Hukum mengucapkan selamat natal

Desember 21, 2014 Tinggalkan komentar

Syaikh Muhammad ibnu Shalih al’Utsaimin rahimahullah pernah ditanya :

Apa hukum menyampaikan selamat hari raya natal kepada orang kafir?

Dan bagaimana kita membalas (sikap ‘ramah’) mereka ketika mereka menyampaikan selamat hari raya kepada kita ? Dan apakah diperbolehkan datang ke tempat-tempat mereka merayakan acara semacam ini? Kemudian apakah berdosa seseorang yang melakukan hal-hal yang telah disebutkan tanpa niatan (menyetujui aqidah mereka, pent.), hanyalah mereka melakukannya sebagai upaya beramah tamah atau karena segan, atau karena malu, ataupun sebab-sebab lain (semisal itu) ?
Kemudian juga apakah boleh meniru serupa dengan mereka dalam masalah itu?”

Maka beliau rahimahullah, menjawab:
Baca selengkapnya…

Kategori:Aqidah, Fatwa

Pengaruh istri terhadap pekerjaan suami

Desember 20, 2014 Tinggalkan komentar

Dari Kholid bin Yazid, ia berkata:
Hasan al-Bashri رحمه الله تعالى berkata:

“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Makkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan, “Tidaklah layak beli dari orang semacam itu”, lalu aku pun beli baju dari pedagang yang lain.

Dua tahun setelah itu aku (pergi untuk menunaikan ibadah) haji, dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah. lalu aku bertanya kepadanya : “Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”
Baca selengkapnya…

Kategori:Uncategorized

Sejarah Salafy di Indonesia

Desember 19, 2014 2 komentar

Tidak terasa dakwah salafy di Indonesia sudah berjalan ± 20 tahun. Dan selama ± 20 tahun fitnah demi fitnah menerjang dan memakan banyak korban. Selama itu banyak dai salafy yang bertumbangan diterjang badai fitnah.

Lalu bagaimanakah sejarah perjalanan dakwah salafy di negeri ini selama ± 20 tahun ini? Baca selengkapnya…

Kategori:Kajian MP3

Antara Al Qur’an dan Ketakwaan

Desember 18, 2014 Tinggalkan komentar

Berkata Asy Syaikh Al ‘Utsaimin – rahimahullah – dalam pelajaran tafsir pada ayat: «هُدًى لِلْمُتَّقِيْن»
“Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa” [Al Baqarah: 2]:

ومن فوائد هذه الآية أن القرآن هدى للمتقين.

ويترتب على هذه الفائدة , أنك إذا رأيت الله قد منّ عليك بفهم كتابه والعمل به فاعلم أنك من المتقين لأنه قال » هدى للمتقين«, فإذا رأيت من نفسك أن الله منَّ عليك بالعلم والعمل بكتابه فأبشر فإنك من المتّقين .

ويتفرع على هذا فائدة أخرى , إذا رأيت الغفلة وعدم الانتفاع بالقرآن فاحذر فإن هذا يدل على نقص تقواك . لأنه لو كانت تقواك كاملة لكان هذا القرآن هدى لك .

ويتفرع على هذا أيضًا , الحث على التقوى وأنه سبب الاهتداء بالقرآن وأنك كلما اتقيت الله ازددت انتفاعًا بالقرآن واهتداءً به .

“ Termasuk faidah dari ayat ini: bahwa Al Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.

Kemudian dapat diambil dari faidah ini…
Apabila engkau melihat dari dirimu bahwa Allah telah menganugerahkan kepadamu ilmu dan amal, maka bergembiralah karena engkau termasuk golongan orang-orang yang bertakwa.
Baca selengkapnya…

Kategori:Hikmah

Problema para bujang

Desember 16, 2014 Tinggalkan komentar

Fatwa nomor 14704

 Pertanyaan:

“Berkaitan dengan menjaga pandangan, saya adalah seorang pemuda berusia 20 tahun. Sebenarnya saya mampu menjaga pandangan. Namun musykilahnya, di tengah-tengah kesibukan dan menjelang akan tidur, sering terlintas pada diri saya bayangan syahwat. Bagaimana caranya agar saya bisa menahan kebiasaan yang jelek ini, dan supaya syaithan menjauh dari saya, padahal saya biasa membaca Al Qur’an sebelum tidur?”

_____________

 Jawaban: Baca selengkapnya…

Kategori:Fatwa

Trik dan tipu daya syiah di Indonesia

Desember 14, 2014 Tinggalkan komentar

Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Rafidhah (Syiah) adalah kelompok yang tidak memiliki andil apa pun selain menghancurkan Islam, memutuskan ikatannya, dan merusak kaidah-kaidahnya.” (Minhajus Sunnah an-Nabawiyyah)

Sejarah telah mencatat bahwa kelompok Syiah begitu fanatik kepada Persia yang memusuhi bangsa Arab. Oleh karena itu, sangat besar kebencian mereka kepada sahabat Umar Ibnu Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Sebab, di masa kekhalifahannya negara Persia itu ditaklukkan. Bahkan, hingga hari ini Syiah selalu merayakan hari-hari besar yang merupakan budaya Persia, seperti Norouz atau Nowruz.

Kelompok Syiah telah banyak merugikan Islam. Mereka benci luar biasa kepada Ahlus Sunnah. Cukuplah menjadi bukti dan diketahui bahwa tiga ratus ribu jiwa dari kalangan Ahlus Sunnah yang ada di Teheran, ibukota Iran, tidak memiliki satu pun masjid.
Baca selengkapnya…

Kategori:Aliran Sesat

Hati Yang Mati

Desember 12, 2014 Tinggalkan komentar

Ini adalah jenis hati yang paling jahat, jelek,  kotor dan busuk, karena dia tidak menerima kebenaran dan tunduk kepadanya, justru malah menentangnya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

{الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ الَّذِينَ آمَنُوا كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ}

“(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” [QS. Ghaafir: 35]

Ibnu Mas’ud ditanya; Siapakah yang dinamakan mayat yang hidup? Beliau menjawab: “Orang yang tidak mengetahui kebenaran dan tidak mengingkari kemungkaran.”

As-Safaariini rahimahullah berkata: “Adapun hati yang mati, dia mendapatkan kebahagiaan disaat terjerumus kedalam dosa, dia tidak mengetahui kebahagiaan selain itu.” [Ghidzaul Albaab: 2/595]

Hati yang mati lebih hina dan rendah daripada binatang, Allah Ta’ala berfirman: Baca selengkapnya…

Kategori:Hikmah
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 822 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: