Apakah amar ma’ruf nahi mungkar adalah hak setiap orang
Pertanyaan :
Apakah amar ma’ruf nahi mungkar, khususnya mengubah
kemungkaran dengan tangan merupakan hak bagi setiap orang
atau-kah hak pemerintah atau orang-orang yang ditunjuk oleh
pemerintah ?
Jawaban :
Itu merupakan hak semua orang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam telah bersabda.
“Artinya : Barangsiapa melihat sebuah kemungkaran, hendaklah
mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu hendaklah
mengubahnya dengan lisannya. Jika tidak juga mampu maka
hendaklah ia benci kemungkaran itu dalam hatinya. Dan hal itu
merupakan selemah-lemahnya iman”. (lagi…)
Maksud Berpaling dari Mengingat Allah dalam Ayat “A’radha ‘an Dzikri”
Allah SWT berfirman,
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunnya pada harikiamat dalam keadaan buta.” (Thaahaa: 124)
Ketika Allah SWT memberitahukan tentang keadaan hamba yang mengikuti petunjuk-Nya ketika di dunia dan di akhirat, Dia juga memberitahukan keadaan orang yang berpaling dan enggan mengikuti petuntuk-Nya. Allah SWT berfirman, “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.” Artinya, berpaling dari peringatan yang Aku turunkan.
Kata dzikr di sini adalah kata benda yang disandarkan kepada faa ‘il (pelaku), seperti kata qiyaami (berdiriku) dan qiraa’ati (bacaanku). Kata benda tersebut bukan disandarkan kepada maf’ul (obyek), sehingga maknanya bukan, “Barangsiapa yang berpaling dari mengingat-Ku.” (lagi…)
Hukum Hari Valentine
Penulis: Lembaga tetap pengkajian ilmiah dan riset fatwa Saudi Arabia, Fatwa Nomor 21203
Bolehkah Memberontak Kepada Pemerintah?
Pertanyaan :
Diantara permasalahan yang sedang ramai dibicarakan ialah
masalah hubungan antara rakyat dengan penguasa serta
batasan-batasan syar’i, berkenaan dengan hubungan ini. Syaikh
yang mulia, ada sekelompok orang yang berpendapat bahwa
perbuatan maksiat dan dosa besar yang dilakukan oleh para
penguasa merupakan alasan dibolehkannya melakukan
pemberontakan terhadap mereka. Dan merupakan alasan
wajibnya mengubah keadaan meskipun menimbulkan mudharat
atas kaum muslimin di negeri itu. Peristiwa-peristiwa yang
dialami oleh beberapa negeri Islam sangat banyak, bagaimana
pendapat Anda mengenai masalah ini ? (lagi…)
Bersandar kepada Akal
Di antara tipu daya syetan yang lain untuk mengeluarkan manusia
dari ilmu dan agama adalah ia menyulutkan pendapat bahwa firman
Allah dan sabda Rasul-Nya hanyalah teks-teks verbal yang tidak me-
ngandung keyakinan (kepastian). Selanjutnya syetan membisikkan bahwa hasil pemikiran yang pasti dan dalil-dalil yang meyakinkan hanyalah terdapat dalam metode filsafat dan para ahli kalam. Sehingga mereka pun terhalangi dari mengambil petunjuk dan keyakinan melalui cahaya Al-Qur’an, selanjutnya syetan membelokkan mereka pada logika Yunani, serta berbagai apa yang mereka miliki dari pengakuan-pengakuan dusta yang telanjang dari dalil. Syetan berkata kepada mereka bahwa itu adalah khazanah ilmu yang telah diuji oleh berbagai macam pemikiran, dan telah melalui ratusan abad dan zaman.
Perhatikanlah, betapa halus perdayaan dan makar syetan, hal yang
kemudian mengeluarkan mereka dari iman, sebagaimana seseorang
mengeluarkan seutas rambut dari adonan terigu.
Ighatsatul Lahfan – Ibnul Qoyyim Al Jauziyah
Menganggap Baik Perbuatan Mungkar
Termasuk tipu daya dan makar syetan adalah ia mengajak manusia
untuk bersikap baik, senang dan berseri-seri terhadap berbagai bentuk
dosa dan kemaksiatan. Karena itu, ia akan berpaling dan bermuka masam serta menekuk wajah terhadap orang yang tidak rela terhadap kejahatannya. Maka musuh menjadi baik karena ia diberi muka ceria, berseri-seri dan kata-kata yang manis, sehingga terjalinlah ikatan. Dan ketika orang itu ingin melepaskan diri dari musuhnya, ia tak mampu. (lagi…)
Pendapat dan Hawa Nafsu
Termasuk tipu daya dan makar syetan yaitu perkataan yang batil,
pendapat-pendapat yang rendah dan hayalan-hayalan yang bertentangan yang itu semua merupakan pemikiran sampah serta buih tak berguna yang dituangkan oleh hati yang gelap dan penuh keraguan, yang menyamakan antara yang hak dengan yang batil, dan yang salah dengan yang benar. (lagi…)
Download Kajian MP3 Arba’in Nawawiyan Hadits ke 5
Penceramah : Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Durasi : 00:25:50
Besar File : 5,91 MB
BitRate : 32 kbps (lagi…)
Shalat di masjid yang didirikan diatas kuburan
Kami sudah menjawab semua syubhat yang lalu. Dan sudah
ada kejelasan bagi pembaca, bahwa pengharaman
membangun masjid di atas kuburan mengandung hikmah
yang tidak bisa disangkal hingga hari kiamat tiba. Kami juga sudah
menjelaskan hikmah pengharaman itu. Maka ada baiknya kita
beralih ke masalah lain yang juga terkait erat dengan ketentuan
hukum ini, yaitu masalah shalat di masjid yang didirikan di atas
kuburan.
Sudah kami singgung di bagian muka, bahwa larangan
membangun masjid di atas kuburan secara langsung diikuti dengan
larangan mendirikan shalat di dalamnya. Sebab larangan terhadap
suatu sarana juga harus diikuti dengan larangan terhadap tujuan
dari sarana itu. Maka shalat di dalam masjid yang didirikan di atas
kuburan adalah dilarang. Larangan dalam kondisi seperti ini
harus dikategorikan dalam larangan terhadap sesuatu yang batil,
seperti yang sudah disepakati para ulama. Imam Ahmad dan dan
juga lain-lainnya menganggap shalat di dalamnya adalah batil.
Tapi bagaimana pun juga masalah ini perlu diuraikan secara jelas. (lagi…)
Kewajiban Orang yang Tidak Puasa Karena Telah Renta dan Karena Sakit
Penulis: Asy Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Aalu Fauzan Rahimahullah

