Selalu berbaik sangka kepada Allah apapun yang menimpanya selama berada diatas kebenaran

Al-Allamah Abdurrahman bin Yahya Al-Mu’allimy Al-Yamany rahimahullah

Sebagian orang pernah bercerita kepadaku bahwa ada seseorang yang kebiasaannya mencium kuku kedua ibu jarinya ketika dia mendengar muadzin mengucapkan: “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah.” Kemudian dia meninggalkannya ketika ada salah seorang ulama mengatakan kepadanya bahwa hal itu adalah perbuatan bid’ah dan hadits yang diriwayatkan tentang perkara tersebut dihukumi oleh para ahli hadits sebagai riwayat dusta.

Ketika dia meninggalkan kebiasaannya tersebut maka dia ditimpa rasa sakit di kedua matanya. Maka dia pun berusaha untuk mengobatinya dengan berbagai macam obat. Namun berbagai macam obat tersebut tidak mempan, sampai ada sebagian orang-orang shufi mengatakan kepadanya: “Makanya hendaknya engkau meneruskan mencium kedua ibu jarimu ketika adzan!”
Read the rest of this entry

Poligami lebih utama jika terpenuhi syarat-syaratnya

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Poligami lebih utama dibandingkan hanya menikah dengan satu istri saja, karena akan memperbanyak keturunan umat ini dan memperbanyak upaya menjaga kemaluan para wanita yang belum memiliki suami. Hanya saja hal itu dengan syarat seorang pria memiliki kemampuan secara materi, fisik, dan kemampuan menerapkannya, hal ini dengan berlaku adil diantara para istri.

Adapun jika seseorang menikah dalam keadaan takut tidak mampu berlaku adil, maka hal itu haram atasnya. Karena Allah Ta’ala berfirman: Read the rest of this entry

Kisah indah dari medan jihad

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﻣﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ.

Telah bercerita Abu Idris rohimahulloh:

“Datang kepada kami seorang lelaki dari penduduk kota Madinah yg di panggil dgn nama Ziyad. Maka kami pergi  berperang bersamanya di Saqilah yaitu salah satu daerah di Romawi.

Dalam pasukan perang itu aku menjadi akrab dengan Ziyad dan  seorang lagi yg juga dari kota Madinah dan jadilah kami tiga serangkai yg senantiasa berdekatan. Read the rest of this entry

Mimpi Melihat Nabi

Disebutkan dalam hadits Rasulullah n:

مَنْ رَآنِيْ فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ بِيْ

“Siapa yang melihatku dalam mimpi maka sungguh ia benar-benar telah melihatku karena setan tidak bisa menyerupaiku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Sebagian orang mengaku bahwa Nabi n mendatanginya dalam mimpi dan memberinya wirid/bacaan-bacaan yang harus diulangnya sekian kali. Yakni, dia diminta mengucapkan wirid tersebut dalam rangka ibadah dan agar dia memberitahukannya kepada orang lain. Tentu pengakuan seperti ini bertentangan dengan ayat yang mulia:

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama kalian.” (al-Maidah: 3)
Apakah pengakuan orang seperti itu benar atau dusta?

Jawab: Read the rest of this entry

Aku belajar sabar dari anak kecil

Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata:

“Aku belajar sabar dari seorang anak kecil. Suatu kali ketika aku pergi ke masjid, aku menjumpai seorang ibu memukul anak laki-lakinya di dalam rumahnya. Maka anaknya tersebut berteriak lalu membuka pintu dan lari. Lalu ibunya tadi menutup pintu rumah. Ketika aku pulang dari masjid, aku jumpai anak tadi setelah menangis sebentar dia tertidur bersandar pada daun pintu dengan tujuan mengarapkan belas kasihan ibunya. Maka hati ibunya pun terenyuh dan membukakan pintu untuk anaknya tersebut.” Read the rest of this entry

Hukum membeli barang seludupan (BM)

PERTANYAAN :

Apa hukum membeli barang-barang yang diimpor dari luar negeri yang tidak melalui pemeriksaan negara (barang selundupan-pent). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengambil cukai (pajak) atas barang-barang yang diimpor tersebut?

JAWABAN : Read the rest of this entry

Pentingnya mengetahui kesesatan kelompok-kelompok yang menyimpang

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Apa faedahnya bagi para penuntut ilmu dengan mempelajari kelompok-kelompok yang ada seperti Mu’tazilah, Jahmiyah, dan Khawarij, padahal mereka tidak ada di masa ini?

Jawaban:
Read the rest of this entry

Tidak semua orang yang mengaku salafy itu adalah salafy

Syeikh Sholeh ibn Fauzan, Hafidzahullah.

Berkata:

“Tidak setiap yang mengaku salafy,dia adalah seorang salafy.

Terkadang ada yang mereka mengaku bahwasannya mereka adalah salafiy,padahal sesungguhnya pada kenyataannya mereka bukanlah orang-orang bermanhajkan salaf, akan tetapi mereka adalah segolongan orang-orang yang bodoh,yang mana mereka tidak mengetahui hakekat manhaj salaf yang sebenarnya.

Dan terkadang ada juga yang mereka itu mengaku bahwa mereka adalah orang-orang yang bermanhaj salaf, padahal sebenarnya mereka adalah segolongan orang-orang yang hanya membuat kerusakan,yang mana mereka itu adalah orang-orang yang bermanhajkan dengan manhaj khowarij, yang mereka menghalalkan darah kaum muslimin dan selalu membuat kerusakan dimuka bumi.
Read the rest of this entry

Hukum puasa Arafah dan 8 hari sebelumnya

Berkata Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ؟ فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ»

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari ‘Arafah, maka beliau menjawab: “Puasa itu akan menghapus dosa-dosa satu tahun yang lalu dan yang akan datang” [HR. Muslim].

Masalah: Bolehkah kita puasa dari tanggal 1 – 9 Dzulhijah atau 8 – 9 Dzulhijah? Read the rest of this entry

Sunah yang terlupakan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah

Riwayatkan dari Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma berkata : bersabda Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam : (. ….Maka kalian perbanyaklah pada sepuluh pertama bulan dzulhijjah dari TAHLIL, TAKBIR DAN TAHMID ) riwayat imam ahmad . Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 810 pengikut lainnya.