Kisah Mujahid Muda

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻰﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ. 

Bahwasannya dikisahkan ada seorang pemuda telah ikut berperang di jalan ALLOH sekian lamanya.

Dan menginginkan agar dirinya bisa mati syahid namun belum kunjung untuk meraihnya. 

Maka diapun mengajak bicara kepada dirinya sendiri dan mengatakan: “Demi ALLOH apabila aku telah kembali kepada sanak keluargaku, maka aku akan menikah.

Kemudian pemuda tersebut tidur siang di dalam tenda dan beberapa saat kemudian para sahabatnya membangunkannya untuk sholat dzuhur. Ternyata setelah bangun tiba tiba pemuda tersebut menangis sehingga para sahabatnya khawatir kalau kalau pemuda tersebut tertimpa sesuatu. 

Ketika pemuda ini melihat kekhawatiran yg terjadi pada para sahabatnya maka pemuda tersebut mengatakan: “Sungguh aku tidak apa apa, akan tetapi aku bermimpi didatangi seseorang, maka orang itu  mengatakan padaku: “pergilah engkau bersamaku menemui istrimu   AL ‘AINA  (GADIS JELITA YG LEBAR MATANYA). Read the rest of this entry

Tauhid seperti nafas jika berhenti maka akan mati

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah

Wahai segenap orang-orang yang saya cintai, bab ini yaitu bab tauhid dan membicarakannya, bagi kita kedudukannya seperti nafas, kita hidup dengannya dan jika berhenti maka kita akan mati. Read the rest of this entry

Keadaan manusia di dunia

Ketahuilah, bahwa Allah menjadikan dunia ini sebagai tempat beramal dan menjadikan akhirat sebagai tempat pembalasan. Dan Allah telah mengingatkan manusia untuk tidak tertipu dengan dunia ini sehingga melalaikannya dari akhirat. Karena sesungguhnya dunia ini hanya tempat berlalu sementara akhirat adalah tempat yang dituju.

Ketahuilah, kalaupun engkau tidak berjalan menuju Allah subhanahu wata’ala dengan amalan saleh untuk akhirat maka sesungguhnya akhirat itu akan berjalan menuju dirimu, tanpa engkau sadari. Maka tatkala penghujung dunia itu telah tiba akankah engkau termasuk orang-orang yang berkata,

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِين

“Duhai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat supaya aku dapat bersedekah dan aku menjadi orang yang saleh” (Al Munafiqun: 10).

Dan engkau telah tahu jawabannya bukan?

Ketahuilah, di dunia ini manusia senantiasa bergulir di antara tiga keadaan: Read the rest of this entry

Hukum walimah khitan atau sunatan

Para ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini, ada yang berpendapat sunnah, ada yang berpendapat mubah (boleh-boleh saja) dan ada yang pula yang berpendapat makruh.

Kesimpulan dari permasalahan ini, setelah kita melihat dalil-dalil masing-masing  pendapat maka pendapat yang terpilih dan kuat adalah bahwa hukum walimah khitan suatu hal yang mubah. Karena hukum sunnah adalah hukum syar’i, untuk mengatakan suatu hal itu hukumnya sunnah butuh dalil-dalil yang shohih dan marfu’ (yang sampai) kepada Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam. Belum kita dapatkan dalil satupun bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam mengadakan walimah khitan.

🔹Terdapat disana Atsar dari sebagian shohabat, yang mana mereka melakukan walimah khitan, diantaranya atsar yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhory dalam Adabul Mufrod:
Read the rest of this entry

Hukum menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin rohimahulloh.

حكم استخدام أدوات الدولة للأغراض الشخصية

● السؤال:
ما حكم استخدام سيارات الدولة للأغراض الشخصية؟

 

● الجواب:
استخدام سيارات الدولة وغيرها من الأدوات التابعة للدولة؛ كآلة التصوير وآلة الطباعة وغيرها لا يجوز للأغراض الشخصية الخاصة؛ وذلك لأن هذه للمصالح العامة، فإذا استعملها الإنسان في حاجته الخاصة فإنه جناية على عموم الناس؛ لأنه اختص الشيء من دونهم، فالشيء العام للمسلمين عموماً لا يجوز لأحد أن يختص به، ودليل ذلك: أن النبي -صلى الله عليه وسلم- حرم الغلول، أي: أن يختص الإنسان بشيء من الغنيمة لنفسه؛ لأن هذا عام، والواجب على من رأى شخصاً يستعمل أدوات الحكومة، أو سيارات الحكومة في أغراضه الخاصة أن ينصحه، ويبين له أن هذا حرام، فإن هداه الله -عز وجل- فهذا هو المطلوب، وإن كانت الأخرى فليخبر عنه؛ لأن هذا من باب التعاون على البر والتقوى، وقد ثبت عن النبي -صلى الله عليه وسلم -أنه قال: «انصر أخاك ظالماً أو مظلوماً،» قالوا: يا رسول الله! هذا المظلوم فكيف الظالم؟ قال: «تمنعه من الظلم فذلك نصرك إياه أو فذلك نصره».
 
● السائل:
وإذا كان رئيسه راضٍ بهذا فهل هناك حرج؟
 
● الشيخ:
ولو رضي الرئيس بهذا، الرئيس نفسه لا يملك هذا الشيء، فكيف يملك إذنه لغيره فيها؟!

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [5]
 رابط المقطع الصوتي

http://goo.gl/Dc1B3V

Pertanyaan: Read the rest of this entry

Kisah ulama yang menyamar menjadi pengemis

Pada suatu hari Baqi’ bin Makhlad
melakukan perjalanan dari Andalus menuju Baghdad dengan berjalan kaki, melewati daratan, lautan, serta gunung – gunung.

Ketika itu umur beliau baru 20 tahun.

Tujuan beliau melakukan perjalanan tersebut adalah
untuk bertemu dengan Al-Imam Ahmad bin Hambal
dan menuntut ilmu darinya.

Tatkala beliau mendekati Kota Baghdad ternyata sampai kepadanya kabar tentang ujian yang menimpa Al-Imam Ahmad bin Hambal, dikarenakan beliau tidak mau berpendapat bahwa Al Qur’an adalah makhluq,
sampai pula kabar bahwa Al-Imam Ahmad dilarang untuk mengajar dan mengadakan perkumpulan (pengajian),
beliau dipaksa untuk tinggal dirumahnya.
Read the rest of this entry

Hukum berdusta dalam bercanda

Yang Mulia Al-’Allaamah Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah

Pertanyaan: 

Ketika bercanda dan tertawa bersama teman-teman, masuk padanya kedustaan. Tidak ada tujuan kecuali hanya untuk mancing tertawa dan bercanda, maka apa nasihat anda? semoga Allah membalas kepada anda kebaikan.

Jawaban : Read the rest of this entry

Bolehkah menikah lagi tanpa sepengetahuan istri pertama

Asy-Syaikh Shalih As-Suhaimy hafizhahullah

Pertanyaan: 

Bolehkah bagi saya untuk menikah lagi tanpa sepengetahuan istri pertama karena dia tidak ridha?

Jawaban: Read the rest of this entry

Kekejaman ISIS : Menyembelih orang kafir dan menentengnya

Apakah Termasuk dari Tuntunan Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam Menyembelih Kepala Orang Kafir dan Menentengnya?
Read the rest of this entry

Hukum bunuh diri

Saya memiliki adik lelaki yang masih kecil, usianya sekitar setahun. Namun ia telah meninggal dunia setelah meneguk sedikit racun cair yang diletakkan oleh saudara perempuannya di depan pintu tanpa sepengetahuan ibu kami. Adik kecil saya itu mengambil wadah yang berisi racun tersebut, lalu meminumnya hingga ia meninggal dunia. Karena ibu saya sangat sedih dengan kematian adik saya itu, beliaupun meneguk bekas cairan yang diminum oleh adik saya untuk mengetes apakah racun tersebut berpengaruh pada dirinya sebagaimana berpengaruh pada anaknya ataukah tidak. Lantas apakah ibu saya berdosa meminum racun tersebut? Ada atau tidak kafarah baginya dikarenakan anaknya telah meminum racun tersebut?

Jawab: Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 798 pengikut lainnya.