Tafsir Surat Yasin (Bag. 4)

Ayat Ke-6 Surat Yaasin

لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آَبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ (6)

Arti Kalimat: “Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang ayah-ayah mereka tidak mendapat peringatan (sebelumnya) sehingga mereka lalai”

Baca lebih lanjut

Tafsir Surat Yasin (Bag. 3)

Ayat Ke-5 Surat Yaasin

تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

Arti Kalimat: (al-Quran ini) diturunkan (oleh) Yang Maha Mulya lagi Maha Penyayang

Ayat ini menunjukkan bahwa al-Quran itu diturunkan oleh Allah. Penggunaan kata ‘diturunkan’ menunjukkan salah satu dari sekian banyak sisi pendalilan dalam al-Quran bahwa Allah itu berada di atas. Menunjukkan ketinggian Allah. Al-Quran adalah Kalam Allah dan bukan makhluk, sebagaimana akidah yang disepakati Ulama Ahlussunnah.

Penggunaan lafadz ‘tanzil’ yang merupakan bentuk masdar dari kata ‘nazzala’ menunjukkan bahwa al-Quran itu diturunkan secara berangsur-angsur, tidak sekaligus.
Baca lebih lanjut

Tafsir Surat Yaasin (Bag Ke-2)

Ayat Ke-3 Surat Yaasiin

إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ (3)

Arti Kalimat: Sungguh engkau (wahai Muhammad) termasuk Rasul yang diutus

Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah Rasul. Kalimat pada ayat ke-3 ini nampak jelas adanya 3 penguatan/ penegasan, yaitu (i) huruf inna, (ii) huruf lam taukid, (iii) sumpah pada ayat sebelumnya.

Ayat ini adalah bantahan bagi kaum kafir Quraisy yang mengingkari dan mendustakan bahwa Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah seorang Rasul. Baca lebih lanjut

Tafsir Surat Yasin (Bag. 1)

Surat Yaasin adalah Makkiyyah. Maksudnya, surat tersebut diturunkan saat periode sebelum Hijrah.

Pembagian surat menjadi Makkiyah dan Madaniyyah adalah berdasarkan periode, bukan berdasarkan tempat turunnya ayat. Jika diturunkan di masa sebelum hijrah, maka itu adalah Makkiyah. Jika diturunkan setelah hijrah, maka itu adalah surat Madaniyyah.

Salah satu ciri khas surat-surat Makkiyyah adalah pada uslub (gaya penyampaian) yang lebih kuat dan lebih fasih dengan ketinggian bahasa, karena yang dihadapi adalah orang-orang kafir (para penentang) asli Arab. Berbeda dengan ayat-ayat dalam surat Madaniyyah yang bahasanya tidak demikian, karena yang diajak bicara adalah orang-orang beriman atau Ahlul Kitab yang tidak perlu diajak bicara dengan gaya penyampaian seperti pada orang-orang Arab asli yang menentang. Baca lebih lanjut

Keutamaan Sholat Dhuha

Kapankah Waktu Sholat Dhuha?

Jawab:

Rentang waktu bisa dilakukannya sholat Dhuha sejak 15 menit setelah terbit matahari hingga 10 menit sebelum masuk waktu Dzhuhur (Fataawaa Nuurun alad Darb)

Namun, yang terbaik waktunya adalah saat anak unta mulai kepanasan, yaitu pertengahan waktu antara terbit matahari hingga masuk waktu Dzhuhur (al-Majmu’ syarhul Muhadzzab lin Nawawiy)
Baca lebih lanjut

Salah satu ciri anak durhaka

بر الوالدين

.قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله:

إذا تأمّلنا في أحوال النّاس اليومَ؛
وجدنا كثيراً مِنهم لا يَبرَّ بوالديه،
بل هو عاقٌّ،

تجدهُ يُحسنُ إلى أصحابه،
ولا يملُّ الجلوس معهم،
لكن لو يجلس إلى أبيه أو أمِّه
ساعةً من نهار؛
لوجدته متململاً،
كأنّما هو على الجمر؛

فهذا ليس ببارٍّ،
◻ بل البَارُّ مَن يَنشرحُ صدْرهُ لأُمِّه وأبيه، ويخدمهما على أهداب عينيه،
ويحرص غايةَ الحرص على رضاهما
بكلِّ ما يستطيع

شرح العقيدة الواسطية ج3/121

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata : Baca lebih lanjut

Wajibnya berpegang teguh dengan manhaj salaf

ASY-SYAIKH SHALIH BIN FAUZAN BIN ABDILLAH AL-FAUZAN HAFIZHAHULLAAH.

السّؤال ٥٠ :

ما هي السلفية ؟ ، وهل يجب سلوك منهجها والتمسك بها ؟

Pertanyaan :

Apakah salafiyah itu? Dan apakah wajib menempuh dan berpegang teguh dengan manhajnya?

الجواب:

السلفية هي: السير على منهج السلف، من: الصحابة، والتابعين والقرون المفضلة، في العقيدة، والفهم، والسلوك ، ويجب على المسلم سلوك هذا المنهج.

قال- تعالى-《والسابقون اﻷولون من المهاجرين واﻷنصار والذين اتبعوهم بإحسٰن رضي الله عنهم و رضوا عنه

سورة التوبة آية ١٠٠)》

وقال- تعالى-:《والذين جآءو من بعدهم يقولون ربنا اغفرلنا وﻹخوننا الذين سبقونا باﻹيمان وﻻ تجعل في قلوبنا غلّا للذين ءامنوا》

و قال-عليه الصلاة وسلم -《عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي تمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجد، وإياكم ومحدثات اﻷمور، فإن كل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة》

صحيح بمجموع طرقه، أخرجه أحمد: (٤/١٢٦)، والترمذي : (٢٦٧٦)، والحاكم : (١/٩٦)، والبغوي في”شرح السنة” :(١/١٠٥ رقم ١٠٢) قد سبق في حاشية رقم: (١٠).

Jawaban : Baca lebih lanjut