH MUDAH ZAKAT FITRAH

Penyusun
Abu Abdil A’la Hari Ahadi

Info Buku
103 Halaman

Publikasi
Nasehat Etam & Ukhuwah Anak Kuliah

Download : https://app.box.com/s/88ewp942wwldgh612x2r7w9zx2vsddke

Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan Ebook ini.
•••
https://t.me/nasehatetam
https://t.me/ukhuwah_anak_kuliah

[E-BOOK GRATIS] – RINGKASAN SYARAH EMPAT KAEDAH DALAM MEMAHAMI TAUHID

Asy-Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan حفظه الله

Download : https://app.box.com/s/j114s222e6f44xw4pzxxczarfat9d33q

ll مجموعة طريق السلف ll
http://www.thoriqussalaf.com
http://telegram.me/thoriqussalaf